Tampilkan postingan dengan label Fish. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fish. Tampilkan semua postingan
Lagi rajiiiinnn 😅

Udah lama sih ngangen² pengen Pampis Cakalang. Cuma kalau bikin sedikit malu sama bumbu yg sehohah. Apalagi serumah sini cuma aku yg maniak makan ikan. Paksu & Bimo masih lumayan meskipun agak milih jenis ikannya.

Sejak menulis beberapa resep masakan Manado beberapa tahun lalu, lidahku jadi nagih sama masakan daerah sana. Kapan hari sempat bikin Ayam Woku, Alhamdulillaah cuma aku yg suka 😅 Penduduk di mari seleranya masakan Jawa tulen, jadi begitulah. 

Qadarullaah, untuk latbar NCC Malang besok kita harus bawa potluck. Jadilah hari ini aku masak pampis, tapi pakai pindang ikan Tongkol yg gedey itu. Masih sosodaraan lah ya, mereka berdua. Kalo bisa dapet Cakalang fufu sih lebih nendang lagi rasanya.

Secara garis besar aku pakai resep dari Xanderskitchen, idola sejuta emak Indonesia 😉  Resep yg kutulis di bawah ini sudah dengan penyesuaian kanan kiri yes.


Bahannya:
- Separuh bagian pindang tongkol yg gede, suwir²
- Air jeruk nipis
- Daun kemangi, petik
- Minyak  goreng utk menumis
- Garam
- Gula

Bumbu yg dirajang halus:
- 2 btg sereh
- 5 lbr daun jeruk
- 2 lbr daun kunyit,
- 1 lbr daun pandan
- 2 btg daun bawang

Bumbu yg dihaluskan:
- 12 btr bawang merah
- 6 siung bawang putih
- 10 bh cabe keriting merah
- 15 bh cabe rawit
- Seruas kunyit
- Seruas jahe


Caranya:
- Panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai harum. Lalu masukkan bumbu rajang, masak hingga bumbu matang & harum.
- Masukkan suwiran Tongkol, dan air jeruk nipis, aduk rata. Tambahkan sedikit air kalau perlu. Masak hingga bumbu meresap.
- Terakhir, masukkan kemangi, garam, dan gula. Tes rasa jangan lupa ya. Aduk rata. Masak hingga semua bumbu meresap dan air mengering.
- Sudah selesai. Tinggal ambil nasinya.


Mari makang!
Sudah lama sih masak sambal ini. Baru inget untuk upload di blog.. *nyengir

Sambal ini berasal dari daerah Aceh. Rasanya asem seger, karena ada belimbing sayur / belimbing wuluh di dalamnya. Selain memperkaya rasa, penggunaan belimbing wuluh di dalam masakan ternyata juga bisa mengurangi aroma amis pada ikan laut lho. Coba aja. 
Nah kalau ngga ada belimbing wuluh gimana, bisa diganti jeruk nipiskah? Ya, bisa aja siih.. Tapi rasanya ngga akan se-cetar kalau kita pakai belimbing wuluh ini. 

Yuk laah..



Bahannya:
50 gr ikan teri medan kering
3 buah cabai rawit merah
3 siung bawang merah1 siung bawang putih
3 lembar daun jeruk, buang tulangnya, iris halus
3 buah belimbing sayur ukuran sedang, buang bijinya
Minyak untuk menggoreng
Garam, bila perlu

Cara membuatnya:
Rendam ikan teri medan kering dalam air sebentar, lalu tiriskan. Goreng hingga kering. Angkat, tiriskan. Sisihkan.
Haluskan cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih. Jangan terlalu halus.
Masukkan belimbing sayur, haluskan asal saja sampai keluar airnya.
Tambahkan irisan daun jeruk dan ikan teri yang sudah digoreng, ratakan sambil agak ditekan supaya sambal meresap. Tambahkan garam bila perlu.
Sajikan. 



Siapin nasi agak banyak yaaa.. Ahaha..
Happy cooking!


Makin kesini makin suka dengan masakan Manado. Slightly mirip dengan masakan Bali, kaya cita rasa. Semua bahan yang dipakai keluar rasanya. Bumbunya ngga tanggung macam masakan Jawa.

Salah satu yang jadi favoritku adalah Sambal Cakalang Fufu. Iya mirip pampis cakalang, tapi ini bumbunya diulek. Yang masih terasa asing dengan jenis ikan ini, mari jo intip dimari ya..


Bahannya:
250 gr daging ikan Cakalang fufu
8 buah cabai merah keriting
8 buah cabai merah rawit
6 siung bawang merah
3 siung bawang putih
1 sdt terasi
1 sdt garam
2 lembar daun jeruk, buang tulangnya
1 batang serai, ambil putihnya
2 buah jeruk limau
2 batang kemangi, ambil daunnya
4 sdm minyak goreng
2 sdm air

Caranya;
1. Kukus daging ikan Cakalang fufu hingga cukup lunak. Angkat, lalu suwir-suwir. Sisihkan.
2. Haluskan bahan sambal: cabai merah keriting, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, terasi, dan garam. Sisihkan.
3. Iris halus daun jeruk dan serai. Sisihkan.
4. Panaskan minyak, tumis bahan sambal yang sudah dihaluskan hingga matang dan harum. Masukkan suwiran ikan cakalang, aduk rata. Tambahkan air, masak hingga benar-benar matang.
5. Tambahkan daun kemangi dan perasan air jeruk limau, aduk hingga rata dan kemangi menjadi layu. Setelah matang, angkat.
6. Sajikan dengan nasi hangat.


Pesanku cuma satu, jangan khilaf. Dangerously delicious.

Happy cooking!
Ini Indonesia! 
Negeri yang sangat kaya dengan ragam budaya dan kulinari. Mumpung libur, waktunya explore kuliner yang lainnya. Ngga bosan makan nasi Padang melulu di kantor? 

Kali ini aku mau coba yang namanya Gabus Pucung. Lokasinya di daerah Kebayunan - Leuwinanggung - Depok, di bawah jalur toll. Gosipnya warungnya biasa aja, tapi selalu ramai karena di situlah ada Gabus Pucung terenak. Hmmm.. Di sebelah mana pula ini? 



Ternyata jalannya memang masuk kampung! Ohemji.. Lewat sini paling enak pakai mobil yang kecil dan kompak macam Toyota Agya itu. Ukurannya yang ngga terlalu besar, pasti enak kalau lewat jalan sempit begini. Irit pula. Lumayan kan, kalau masih pakai acara nyasar? 

Dan bener deh, warungnya biasa aja. Jauh dari kesan fancy. Di bawah jalur toll pula. Hadeuuh.. Tapi jangan understimate duluuu.. Ayo masuk! Suasana di dalamnya juga biasa banget, tipikal warung di kampung. Menunya macam-macam, tapi yang paling banyak dicari adalah Gabus Pucung itu. Oke, pesan satu. Satu lagi aku pesan Pecak Gurame. Let's see..


Pesanan datang! Komplit dengan lalapan dan sambal ijo.



Dan, inilah dia Gabus Pucung, masakan ikan Gabus yang dimasak dengan kuah berbumbu pucung / keluwek. Mirip rawon, tapi ini pakai ikan, bukan daging. Kuahnya agak lebih kental daripada rawon daging sapi. Dan yang paling istimewa, rasa daging ikan Gabus yang lembut menyerap bumbu dengan sempurna.  Enak? Banget! 


Dan yang ini adalah Pecak Gurame. Ikan Gurame goreng, yang disiram kuah yang kaya rempah. Rasanya pedas, hangat di perut, dan ada sedikit rasa asam dari perasan jeruk limau. Enak!



Ngga salah deh, gosip itu. Masakan di warung ini bener-bener menggugah selera. Dangerously delicious! Ngga rugi lah jauh-jauh ke sini untuk makan siang yang istimewa. 


Harga? Aman. Makan sampe keringetan dan perut kenyang ngga nyampe bayar limapuluh ribu untuk berdua..




Hellooww.. Yuuhuu.. 
Kelamaan semedi di goa, sampai lupa caranya login ke blogger :') Terakhir beberes blog ini bulan Juni lalu kalau ngga salah. Sekarang bulan Oktober. Iyep. Nyaris 4 bulan. Fuih. *lap keringet*

Kali ini mau sharing resep Sambal Roa. 



Sambal ini aku bilang istimewa, karena ikan roa-nya susaaaah sekali didapat. Roa adalah sejenis ikan laut berukuran 20-25 cm yang cuma ada di daerah Ternate saja. 
Ini aja kalau bukan Yanti, my partner in crime, yang dapet, ya belum tentu bisa dibikin. Mau diganti sama ikan lain ya ngga akan dapetlah sensasinya.



Pertama kali aku makan Sambal Roa ini waktu masih tinggal di Bali, waktu entertain orang di rumah makannya Pak Bondan, as a side dish of singkong goreng yang lembut. Sejak itulah, aku jatuh cinta. Heuheuheu..

Straight to the point, ini resepnya..


Bahannya:
-          10 ekor ikan roa asap kering
-          10 siung bawang merah
-          3 siung bawang putih
-          8 buah cabai merah besar
-          4 buah cabai rawit merah
-          1 sdt garam
-          1 sdt gula
-          4 sdm minyak goreng
-          2 sdm air

Cara membuatnya:
1. Bersihkan ikan roa, ambil dagingnya, suwir-suwir, lalu haluskan dengan food processor atau blender. Lalu sangrai hingga matang dan harum. Angkat, sisihkan.
2. Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai merah besar dan cabai rawit.
3. Panaskan minyak goreng di atas kompor dengan menggunakan wajan bekas menyangrai ikan roa, tumis bumbu sambal yang dihaluskan hingga matang dan harum.
4. Masukkan ikan roa halus yang sudah disangrai, tambahkan garam dan gula, aduk hingga rata. Tambahkan air, aduk rata. Masak hingga matang dan bumbu meresap sempurna.

5. Angkat, lalu sajikan.


Happy cooking!
Awas jarum timbangan geser ke kanan :p