Tampilkan postingan dengan label How-to. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label How-to. Tampilkan semua postingan
Akibat punya sisa shortening sisaan motret, kepikiran mau dibikin apaaa coba.
Lalu inget di milis NCC jadul, om Budiman Halim pernah share resep pie apel yg crust nya pake shortening. Aku lupa full atau mix dg butter, tapi seingetku mix. 

Karena pengen segera ngabisin piaraan, guglinglah resep yg full pake shortening, dan ketemu yg gampang pol banget punya allrecipes dot com. Deskripsinya "simple recipe and very tasty, it will be very flaky". Cus lanjut! 



Best Ever Pie Crust
(pas utk 1 loyang pie 18 cm) 

Bahannya:
2 cups tepung terigu
205 gr shortening
1sdt garam
100-120 ml air

Caranya:
- Campur tepung, garam, dan shortening dalam mangkuk besar, aduk rata hingga bergerindil. 
- Tambahkan air, uleni hingga bisa dipulung.
- Bungkus adonan dalam plastik wrap, simpan di dalam kulkas selama 4 jam (minimal) sebelum digunakan. 

Btw, beneran enak renyah ini kulit pie nya loh. Padahal aku ngulenin ngga pake pastry blender karena ngga punya 😬 Dan karena mau langsung pake, jadi aku simpan di friser kurleb sejam-an gitu. 

Isian pie nya bebas ya bun. Ini tadi aku jadiin Quiche Lorraine, karena kemarin habis belanja bayam horenso di pasar Oro² Dowo. Nanti kapan² aku share resepnya. Dicicil lah, biar ada modal ngisi feed 😆

Selamat rikuk 🍉
Biar aja dibilang telat. Hari gini baru berhasil bikin donat sendiri. Soalnya memang ngeri-ngeri sedap terutama pas di bagaian nggorengnya. Bukannya kenapa-kenapa, beberapa kali bikin seringnya ngga berbentuk lagi. Meleyotan ke kanan dan ke kiri.


Ternyata, buat aku kuncinya di proofing kedua sebelum goreng. Pangkas waktunya! Kalau roti yang dibakar kita bisa nunggu sampai sejam supaya mekar cantik sempurna, kalau donat mending separuh jalan deh. Dough ngembang tapi masih cukup padat untuk diangkat masuk ke wajan penggorengan.


Eh ini berlaku buat aku lho yaaa.. Semoga cocok juga dengan teman-teman lainnya.
Resep? Euuhh, sila pakai resep roti yang mana aja buleeeh. Mau resep donat kentang, soft bread, killer bread, monggo kerso.  Sesuai selera.


Enjoy!

PS, motrek pakai kamera hand phone sekalian untuk entry 52wfpp di Instagram ;)
Jadi, inilah hasil semi-mengarang-indahku untuk masakan ini. Pak Suami paling suka makanan model begini. Beberapa kali icip-icip ke salah satu resto franchise di sini menghasilkan ajakan untuk bisa bikin sendiri. Baiklaaahh..


Untuk bun burger, boleh pakai resep apa aja yang disuka. Mau eggless, atau resep potato bun tempo waktu, atau mau full starch, monggo kerso. Yang ini aku tambah dengan biji-bijian dan Italian seasoning di dalam dough-nya. Hasilnya? Enak, ada sensasi gurihnya. 
Per satu bagian roti, aku timbang seberat sekitar 160gr. Jumbo! Hahaha.. Next, kayaknya 125gr maksimal deh. Tapi enak juga ukuran gede kayak gini, cepat selesai :D

Cukup until ulasan bun burger. Sekarang geser ke beef patty-nya. Pakai resep siapa? Resep kira-kira, inspired by isian Picnic Roll aku yang disesuaikan sedikit laah. Tapi kalau mau persis itu juga ngga papa. Tinggal dibulatkan sebesar bola tennis, lalu panggang di pan panas dg minyak secukupnya sambil dipipihkan hingga matang semua bagian.

Nah, sudah semua, tinggal penyajiannya.
Seperti biasa, roti dibelah 2 melintang. Olesi bagian dalamnya dengan mentega atau EVOO, lalu panggang di atas pan panas hingga cukup crispy tepinya. Angkat.
Lalu isi deh dalamnya dengan selada, tomat, beef patty, mayonais, keju, saus tomat, dan apalah sesuai selera.
Dan yak, siap disantap.

Yang pasti lebih puas, karena isi bisa lebih banyak, dan ngga semahal kalau beli. Bun burger dan beef patty bisa disiapkan sekaligus banyak. Simpan di chiller dalam kondisi matang, supaya tinggal dipanaskan dan bisa dipakai sewaktu-waktu. Simpan di freezer juga kalau perlu.

Sekian dan happy baking!

Satu hal yang selalu bikin ilfil setiap bikin RVC atau tipe butter cake lainnya untuk base cake kue taart adalah waste dari cake yang mumbul pada waktu di panggang. Ngga asik aja sih, base cake mumbul di tengah. Trimmingannya lumanyun. 

Pernah baca, untuk antisipasinya, lilit loyang dengan serbet lembab pada waktu cake dipanggang. Aslinya sih ada tools-nya punya Wilton. Mahal lah pasti. Dan belum tentu juga available di mari.. 

Cara termurahnya ada 2 cara; lilit langsung dengan serbet yang sudah dibasahin (1), atau bungkus dulu si serbet basah ini dengan aluminum foil lalu lilitkan ke loyang (2). Cuma karena kebanyakan rikues base cake selain RVC ini, jadi ya belum keburu aja mau coba.

Lalu tibalah saatnya. Pakai cara murah yang pertama. Aaand, yes it works!  Permukaan cake naiknya bareng! Seneng deh. Zero waste kaan?

Otang narsis, biar ngga dibilang hoax. Hihihi..
Setelah matang dan cake dikeluarkan dari loyang pun aku masih juga dibikin takjub, lebih lembut dan moist dibanding biasanya. Maasyaa Allaah, asik bingiitss.. 


Bisa deh diulang. Meskipun rada ribet, demi zero waste..



Happy baking!




Seneng deh bikin birthday cake model 3D kayak gini. Ribet? Ngga juga sih. Selama imajinasinya masih on. Ehehehe..



Base cake maunya full cokelat. Aku pakai resep Lapis Surabaya Ekonomis ini. Tapi yang cokelatnya aja. Enyaakk.. 
Pedestal birunya pakai styrofoam sesuai permintaan mama Mira Chrisatya. Wokey..

Warna merahnya stands out, alhamduliLlaah. Sehari sebelumnya aku bikin dulu si butter cream warna merah ini, lalu simpan dalam plastik tertutup rapat. Besoknya siap pakai, and yes it is red.
Lalu tulisannya aku pakai metode butter cream transfer  yang dibuat juga sehari sebelumnya. Simpan di freezer hingga harinya tiba. 



Iya, nyiapinnya satu-satu. Setelah siap semua, baru disusun. Jangan lupa kasih dowel untuk perkuatan. Ditaruh dimana dowelnya? Ditusukin tembus sampai ke alas paling bawah. Jangan lupa, kasih tau ke yang pesan kalau ada dowelnya ya.. 

Sharp edges. Kuncinya pakai butter cream yang kokoh, spatula, air panas, dan tissue. Jadi setelah crumb cover, poles lagi deh dengan butter cream sampai setebal yang diingkan. Terakhir, ratakan dengan spatula yg sudah dicelupin ke air panas dan dikeringkan dengan tissue. Pasti bisa lurus dan mulus.
Masukkan ke kulkas sebentar supaya lebih kokoh waktu disusun dengan bagian cake lainnya.

Selanjutnya bikin bonekanya. 4 layer cake, plus 1 buletan cake pops untuk kepala. Carving, ratakan, crumb cover. Satukan dengan bagian cake lainnya, lalu hias dengan butter cream sesuai selera.

Terakhir adalah pasang tulisan dan ornaments lainnya. Karena udah beku, gampang, tinggal tempel. Beres urusan.

Done.


Happy birdday abang Deo!


Late post, judulnya. Dibikinnya kapaan, upload dimarinya kapan. Whatsoever, yang penting it is done.


Base cake pakai red velvet resep andalan. 1 resep bisa untuk 1 layer saja diameter 30 cm.
Awalnya ybs mau diameter 20 cm. Tapi belakangan cancel request yang 30 cm. Rada sport jantung sebenernya, mengingat ini bakal guede sekali. Mbungkusnyaaa.. :'(

Tapi yasudahlah, diakal aja. Dibikin 2 bagian. Atas dan samping.
Nyambungnya? Dialus-alusin pakai sedikit lilitan fondant dan sedikit air. Asal pelan-pelan pasti bisa mulus. Done. Tahap mbungkus selesai.

Ornamennya pakai kelereng warna-warni. Bikinnya gampang aja sih. Nempelin ke cakenya pakai air aja.



Kesimpulannya gimana? Enak cover fondant atau buttercream? Hmm.. Gini, keduanya punya tantangan berbeda. Kalau fondant pegel nguleninnya. Kalau pakai buttercream njelembret kemana-mana.
Jadi cuma masalah selera aja sih.


Kalau kamu?
Happy decorating..!
There is always be a first time for everything. 
Meskipun tau dasarnya, tapi tanpa kesempatan dan bonek, there will never be a first time. 

Seperti cupcakes ini. 
Mendadak dapet lemparan order dari mbak Maya Lestari, thank you mbak, sehari sebelumnya. Ewhats?!
Dasar bonek, di iya-kan aja dulu. Teknis belakangan. Secara juga pernah ikut latbar ini. 
Deal harga, mulai nanya-nanya deh sama senior, sekalian belanja bahan. Lalu gugling, nyari contekan..
Ternyata ada satu lagi masalah. Cetakan hurufnya ngga punya..! Kosong semua di tbk deket rumah. Walah. Untung deh mbak Devina mau minjemin.. Tengkyu kakaak..

And then, this is it..

Sekalian deh mumpung ada foto bikin figurine-nya..


Semoga berkenan.. ^_^

Judul yang aneh. Hehehe.. Iya.
Habis mau dikasih judul apa? Emang beda sama resep Black Forest Cake sebelumnya. Base cake pakai Chocolate Devil resep a la Dapur Ipoek. Tapi di-combine sama finishing a la Black Forest. Frosting dapet bocoran dari suhu se-grup masak, mbak Ade Ayoe. Jadinya ya gitu, mbulet. Tapi asli, rasanya emang nyoklattt bangats.

Oya, cara bikin base cake-nya juga cukup unik. Yang mana dengan cara begini ternyata bikin volume cake mengembang lebih bagus daripada pakai cara a la sponge cake biasa. Ntar deh, baca resepnya yah.. 

Sebenarnya bikin cake ini by request juga, mas Hanif, keponakan favorit tantenya ini, minta dibikinkan kue cokelat yang enak untuk temennya. Eh? Hahahaha.. Walhasil, sang mama cuma hahahihi aja sementara aku sibuk ngerjain anaknya :p


Jangan terkecoh fotonya yah, banyak yang ngirain ini pakai cheese frosting. Padahal ngga ada acara cheese-cheese-an. Asli efek cahaya dari jendela samping dan efek kamera hape. Edisi malas ngeluarin kamera dslr.

Bahan cake:
150 gr terigu
45 gr cokelat bubuk, ayak
6 butir telur
25 ml air
150 gr gula pasir
20 gr cake emulsifier
30 gr mentega, cairkan
Cara membuatnya:- Siapkan 2 loyang diameter 20 cm, oles dengan mentega dan lapisi dengan kertas roti, sisihkan.
- Panaskan oven 170C.
- Campur dalam satu baskom; cokelat bubuk, gula pasir, telur, air dan emulsifier. Kocok hingga mengembang.
- Masukkan terigu sedikit demi sedikit, aduk hingga rata.
- Tuang mentega cair, aduk rata.
- Tuang dalam loyang lalu panggang sampai matang.
- Setelah matang, angkat, dinginkan.

Bahan frosting:
200 gr whipped cream bubuk
400 ml air es
200 gr WCC, cairkan

Cara membuatnya:
- Kocok hingga mengembang dan hampir kaku.
- Masukkan WCC cair, sambil terus dikocok dengan kecepatan rendah.


Bahan pelengkap:
DCC, cairkan
Cherry merah secukupnya
Simple syrup, cairkan dengan sedikit air untuk olesan


Setelah semua bahan siap, finishingnya begini:
- Letakkan 1 layer cake di atas papan saji. Siram dengan cairan simple syrup secukupnya. Lalu olesi dengan frosting. kemudian letakkan 1 layer cake lagi di atasnya, siram kembali dengan cairan simple syrup.
- Crumb cover seluruh lapisan cake hingga tertutup rapi. Kemudian dekor dengan sisa frosting, DCC cair, dan cherry merah untuk pemanis.


Voila...
Happy baking!


Aku ingin beginih, aku ingin begituh, 
Ingin inih ingin ituh banyak seekaaliiii.. :p

Rikues sebisa mungkin dikabulkan. Meskipun udah nervous duluan karna belum pernah ngerjain 3D cake selain Barbie Cake tempo hari.
Gugling tanya simbah juga dikiit banget referensinya. Paling banyak tart bulet bentuk kepala Doraemon yang datar. Udah. Kalau toh ada yang 3D, dari fondant, dan paling banyak figurin aja.
Tetep ngotot cari-cari di mbah, alhamduliLlaah, ada. Meskipun cuma ada 2-3 foto. Whatsoever, pokoknya ada. Itupun aku pikir bukan punya orang Indonesia.

Dan setelah semedi, tiap hari mantengin foto referensi di hape, this is it.. Masih belum terlalu bagus, but at least I've made it!


Aku ngga akan cerita tentang resep base cake ataupun buttercream-nya disini. Karena base cake bisa pakai resep apa aja, dan buttercream kalau males ya bisa beli yang instan.

Pertama siapkan 6 layer base cake berdiameter 20 cm. Tumpuk ke atas dengan perekat buttercream. Lalu beri penguat berupa kolom dari dowel sedotan. Buat yang ngga tau, dowel itu adalah kayu lunak yang diserut halus memanjang berdiameter cukup kecil. Biasanya untuk cake yang bersusun dipakai dowel yang terbuat dari plastik, beli di TBK ada. Biar ngga repot minta dibalikin dowel plastiknya, aku pakai sedotan seperti di gambar ini.


Nah, setelah tersusun rapi, mulai deh dicarving sesuai bentuk yang diinginkan. Selanjutnya ya seperti biasa; crumb cover, lalu lanjut hias sesuai selera.
Aku pakai spuit bintang yang berukuran cukup kecil untuk meng-cover seluruh permukaan si abang Doraemon ini. Cukup capek. Banget. Hehehehe... 



Mau coba?
Happy decorating!

Bukan karena masih demam Red Velvet; tapi karena sang Mama berubah pikiran. Semula maunya pakai base cake cokelat, aku pun udah siapkan resep yang emang enak. Tetapiii.., kira-kira dua minggu sebelum hariha, omong punya omong, ternyata beliau lebih tertarik ke base cake si merah beludru ini. Diill.. :)

Resepnya masih sayang sama resep yang ini, karena selain enak, cake ini moist banget akibat modifikasi penambahan minyak goreng di dalam resepnya. 

Honest speaking, ini the-first-time-and-forever ku bikin barbie cake.. Sekali lagi, modal nekat doang. Mereka bisa kok, masa aku ngga bisa.. :p
Setelah nemu tutorial yang menurutku simple, bolak-baliklah aku 'penthelengi' gimana cara si mbaknya bikin gaunnya.


Rikuesnya yang ultah, minta model yang swirl. Sip. 
Rikues sang Mama, sewarna aja, kalo bisa disamakan sama warna bajunya. Hoke.

Total cake yang aku bikin ada 5 loyang untuk 2,5 adonan resep. Karena jumlah telur dalam satu resep ada 3, jadi ya bikin 3 resep, sisanya untuk cupcake jatah para preman.. :D

Yang paling bawah, untuk pedestal, pakai cake ukuran dia 25 cm. Agak kurang gede sebenernya, tapi yasudahlah. Lalu untuk gaunnya, 3 lapis cake ukuran dia 20 cm dan selapis cake yang dia 15 cm. Stacked and carved. Sebelum didandanin, iket dulu rambutnya ke atas. Tangan juga ke atas semua.



Buttercreamnya ngga beli jadi, tapi bikin pakai resep ini supaya lebih kokoh mengingat harus dibawa ke kota. Jauh, makbro.. 
Dekor pakai spuit 1M dari Wilton untuk gaunnya, lalu spuit bintang kecil untuk bustier dan edge, sama spuit pagar untuk sisi pedestalnya. Oiya, pakai spuit mawar gedeee untuk bread crumb-nya.

Nih, anaknya yang super cuentil yang lagi ultah.. ^_^
Happy birthday, 'nduk.. Keep shining ya.. *kecupkecup




Happy decorating!




Salah satu pengembangan dari resep red velvet itu adalah, dijelmakan menjadi basecake untuk taart ulang tahun. Thank you, Dian :*

Dibilang pesanan dadakan juga masih 3 hari sebelum hariha. Tapi cukup nervous juga, mengingat sang birthday girl maunya tema film Frozen, dan topper atau boneka mainan untuk tema ini musti nyari ke TBK di Jakarta. Cibubur ngga ada :p
Awalnya aku menawarkan barbie cake Elsa kepada sang bunda. Dengan alasan "ntar ngga kepotong-potong kuenya karena eman-eman", batal deh. Ganti cake jumbo ukuran 35 cm. Temanya tetep sama. Basenya pakai red velvet sesuai rikues sang bunda.



Untuk menuju panjang 35 cm, harus modifikasi dikit. Oven ngepas banget lebarnya, ngga bakal bagus jadinya kalau dipaksa pakai loyang selebar itu. Akhirnya aku pakai loyang 26 x 26 cm per resep. Bikin 3 resep. 2 lembar cake ditumpuk apa adanya setelah di trim ke-4 sisinya, sisa selembar lagi untuk 'menyelamatkan' ukuran.. :D
Masih ada sisa potongan tebaal, nah, carving dikit, jadilah dia batu dan pohon cemara mini. Good. Semua bisa dimakan, kecuali topper-nya.

AlhamduliLlaah, setelah dipoles kiri kanan depan belakang dengan buttercream, plus sentuhan marshmallow disana-sini, voila.. She's the birthday girl!


Pssst, aku memberikan 'kehormatan' untuk dia: pasang sendiri mainannya! Hehehee.. Padahal aslinya aku udah mati gaya.. Hahahaha..


Happy decorating!

Kejutan dari Allah emang ngga terduga.
Setelah sekian lama ngga pernah terima orderan BDCK, mendadak dapat lemparan order dari sebelah untuk bikin BDCK. Ngga tanggung-tanggung, mintanya ukuran jumbo: 60 cm, dan pake tema bola, dan buat besok siangnya pula. Ditolak ini namanya rizki, diterima ini aku masih nol banget.. Tapi, dasar nekat, seperti biasa, ya diterima saja dulu, teknisnya ntar belakangan sambil jalan.

Paling gampang sih bikin hiasannya pake edible print. Tinggal tempel, jadi.
Masalahnya adalah, timingnya ngga pas. Sabtu siang, untuk Minggu siang. mau pesan edible dimana coba? Kalau ada yang nyanggupin, ngirimnya juga gimana.. Fortunately bujet yang disiapin juga mefet.. Jadi, terpikirlah metode buttercream transfer untuk bikin logo em-yu nya. Nanya-nanya ke grup chat, disaranin belajar ke mb Wiek Jacob, salah satu dedengkot cake decoration yang hasil dekornya selalu ajib. Dan juga tanya ke mbakYu Tub. Dan mbah Gugel juga.

Setelah menggali informasi kesana kemari, malamnya aku baru pede untuk mulai menggambar. 
Pertama hasil print logo di blat ulang di parchment paper yang biasa aku pakai untuk bikin JRC. Kenapa? Kalau di plastik, susah, secara ini harus digambar dalam posisi terbalik. Kalau pakai kertas roti biasa, takut hasilnya kurang memuaskan.

Setelah diblat, mulai deh digambar pakai buttercream yang dimasukkan ke dalam plastic piping bag yang ujungnya dipotong sedikiit. Pertama outlinenya dulu. Setelah selesai, diisi bergantian warna kuning dan merahnya sesuai kebutuhan. Setelah jadi, dilapis sekali lagi dengan buttercream supaya lebih tebal. Belakangan aku tau, kenapa dilapis lagi, supaya pada saat si buttercream ini lumer, gambarnya tetep solid dan bagus.


Setelah jadi, masukkan ke freezer semalaman. Besoknya, voila! Tinggal kelupas kertasnya, lalu tempel di atas cake.


Oya, karena bujetnya pas-pasan, base cake aku pakai resep Buttercake 2 telur seperti disini nih.. Ngga pakai banyak telur, tapi tetep enak..
Cake-nya sendiri aku bikin di 6 loyang ukuran 20 x 20 cm, lalu disusun dan dilengketkan dengan buttercream. Alasnya spesial aku minta tolong hubby untuk bikin, karena ngga ada yang jual ukuran segitu boo'..
Idealnya (lagi), untuk cake ukuran segini menghabiskan 3 kg buttercream. Supaya seluruh permukaan tertutup rapi dan ngga berkontur.. Hehehehe..

Yasudahlah, yang penting order ini bisa jadi pelajaran buatku. Itung-itung, kursus dibayarin kan.. ^_^


Happy decorating!

Masih tetep setia dan sayang sama resep Japanese Roll Cake yang ini ^_^
Cuma kali ini aku bikin a la rainbow, inspired dari sekian banyak resep rainbow roll cake yang banyak beredar, whether it steamed or baked.

Bukan berarti aku ngga suka resep mereka.. Cuma saja, kalau kukus, aku ngga "berteman baik" dengan klakat warisan ibuku.. Kalau pakai resep roll cake biasa, warnanya ngga akan se-bling-bling kalau aku pakai resep a la Ochikeron ini. Kerna apa? Kerna komposisi kuning telur yang cukup banyak, sehingga warna dasar adonan sedikit kekuningan, ngga putih seperti resep yang aku pakai ini..


Untuk resepnya aku ngga akan bahas ulang. Yang pasti, aku pakai 2 resep langsung, dengan loyang ukuran 27 x 25 cm kalau ngga salah.. Pokoknya yang standar roll cake lah.. *tutup muka*
Kenapa 2 resep? Karena karakteristik resep ini kalau terlalu banyak adukan dia ngga akan mengembang bagus.. Kenapa banyak adukan? Iyalah, secara adonan harus dibagi jadi 6 bagian dan harus diwarnain. Otomatis, ngaduk lagi kan, supaya warnanya rata..

Nah, setelah 6 adonan berwarna itu siap, masing-masing bagian adonan boleh dimasukkan ke dalam 6 plastic piping bag yang berbeda. Lubangin ujungnya, kira-kira diameter 1 cm, lalu semprotkan adonan secara berurutan ke dalam loyang yang sudah dilapis parchment paper.


Kalau males, adonan boleh disendokin kok.. Sedikit-sedikit sampai seluruh adonan tertuang habis ke loyang.
Lalu panggang seperti biasa.. Ikut step di resep sebelumnya ya..

Ng.., isiannya apa? You name it. Kali ini aku pakai whipped cream seperti biasa. Cake jenis ini sangat enyak kalau dipadu dengan whipped cream tebal, dan dimakan dingin.. Yummm..


Happy rolling..!
Setelah Hidden Heart Cake kemarin, sekarang aku mau sharing jenis hidden heart lainnya.. Resepnya masih setia sama resep JRC yang ini karena emang udah paaaas banget buat aku.. ^_^
Oya, buat yang baru menyimak, JRC itu kependekan dari Japanese Roll Cake alias roll cake lembut bermotif dengan filling krim lembut yang biasanya dipadukan dengan buah-buahan segar. 



Bagaimana memasukkan "hati" ke dalam roll cake?
Prinsipnya sama dengan Hidden Heart Cake kemarin, hati-nya dibikin dulu, lalu diisikan ke dalam roll.. Pake resep apa? Ya resep base JRC itu tadi, supaya teksturnya sama. 
Bikin 1 resep lagi tanpa motif langsung diwarna pink untuk hati-nya. Lalu panggang, boleh pakai loyang loaf atau loyang 20 x 20 cm. 
Setelah matang, cetak bentuk hati dengan cookie cutter. Seberapa banyak? Sampai habis cake juga boleh kok.. :))



Nah, untuk cake yang di roll, ya, bikin 1 resep seperti biasa laah.. Disini aku bikin dengan motif hati kecil-kecil dengan warna pink supaya nyambung dengan warna hati yang udah dicetak duluan.

Sekarang, how-to.
Letakkan cake yang akan di roll di atas kertas roti. Lalu olesi dengan whipped cream agak tebal di atasnya. Ratakan.
Susun potongan hati (eeaaaaa...) diatas cake yang sudah dilapis whipped cream, tepat di bagian tengah, memanjang, rapat. Naruhnya dibalik ya, bagian yang bersudut ada di atas.


Setelah tersusun rapat, tangkupkan kedua sisi cake sampai membungkus hati didalamnya. Rapikan gulungan, lalu simpan dulu di kulkas sampai gulungan cukup keras dan set.

Setelah cukup set gulungannya, boleh dipotong-potong, lalu nyummmm..


Happy rolling!
 

 

Kata temanku, ini mega proyekku.. ^_^
Berbekal ide dari salah satu fanpage di facebook, dan ke-bisa-anku membatik di JRC, coba-coba digabung, jadilah Kawung Taart pesanan sang teman baik untuk kakaknya yang lagi ulang tahun.

Base cake-nya ada 3 lapis, 2 lapis sponge cake coklat biasa, resepnya bisa dilihat disini, yang satu lagi dari sisa batter untuk cake motif kawung-nya. 
Resep kawung cake nya aku comot dari resep Mini JRC, aku pakai 2 resep. Sebagian untuk kawung cake, sebagian lagi untuk satu lapisan base cakenya.
Untuk krimnya, aku pakai whipped cream seperti biasa, cuma ditambah sedikit gula supaya lebih terasa manisnya.


Resepnya ngga usah aku tulis ulang, karena link nya udah aku kasih di atas. Tapi yang aku mau share adalah how-to-built nya..

Di foto ini terlihat ada 2 bagian cake: 1 bagian untuk base dan 1 bagian lain untuk lapisan kawungnya.



Base cake ditumpuk seperti biasa. Lalu lapisan kawung dipotong setinggi base cake, lalu dilingkarkan di bagian tepi base sampai menutup seluruh lapisan. Jangan lupa, olesi dulu bagian sampingnya dengan krim supaya lapisan kawung-nya dapat menempel dengan baik.
Setelah itu, rapikan bagian atas sesuai selera..


Happy decorating!