Tampilkan postingan dengan label Dessert. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dessert. Tampilkan semua postingan

Bikin kelepon yuk! 

Mumpung lagi punya ubi ungu cakep banget. Dan piaraan kelapa muda parut di friser 😎




Kelepon Ubi Ungu


Bahannya:

150 gr tepung ketan putih

200 gr ubi ungu kukus, haluskan

½ sdt garam halus

150-175 ml air (sampai adonan bisa dipulung)

Air untuk merebus

1 lbr daun pandan


Bahan isi:

75 gr gula merah serut


Bahan taburan:

½ btr kelapa, parut

¼ sdt garam halus

1 lbr daun pandan

➡️ campur rata dan kukus 15 mnt


Cara membuatnya:

- Campur ubi ungu, tepung ketan, dan garam, aduk rata. Tambahkan air, sedikit demi sedikit, sambil diuleni, sampai adonan asal bisa dipulung. Jangan terlalu lembek ya, nanti bleberan. 

- Ambil sedikit adonan, bentuk bulatan, isi dg gula merah. Lakukan sampai semua adonan habis. 

- Rebus air dan daun pandan. Setelah mendidih, kecilkan api, masukkan bulatan adonan, lalu rebus hingga adonan mengapung tanda sudah matang. Angkat, lalu gulingkan ke kelapa parut yg sudah dikukus. 

- Sajikan. 


Selamat rikuuukk 🍉

IDFB cook book challenge bulan ini sungguh menantang: Masakan Timur Tengah. Meskipun aku termasuk penyuka masakan dari sana, jujur, belum pernah membuat satu macampun - from the scratch. Bahannya bikin keder! Belum lagi masalah takaran, takut kurang pas akhirnya malah ngga termakan. Dilemma.

Akhirnya suatu siang, ngga sengaja mampir makan siang di sebuah rumah makan khas Timteng dengan Yanti, my partner in crime 😁 Daan, dessert yang kami pilih adalah puding roti khas daerah situ: Umm Ali. Nah, ini cukup simple kalau mau bikin sendiri..


Kenapa dinamakan Umm Ali?
Konon menurut gosip yang berdedar di Wikipedia, masakan ini dibuat oleh istri pertama penguasa Mesir pada saat itu (Ezz El-Din Aybek) untuk merayakan kematian Umm Ali (Shagaret El Dorr) yang mana adalah istri kedua dari pak Ezz tersebut.
Setelah Umm Ali dibunuh, nyonya Ezz memerintahkan koki terbaiknya untuk membuat hidangan penutup yang paling lezat untuk dibagi-bagikan ke seluruh penjuru Mesir sebagai ungkapan suka cita. Hidangan lezat yang terbuat dari puff pastry, susu, dan buah-buahan inilah yang akhirnya dikenal sebagai Umm Ali.

Sebenarnya cukup ironis ya, makanan enak versus cerita kelam. Tapi ya sudahlah, ayo kita move on. Masuk dapur. Eh, gugling resep. Kurang lebih sama ya bahan yang dipakai secara garis besar. Dan inilah versiku, sesuai bahan yang ada

Bahannya:
2 pak genji pie 
300 ml susu UHT
100 ml krim kental 
Kismis
Almond
Kayu manis bubuk

Cara membuatnya:
Panaskan oven 170° C.
Siapkan pinggan tahan panas atau casserole. 
Remukkan genjie pie, jangan sampai terlalu hancur. Letakkan setengah bagiannya di dasar pinggan. Taburi kismis dan almond di atasnya, tutup dengan setengah bagian genji pie sisanya. Taburi lagi dengan kismis dan almond. 
Tuang susu UHT ke dalam pinggan, tidak perlu diaduk.
Terakhir tuang krim kental di atasnya, kemudian taburi dengan kayu manis bubuk.
Panggang selama 15-20 menit saja.
Setelah matang, keluarkan dari dalam oven, lalu sajikan hangat.


Cukup simple kan? Ngga sampai 30 menit sudah siap saji. Bikin yuk..


Happy baking!


Satu lagi kegiatan seru IDFB di bulan ini, tepatnya tanggal 20/04/16 lalu. Kali ini bekerjasama dengan Bungasari Flour Mills Indonesiamengadakan Cake Shop Recipe Class membuat cake istimewa: Sacher Torte. 




Kelas dimulai jam 09.30 pagi. Diawali dengan perkenalan dan penjelasan  oleh mas Danny tentang apa saja produk tepung dari Bungasari dan keunggulannya. Ternyata variannya cukup lengkap lho! 

Secara garis besar ada dua; Premium dan Super Premium. Bedanya apa? Jelas beda, kelas Super Premium menjanjikan hasil yang jauh lebih sempurna daripada yang Premium. Harga juga sudah pasti beda dong... *grin


Dan kalau berdasar jenisnya ada tiga kategori; Protein Tinggi, Protein Sedang, dan Protein Rendah. Jangan salah pakai tepung terigu ya, karena dengan pemakaian yang tepat hasilnya akan bisa maksimal.



Daaan, satu lagi keunggulan produk dari Bungasari; mereka mengklaim bahwa produk tepung terigunya memiliki butiran paling halus dan paling bersih se-Indonesia karena menggunakan teknologi terkini dalam proses produksinya. Bahkan bahan baku gandum yang digunakan pun hanya yang berasal dari Australia, Kanada, dan Amerika, negara-negara penghasil gandum terbaik di dunia saja.

Setelah sesi penjelasan produk, selanjutnya kami diberi pencerahan tentang tips-tips penting seputar pembuatan cake berdasar jenisnya oleh Chef Kelik.

Pada umumnya ada tiga macam cake; Sponge Cake, Chiffon Cake, dan Pound Cake. 

Ketiganya memiliki karakteristik berbeda dan handling berbeda pula. Mulai cara pengocokan adonan, penggunaan alas loyang yang tepat, sampai proses pembakaran, seluruhnya juga dijelaskan secara gamblang dan detail. Jadi meskipun bahan utama yang dipakai kurang lebih sama, tetapi dengan metode berbeda hasilnya juga akan berbeda. Wah. 

Setelah penjelasan selesai, waktunya acara inti: praktek bikin Sacher Torte. Yeay..!
Buat yang belum tahu, Sacher Torte ini adalah salah satu dessert istimewa berupa cake cokelat (torte) yang ditemukan oleh Frans Sacher, seorang berkebangsaan Austria pada pertengahan abad ke 19. Silahkan googling sendiri ya kalau mau sejarah lengkapnya.

Lanjut...

Dapur di gedung Bungasari Innovation Center ini asyik banget lho. Cukup luas, besih, lengkap, dan pencahayaan juga bagus. Iya dong, buat motret doong.. *kibas kerudung
Oya, intermezzo sikit, setiap weekend mereka buka baking class untuk umum dengan biaya yang sangat reasonable. Jadwalnya bisa dilihat di facebook fan page Dapur Inovasi Bungasari.

Kami ber-15 dibagi menjadi 3 grup. Aku ada di grup 2 bareng mbak Tika, mbak Dita, mbak Anita, dan mbak Memez. Tiap grup bikin 2x resep yang nantinya akan dijadikan 6 loyang berdiameter 15 cm. Lebih 1 loyang buat2 icip-icip. 5 loyang lainnya kita bawa pulang masing-masing. Asyiiikk..!


Para tim rusuh :D

Proses kerja berlangsung seru dan heboh. Chef Kelik dan Chef Latief bergantian mendampingi ketiga grup selama proses kerja. Mulai dari scratch sampai sudah jadi cake yang cantik. Seru, iya. Heboh, banget.


Resep Sacher Torte ala Bola Salju dari Bungasari


Proses pembuatan base cake untuk Sacher Torte


Proses dekor Sacher Torte

Dan inilah hasil kreasi Sacher Torte grup kami. Ngga kalah cantik dengan yang dijual di cafe kan? Tinggal siapkan secangkir kopi, voila! Berasa ngopi di cafe.. *uhuk



Biar kekinian, foto sama Chef ^^

Ada sedikit surprise dari Chef & tim Bungasari, ternyata mereka memilih 2 pemenang berdasar review hasil kerja. Alhamdulillah, punyaku terpilih jadi terbaik kedua setelah punya mbak Arni. Hihihi.. Lumayaaan, dapat souvenir cantik dari Bungasari. Thank you!


Kecentilan pakai macaron kuneng ^^



Ngga terasa sudah jam 3 sore. Kegiatan seru kali ini harus sudah diakhiri. Seperti biasa, sesi terakhir adalah sesi foto bareng plus icip-icip hasil kerja. Enak banget sodara-sodara! Tekstur cake yang lembut plus selai blueberry, masih pula pakai ganache cokelat, heaven. Sorga. Kayaknya harus diulang bikin sendiri nanti di rumah. Mumpung dapat goodie bag 6 kilo tepung terigu *nyengir* Iya, enam kilo! 


Hati riang pulang bawa kue enak plus tentengan segambreng. 
Ahahah.. Kapan-kapan lagi yaaaa..


Thank you Bungasari untuk one fine day-nya..! Thank you juga IDFB *smooch*




BUNGASARI INNOVATION CENTER
PT Bungasari Flour Mills Indonesia
Jl.Taman Pakubuwono 6 No.11 Jakarta Selatan
Phone : +62 21 724 3394







Pertama baca kata "schuimpjes", yang terbersit adalah gimana cara membacanya? Syumches atau gimana? Ahahaha.. Coba dengerin dari sini ternyata bacanya "sykhamches" or something like that *nyengir*

Pertama bikin, masih jaman dudul baru kenal oven, ngga ngerti trick-nya, asal hajar bleh, walhasil gatot lah. Mimpes dan gosong dengan bahagia. Bisa sih dimakan, tapi udah pahit dan lengket banget. Ahahaha.. Sudahlah, masa lalu.

Masa kini.
Sebelumnya udah pernah sih bikin Pavlova, jadi kali ini udah lebih ngertilah handling-nya harus gimana. Secara samasama meringue cookies, kan? Meskipun resepnya agak beda sedikit.

Resep aku sadur bebas dari Laura's bakery. Kalau mau ngintip aslinya monggo silahkan.



Bahannya:
140 gr putih telur
200 gr gula kastor
1 sdt cuka masak
1/2 sdt vanilla
10 gr maizena

Caranya:
Panaskan oven 100° C. Siapkan loyang kue kering, alasi dengan kertas roti, sisihkan.
Kocok putih telur hingga berbuih, masukkan cuka masak dan vanilla. Kocok hingga berwarna putih.
Masukkan gula sedikit demi sedikit sambil terus dikocok dengan mikser berkecepatan tinggi sampai teksturnya halus berkilat.
Terakhir, masukkan maizena, kocok dengan mikser kecepatan rendah hingga rata. Matikan mikser.
Semprotkan adonan meringue ini ke atas loyang sesuai selera. Aku pakai spuit 1M punya Wilton.
Panggang selama kurang lebih 60 - 75 menit. Kemudian matikan api. Biarkan tetap berada di dalam oven dengan pintu yang sedikit dibuka, hingga dingin dan mengeras. Pada saat baru matang, teksturnya masih agak lembek meskipun permukaannya kering sentuh. Biarkan saja, nanti akan keras sendiri.
Sajikan. Simpan dalam wadah tertutup rapat, masukkan ke lemari pendingin supaya lebih awet renyahnya.

Untuk alternatif, schuimpjes ini bisa disajikan dengan strawberry compote. Bikinnya gampang.



Bahannya:
1 cup strawberry, potong-potong
3 sdm gula kastor
1 sdt air jeruk lemon

Caranya:
Masak jadi satu dengan api sedang hingga mengental. Sajikan segera. Kalau kelamaan bisa lembek schuimpjes-nya.


Yuk, bikin..
Happy baking!


Finally, this Old-fashioned Pumpkin Pie has been executed 😁
Punya kabocha dua gelundung dipiara sejak nyaris 2 bulan lalu akhirnya aku berdayakan. Sebenarnya sebelumnya udah aku bikin chiffon, tapi hasilnya masih belum pas, jadi tayangnya ntar aja kalau udah oke. 

Pilihan jatuh ke pumpkin pie. Nanya simbah, sepertinya resep Simply Recipes terlihat enak. Lalu pie crust, maunya yang eggless menyadur punya Eugenie Kitchen karena bahan pumpkin curd nya udah lumayan berkalori. Nggaya pake ngitung kalori segala.. Ehehehe..

Yukmari, langsung saja.



Bahan pie crust:
200 gr tepung terigu
110 gr mentega dingin
2 sdm gula pasir
2-4 sdm susu cair

Bahan pie curd:
1 cup purée labu kuning (aku dapat dari 1/3 kabocha kukus yang dihaluskan)
3/4 cup whipped cream
1/4 cup gula pasir
1 telur utuh
1 kuning telur
Sejumput kayu manis bubuk
Sejumput pala bubuk
Sejumput cengkeh bubuk



Cara membuat:
Siapkan 12 buah cetakan pie diameter 7 cm (ukuran A). Panaskan oven 170°C.
Campur semua bahan pie crust kecuali susu cair, masukkan food processor, aduk hingga berbulir, kemudian tambahkan air dan lanjutkan hingga membentuk gumpalan. Kemudian bagi menjadi 12 bagian, cetak di dalam cetakan pie. Sisihkan.
Campur jadi satu semua bahan pie curd, aduk hingga rata. Tuang adonan ke dalam pie crust, hingga penuh.



Panggang selama 15 menit, kemudian turunkan suhu oven hingga 130°C dan lanjutkan memanggang selama 30-40 menit.
Setelah matang, keluarkan dari dalam oven. Diamkan selama 10 menit, kemudian keluarkan dari dalam cetakan. Sajikan.


Enak, sodara-sodara.
Happy baking!

Bikin cake yang satu ini selalu deg-degan. Kenapa? Takut rembes. Secara ini pake au bain marie, kans untuk rembes dan basah bawahnya itu selalu ada. Pokoknya pastikan aja, aluminum foil yang dipakai untuk melapisi bebas bocor halus ya..

Berhubung Pak Suami sudah lama rikues "cheesecake yang nyess terus dilapis krim cokelat yang meleleh", mumpung lagi ngga ngapa-ngapain, jadilah proyek hari ini. 


Alhamdulillaah, pada gigitan pertama, ekspresinya itu seperti "whuaaaaaa...!" Syenangnya akuuu.. *joged-joged

Resep JCC aku masih setia pakai resep ini. Pastikan ngocok putih telurnya jangan kebablasan sampai hard peak ya.. Dijamin ambles dengan bahagia hasilnya.
Lalu untuk ganache, pakai resep a la mbak Rina Rinso di sini yang simple aja lah.. Ngga usah dikocok, langsung olesin aja. 

Mau bikin juga? Monggoo..


Happy baking! 


Udah lama kepingin bikin kue ini. Cuma nyalinya belum cukup penuh karena mimpi buruk bikin Schuimpjes dulu. Secara kurang lebih keduanya ini sodaraan, sama-samNah, setelah cari banyak referensi, plus ngobrol sama mbak Metha, barulah aku pede untuk mulai bikin.

Seperti biasa, pencarian resep dimulai. Seperti yg sudah-sudah juga, resep dari Joy of Baking selalu jadi jujugan. Resep-resep mereka mudah diikuti, stepnya jelas, dan ngga jarang udah ada videonya. Jempol.


Bahannya:
120 gr putih telur, suhu ruang
200 gr gula halus (next aku mau kurangin jadi 150 gr)
1/2 sdt vanilla
1 sdt cuka masak
1/2 sdm maizena

Topping:
Strawberry, nenas, kiwi, atau buah lain yang rasanya masam
Whipped cream, kocok hingga kaku
Selai strawberry, cairkan dengan sedikit air panas

Caranya:
- Panaskan oven 110˚C. Siapkan loyang kue kering, alasi dengan kertas roti. Sisihkan.
- Kocok putih telur hingga mengembang lembut. Kemudian masukkan gula sedikit demi sedikit. Kocok hingga seluruh gula tercampur rata. Pastikan adonan lembut, tidak terasa berpasir jika dipegang jari.
- Masukkan cuka masak, kocok dengan kecepatan rendah hingga rata.
- Masukkan maizena, kocok sebentar hingga rata.
- Semprotkan adonan ke atas kertas roti. Boleh ukuran besar +- 20 cm, atau dibuat kecil-kecil sesuai selera.

- Panggang selama 60 menit hingga permukaan kering dan agak retak.
- Setelah matang, matikan oven, biarkan meringue berada di dalam oven hingga dingin sempurna. Setelah benar-benar dingin, meringue ini dapat disimpan di dalam wadah tertutup selama beberapa hari di dalam chiller.
- Beri topping whipped cream di atas meringue, olesi dengan selai strawberry cair dan buah-buahan.
- Sajikan segera.



Seger. Paduannya pas antara manis dan rasa masam buah-buahan. Yang pasti, akyu udah ngga penasaran lagiii.. ^_^

Happy baking!





Akibat ditanyain adekku resep roti goreng. Eh? Aku belim pernah bikin. Cuma pernah lihat pas Umi-ku dulu bikin aja, sih.. Disendokin langsung masuk minyak panas.

Setelah gugling, dapetlah resep dari mbak Diah Didi ini. Diperhatikan kok gampang, ngga pake lama, cuma fermentasi 30 menit aja. Mari kita lesgo..!


Bahannya:
2 butir telur
50 gr butter
50 gr gula (next akan aku tambah krn kurang manis)
200 ml susu cair
6 gr ragi roti
300 gr terigu
1/2 sdt garam
Minyak untuk menggoreng

Caranya:
- Campur telur, butter, dan gula, aduk rata dengan balloon whisk.
- Masukkan susu, ragi, dan garam, aduk lagi sampai rata.
- Masukkan terigu, aduk lagi hingga seluruhnya tercampur rata. Adonannya akan terlihat lembek.
- Tutup adonan dengan plastik bersih, istirahatkan selama 30 menit.
- Cetak adonan sesuai selera lalu langsung digoreng hingga matang. Boleh dicetak dengan bantuan 2 sendok makan, boleh juga dengan bantuan piping bag.
- Setelah matang, angkat, tiriskan, sajikan dengan isian atau topping sesuai selera.


Gamfang dan cefaat..
Happy cooking!
Kenapa judulnya pake tanda kurung segala, karena bisa dijadikan keduanya; cupcake dan cake.
Banyak orang bingung menanyakan: "resep cupcake apa ya..?" Padahal, semua resep cake bisa dijadikan cupcake pun sebaliknya. Bahkan muffin pun bisa dijadikan cake. Ngga percaya? Coba aja.

Resep ini aku sadur bebas dengan modifikasi sendiri dari blognya Just Try & Taste yang beken dikalangan penggila baking seperti akyuh..
Hasil akhirnya, aku percaya bahwa yang ini lebih moist.. Enak mana? Selera. Itu juga tergantung bahan yang dipake.. Beda dong, pakai full butter dengan pake margarin biasa.. :p


Bahannya:
- 345 gr tepung terigu 
- 1/2 sdt baking soda
- 1 sdt baking powder
- 1 1/2  sdm bubuk coklat
- 1 sdt garam
- 2 btr telur ukuran besar (aku: 3 btr telur ukuran sedang)
- 375 ml mentega/margarine, dicairkan (aku: 200 gr mentega dicairkan + 170 ml minyak)
- 300 gr gula pasir
- 250 ml krim kental + 1 sendok makan white vinegar, diamkan 10 menit (aku: pakai susu UHT + cuka makan)
- 2 sdm pewarna merah makanan cair (aku: 2 sdt)
- 1 sdt vanila ekstrak
- 1 sdt distilled white vinegar, bisa diganti dengan air jeruk nipis/lemon (aku: cuka makan)

Caranya:
- Panaskan oven 160-170C. Siapkan cupcase sebanyak 20-24 pcs atau loyang berukuran 26x26 cm atau 2 buah loyang bulat diameter 20 cm. Olesi loyang dengan margarin, dan lapisi dengan kertas roti, olesi margarin tipis sekali lagi. Sisihkan.
- Dalam mangkuk besar, ayak tepung terigu, coklat bubuk, baking soda, dan baking powder. Sisihkan.
Kocok mentega dan gula pasir, dengan speed sedang hingga tercampur baik. Tambahkan telur, pewarna merah, vanila ekstrak, garam dan vinegar, kocok dengan speed sedang hingga rata dan kental. 
- Kurangi kecepatan mikser menjadi paling rendah. Masukkan tepung terigu dan buttermilk secara bergantian dan bertahap sambil terus dikocok hingga tercampur baik. Matikan mikser.  Jangan terlalu lama mengocok jika tepung telah masuk ke adonan karena akan membuat cake menjadi keras. 
- Masukkan adonan ke dalam mangkuk cupcake, isi adonan hingga setinggi 3/4 tinggi mangkuk. Panggang di dalam oven selama 20 - 25 menit, putar-putar loyang selama dipanggang agar kue matang merata. Jika menggunakan loyang, panggang selama 25-30 menit hingga matang. Jangan overbake, karena akan membuat tekstur kue menjadi kering. 
- Setelah matang, keluarkan dari dalam oven, biarkan dingin, lalu sajikan dengan krim keju atau whipped cream biasa.


Happy? Yes. Indeed.
Happy baking!

Pelihara resep ini udah sejak dari tahun lalu, sejak mas Icho published di milis. Tapi ya gitu, tetep aja disimpan sampai tiba waktunya.. Ehehehe.. Katanya sih, ini apple pie favoritnya Barack Obama. Penasaran, maka itu resepnya aku simpan dengan seksama..


Bahan:
Kulit:
420 g tepung terigu
60 g gula pasir
1 1/2 sdt garam
300 g mentega tawar, potong kecil-kecil
90 g mentega putih, potong-potong (aku: margarin)
125 ml air es
Isi:
1 kg apel merah, kupas, potong kasar (aku: apel Granny Smith)
225 g gula pasir
125 ml madu
50 g tepung maizena
1 sdt vanili bubuk
1/2 sdt kayu manis bubuk
1 buah jeruk lemon, ambil airnya, parut kulitnya (aku: skip, udah masam)

Cara membuat:

Kulit: Masukkan bahan kering ke dalam food processor.
Tambahkan mentega dan mentega putih. Proses hingga berbutir kecil.
Tambahkan air es, proses hingga menjadi adonan.
Bagi adonan menjadi 2 bagian. Bulatkan dan bungkus plastik.
Simpan dalam lemari es selama 1 jam atau semalaman.
Tipiskan adonan hingga berdiameter 30 cm.
Masukkan ke dalam loyang pie diameter 22 cm, biarkan sisa adonan selebar 2,5 cm.
Simpan adonan dalam lemari es selama 30 menit.
Beri pemberat berupa kacang-kacngan di bagian tengah kulit pie.
Panggang dalam oven panas 180 C selama 30 menit. Angkat.
 
Isi: Masak semua bahan dalam panci.
Aduk-aduk hingga berair dan agak kental. Angkat dan dinginkan.
 
Penyelesaian: Tuangkan bahan isi ke dalam kulit pie.
Gilas kulit pie yang satu hingga berdiameter 30 cm.
Tutupkan ke atas pie, olesi putih telur kocok sambil tekan-tekan kelilingnya dengan garpu hingga rapi.
Taburi permukaan pie dengan gula pasir.
Panggang kembali selama 30 menit hingga kuning keemasan.
Angkat dan biarkan selama 1-2 jam sebelum disajikan.


Emang enak kok ini.. Berarti pinter pak Obama milih cemilan.. ^^
Happy baking!



Bikin yang seger-seger yuuukk..
Baru aja selesai "tantangan" resep-resep a la Sunda, dan inilah resep penutupnya setelah 2 minggu terakhir kejar-kejaran sama jadwal..
Bikinnya gampang, sebenernya.. Yang rempong cuma es serutnya, kalo kita ngga punya alatnya. Belum coba pakai blender sih.. 


Bahannya:
-          150 ml air
-          25 gr gula merah
-          25 gr tepung hunkwe
-          Sejumput garam
-          1 lembar daun pandan
Bahan sausnya:
-          300 ml santan
-          100 gr gula merah
-          Sejumput garam
-          1 lembar daun pandan
Bahan pelengkapnya:
-          Daging kelapa muda
-          Daging buah alpukat
-          Es serut

Cara membuat:
1.      Rebus air dan gula merah hingga mendidih, lalu saring, buang ampasnya.
2.      Tambahkan tepung hunkwe, garam, dan daun pandan. Lalu masak hingga mengental. Tuang ke dalam wadah, diamkan hingga mengeras. Sisihkan.
3.      Bikin sausnya: aduk rata santan, gula merah, garam, dan daun pandan. Masak dengan api kecil hingga mendidih. Setelah matang, matikan api, dinginkan.
4.      Atur dalam gelas saji: kelapa muda, alpukat, dan potongan goyobod. Beri es serut di atasnya. Tuang sausnya.
5.      Sajikan segera.

Alhamdulillaah, segerrrr...

Happy icing!