Tampilkan postingan dengan label Main course. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Main course. Tampilkan semua postingan

Pertama kali bikin bebek panggang ala HongKong ini. Asli uji nyali karena belum pernah sama sekali bikin olahan dari unggas yg satu ini. 




Di WAG TJ sih ada mb Estuty yg sering bikin beginian. Yg bikin keder adalah proses masaknya yg sampe 2-3 hari 😬 Sabar banget kan yaa diatuuu.. Makanya aku rada nganu waktu Paksu rikwes bikin bebek ini.


Iseng gugling, ada yg cuma 2 jam-an aja. Ywd yuk dikerjakan!


Bebek Peking Panggang ala HongKong

- resep asli dr sini  -


Bahannya:

1 ekor bebek peking ukuran sedang (1 kg)

1½ lt air

4 cm jahe, memarkan

4 siung bawang putih, memarkan

50 g bawang bombai, potong kotak 2 cm

2 butir pekak

4 cm kayu manis

1 sdm bumbu ngohiong bubuk

1 sdm saus tiram

1 sdm kecap manis

1 sdm kecap asin

1 sdm angkak, haluskan

1 sdt garam

1 sdm gula pasir

2 sdm madu, untuk olesan


Bahan isi, aduk rata:

2 batang daun bawang, iris 3 cm

3 siung bawang putih, haluskan

50 g bawang bombai, haluskan

3 cm jahe, haluskan

1 sdt bumbu ngohiong bubuk


Caranya:

- Potong bagian kaki dan ekor bebek. Aku pernah lihat yucub, bagian ekor ini ada yg mesti dibuang karena bikin bau. 

- Masukkan bahan isi ke dalam perut bebek hingga bahan isi habis. Jahit perut bebek dengan benang kasur hingga rapat, sisihkan.

- Rebus air bersama bahan² bumbu (selain madu), aduk hingga rata, masak hingga mendidih.

-Masukkan bebek ke dalam rebusan, siram-siram permukaan kulit bebek, lalu rebus selama 90 menit hingga bumbu meresap dan matang. Usahakan bebek kerendam semua biar ngga perlu dibolak-balik. 

Bisa empukkah bebeknya? Bisa! Akupun merasa takjub 😅

- Setelah bebek berwarna coklat kemerahan, angkat, tiriskan bebek. Diamkan sebentar.

- Oles permukaan kulit bebek dengan madu, panggang bebek dengan suhu 180⁰C selama 15 menit

- Angkat, iris bebek sesuai selera, sajikan. Untuk panduan cara ngiris²nya banyak di yucub kalau mau nyontek ya.. 


Sausnya?

Kata mb Febry: pake saus hoisin atau saus plum, biasanya. 

Lalu dapat contekan dr suhu Hana: rajang halus baput tumis sampai kuning dan harum, kasih saus tiram, kecap manis, gula dan minyak wijen.

Cara sesatku karena malas aja: pake cocolan sambal Bangkok 😬

Lalu dikomen Inang Yanti katanya aku belum tobat ngacak² pakem resep..


PR ku sekarang adalah mau diapain kaldu sisa rebusannya? Ada ide? 


Yuk ah, selamat rikuukk 🍉

Lagi rajiiiinnn 😅

Udah lama sih ngangen² pengen Pampis Cakalang. Cuma kalau bikin sedikit malu sama bumbu yg sehohah. Apalagi serumah sini cuma aku yg maniak makan ikan. Paksu & Bimo masih lumayan meskipun agak milih jenis ikannya.

Sejak menulis beberapa resep masakan Manado beberapa tahun lalu, lidahku jadi nagih sama masakan daerah sana. Kapan hari sempat bikin Ayam Woku, Alhamdulillaah cuma aku yg suka 😅 Penduduk di mari seleranya masakan Jawa tulen, jadi begitulah. 

Qadarullaah, untuk latbar NCC Malang besok kita harus bawa potluck. Jadilah hari ini aku masak pampis, tapi pakai pindang ikan Tongkol yg gedey itu. Masih sosodaraan lah ya, mereka berdua. Kalo bisa dapet Cakalang fufu sih lebih nendang lagi rasanya.

Secara garis besar aku pakai resep dari Xanderskitchen, idola sejuta emak Indonesia 😉  Resep yg kutulis di bawah ini sudah dengan penyesuaian kanan kiri yes.


Bahannya:
- Separuh bagian pindang tongkol yg gede, suwir²
- Air jeruk nipis
- Daun kemangi, petik
- Minyak  goreng utk menumis
- Garam
- Gula

Bumbu yg dirajang halus:
- 2 btg sereh
- 5 lbr daun jeruk
- 2 lbr daun kunyit,
- 1 lbr daun pandan
- 2 btg daun bawang

Bumbu yg dihaluskan:
- 12 btr bawang merah
- 6 siung bawang putih
- 10 bh cabe keriting merah
- 15 bh cabe rawit
- Seruas kunyit
- Seruas jahe


Caranya:
- Panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai harum. Lalu masukkan bumbu rajang, masak hingga bumbu matang & harum.
- Masukkan suwiran Tongkol, dan air jeruk nipis, aduk rata. Tambahkan sedikit air kalau perlu. Masak hingga bumbu meresap.
- Terakhir, masukkan kemangi, garam, dan gula. Tes rasa jangan lupa ya. Aduk rata. Masak hingga semua bumbu meresap dan air mengering.
- Sudah selesai. Tinggal ambil nasinya.


Mari makang!

Very late blog post 🙈

-
Hari ini bikin Jangan Kesrut khas Banyuwangi 😋 mumpung kemarin dibawain klenthang sama Umi.


Klenthang adalah buah pohon kelor. Bentuknya panjang & berkulit keras. Yg dimakan adalah bagian dalamnya yg lunak.

Kenapa dinamain Jangan Kesrut?
Jadi, konon, masakan ini aslinya puedesss asem seger, sampe yg makan keringetan dan (maaf) ingusan 😂

Hayuk kalau mau bikin juga. Kalau ngga ada klenthang di skip aja gakpapa. Ayamnya diganti daging tetelan juga gakpapa.

Haluskan:
7 butir bawang merah
3 buah cabe merah besar
5 buah cabe rawit
Garam
Terasi

Potong²:
7 buah belimbing wuluh
2 bonggol bawang daun
1 ekor ayam
3 batang klenthang, buang sedikit kulitnya
5 batang kacang panjang
1 ruas jari lengkuas

Caranya:
Rebus 3 liter air hingga mendidih, lalu masukkan bumbh yg sudah dihaluskan dan lengkuas hingga wangi.
Masukkan ayam, masak hingga ½ matang.
Masukkan isian lainnya, masak hingga seluruhnya matang. Jangan lupa diicip dulu biar pas rasanya.


Hmm, nyamnyamnyam.. 😋😋

Paling suka kalau ada yang order agak ajaib 😁 Seperti order dari mbak Noveriya ini, tumpeng bebek! Gugling cari referensi nyaris ngga ada yang menawan hati. 2D ataupun 3D. Putar akal. Gugling dengan keywords birthday cake, siapa tau ada yang bisa diadaptasi ke tumpeng.

Sip. Got it.
Referensi hasil gugling plus ide Pak Suami bisa dijalankan. Meskipun agak nervous takut rontok di tengah jalan.. Hehehe..

Daaan, ini dia! Tumpeng ala Bento bentuk bebek. Ngga lupa asistensi dengan genk Tukang Jajan yang fenomenal itu 😁😁 Thanks for your help gaesss.. *ketjup*







Basic shape. Kepalanya yang ditakutkan rontok,
Alhamdulillaah aman terkendali.

Alhamdulillaah, the birthday girl-nya suka! Kepala bebeknya dia yang makan 😁
Makasih banyak ya udah order lagi..




Jadi, inilah hasil semi-mengarang-indahku untuk masakan ini. Pak Suami paling suka makanan model begini. Beberapa kali icip-icip ke salah satu resto franchise di sini menghasilkan ajakan untuk bisa bikin sendiri. Baiklaaahh..


Untuk bun burger, boleh pakai resep apa aja yang disuka. Mau eggless, atau resep potato bun tempo waktu, atau mau full starch, monggo kerso. Yang ini aku tambah dengan biji-bijian dan Italian seasoning di dalam dough-nya. Hasilnya? Enak, ada sensasi gurihnya. 
Per satu bagian roti, aku timbang seberat sekitar 160gr. Jumbo! Hahaha.. Next, kayaknya 125gr maksimal deh. Tapi enak juga ukuran gede kayak gini, cepat selesai :D

Cukup until ulasan bun burger. Sekarang geser ke beef patty-nya. Pakai resep siapa? Resep kira-kira, inspired by isian Picnic Roll aku yang disesuaikan sedikit laah. Tapi kalau mau persis itu juga ngga papa. Tinggal dibulatkan sebesar bola tennis, lalu panggang di pan panas dg minyak secukupnya sambil dipipihkan hingga matang semua bagian.

Nah, sudah semua, tinggal penyajiannya.
Seperti biasa, roti dibelah 2 melintang. Olesi bagian dalamnya dengan mentega atau EVOO, lalu panggang di atas pan panas hingga cukup crispy tepinya. Angkat.
Lalu isi deh dalamnya dengan selada, tomat, beef patty, mayonais, keju, saus tomat, dan apalah sesuai selera.
Dan yak, siap disantap.

Yang pasti lebih puas, karena isi bisa lebih banyak, dan ngga semahal kalau beli. Bun burger dan beef patty bisa disiapkan sekaligus banyak. Simpan di chiller dalam kondisi matang, supaya tinggal dipanaskan dan bisa dipakai sewaktu-waktu. Simpan di freezer juga kalau perlu.

Sekian dan happy baking!
Makin kesini makin suka dengan masakan Manado. Slightly mirip dengan masakan Bali, kaya cita rasa. Semua bahan yang dipakai keluar rasanya. Bumbunya ngga tanggung macam masakan Jawa.

Salah satu yang jadi favoritku adalah Sambal Cakalang Fufu. Iya mirip pampis cakalang, tapi ini bumbunya diulek. Yang masih terasa asing dengan jenis ikan ini, mari jo intip dimari ya..


Bahannya:
250 gr daging ikan Cakalang fufu
8 buah cabai merah keriting
8 buah cabai merah rawit
6 siung bawang merah
3 siung bawang putih
1 sdt terasi
1 sdt garam
2 lembar daun jeruk, buang tulangnya
1 batang serai, ambil putihnya
2 buah jeruk limau
2 batang kemangi, ambil daunnya
4 sdm minyak goreng
2 sdm air

Caranya;
1. Kukus daging ikan Cakalang fufu hingga cukup lunak. Angkat, lalu suwir-suwir. Sisihkan.
2. Haluskan bahan sambal: cabai merah keriting, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, terasi, dan garam. Sisihkan.
3. Iris halus daun jeruk dan serai. Sisihkan.
4. Panaskan minyak, tumis bahan sambal yang sudah dihaluskan hingga matang dan harum. Masukkan suwiran ikan cakalang, aduk rata. Tambahkan air, masak hingga benar-benar matang.
5. Tambahkan daun kemangi dan perasan air jeruk limau, aduk hingga rata dan kemangi menjadi layu. Setelah matang, angkat.
6. Sajikan dengan nasi hangat.


Pesanku cuma satu, jangan khilaf. Dangerously delicious.

Happy cooking!
Last day, untung masih keburu! Tumbenaan IDFB bikin cookblog challenge lagi setelah sekian lama. Sayang ah kalau ngga ikut. Kangennnn..

Tema leftover yang dipilih emang seringkali jadi andalan untuk menghabiskan makanan. Jadi ya, pernah bikin pizza sate, pizza ayam cabe ijo, omelet spaghetti, arancini beras merah, apalagi entahlah. 
Semalam kebetulan lagi hilang mood mau makan apa, adanya cuma nasi merah di dalam magic jar. Mau beli keluar udah terlanjur pewe. Lalu gugling, lalu dapet ide nasi panggang. Pakai bahan yang ada ajalah ya..


Bahannya:
3-4 cup nasi merah panas
1 sdm mentega
1 pak sup krim instant
Sosis sapi
Keju mozzarella
Red cheddar
Oregano 
Daun seledri
Saus cabai

Caranya:
Siapkan pinggan tahan panas. Masukkan nasi ke dalamnya, tambahkan mentega, aduk rata, sisihkan.
Panaskan oven 160° C.
Masak sup krim instan sesuai petunjuk di kemasan, tetapi dengan takaran air separuh bagian saja hingga matang. Masukkan sosis yang sudah dipotong-potong, aduk rata. Angkat.
Tuang sup krim ke atas nasi, lalu ratakan. Taburi keju, oregano, dan daun seledri cincang di atasnya, lalu panggang selama 15 menit hingga keju leleh.
Setelah itu, keluarkan pinggan dari dalam oven.
Siap disajikan.


Enak! Bikinnya cepet. 
Isian sosis boleh diganti apa aja yang ada di kulkas masing-masing ya.. Namanya juga masakan leftover, jadi pakai bahan seadanya. Ehehehe..

Happy cooking!
Terinspirasi makan siang kemarin di salah satu rumah makan Padang di rest area. Nambah nasi sampai 3 kali ngga terasa. Tiga. Iya. Ahahaha.. Lapar dan doyan beda tipis. Tapi aseli, enak banget.

Padahal cuma makan pakai lauk seperti ini. Tumis terung pakai cabe ijo, teri nasi, pete. Eh, petenya aku kasih pak suami kok. Aku bukan pemakan pete, cuma penikmat aroma masakan yang ada petenya. 


Diinget-inget rasanya, lalu direka-reka bumbunya. Mari kita belanja dulu!

Bahannya:
8 buah bawang merah
8 buah cabai hijau 
2 buah terung ungu ukuran sedang
100 gr teri Medan basah
3 buah tomat hijau
1 batang bawang daun
1 papan pete
Minyak goreng

Caranya:
Bersihkan terung, potong jadi 6 bagian atau sesuai selera. Panaskan minyak goreng, goreng terung hingga matang. Angkat, tiriskan. Sisihkan.
Cuci bersih teri Medan, sisihkan.
Bersihkan pete, sisihkan.
Ulek kasar bawang merah dan cabai hijau. Potong tomat hijau menjadi 4 bagian. Potong-potong bawang daun.
Tumis bumbu ulek dengan minyak goreng secukupnya hingga matang dan harum.
Masukkan pete dan ikan teri, aduk rata. Masak hingga matang. Tambahkan air sedikit bila perlu.
Masukkan terung yang sudah digoreng, aduk rata.
Terakhir masukkan tomat hijau, aduk rata hingga matang.
Matikan api, angkat, lalu sajikan.


Heaven!
Happy cooking!
Belajar masak yang model begini pasti dari Mama mertua. Sedikit beda style dengan Umi yang cenderung cuma pakai duo bawang aja, kalau masakan Mama bumbunya komplit. Bahkan numis sayur pun pakai salam lengkuas. 

Masakan yang satu ini memang menggugah selera. Apalagi kalau udah nginep sampai besoknya. Sampai tiris kuah di panci deh. Kalau perlu, dikoretin pakai nasi. Hihihi..


Bahannya:
5 pasang ati ampela ayam, buang lemaknya
2 buah kentang ukuran sedang, kupas
5 butir bawang merah
2 butir bawang putih
2 buah cabai merah besar
5 buah cabai rawit kecil
1 ruas jari lengkuas
3 lembar daun salam
1 batang serai
1/2 sdt terasi
2 sdt gula pasir
2 sdt garam
65 ml santan kental instan 
Minyak untuk menumis
750 ml air

Cara membuatnya:
Potong dadu ukuran 3x3 cm ati ampela dan kentang, sisihkan.
Ulek kasar bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, dan terasi. Memarkan serai dan lengkuas.
Panaskan minyak, tumis bumbu ulek, serai, dan lengkuas, hingga harum dan matang. Angkat.
Panaskan air di dalam panci, tuang tumisan bumbu ke dalamnya, aduk rata. 
Masukkan kentang, masak hingga setengah matang. Masukkan juga ati ampelanya, masak hingga matang bumbu meresap dan air sedikit berkurang 
Masukkan santan instan, gula, dan garam. Aduk rata.
Didihkan sekali lagi supaya matang sempurna. Matikan api.
Sajikan.


Agak ribet, tapi worthed it to try. Dilarang menyesal.
And happy cooking!



Iya. Judulnya lucu. Uyah Asem. Sesuai rasanya, asin dan asem. Masakan ayam rebus khas Banyuwangi yang juga jadi salah satu kenangan masa kecilku. Pokoknya kalau Umi udah masak lauk ini, hmm.. Maunya nambah nasi terus 😋 Istimewahh! Apalagi jaman itu menu ayam masih jadi idola. Ngga seperti sekarang, menu ayam sudah jadi sajian lumrah. 

Bisa dibilang telat aku nyoba memasaknya sendiri. Padahal resepnya simpel. Belimbing wuluhnya susah didapat. Sekalinya ada di pasar, pas ngga sempat masaknya. Sok sibuk. Sekalinya kepingin, ngga nemu sebijipun di pasar. Hari ini semuanya pas. Pas kepingin, pas ada. Alhamdulillaah..


Bahannya:
400 gr ayam, potong-potong sesuai selera
4 butir bawang merah
3 buah cabai merah rawit
2 buah cabai merah besar
8 buah belimbing wuluh
1 batang bawang daun
2 sdt garam
Minyak untuk menumis
1 liter air 

Caranya:
Panaskan air dalam panci hingga mendidih, masukkan potongan ayam. Masak hingga matang.
Sementara menunggu, ulek kasar bawang merah, sisihkan.
Rajang halus cabai rawit dan cabai besar. Potong-potong belimbing wuluh dan bawang daun sesuai selera.
Panaskan minyak goreng, tumis bawang merah, cabai rawit, cabal besar, dan bawang daun hingga harum dan matang. 
Setelah matang, masukkan ke dalam panci yang berisi ayam. Masukkan juga belimbing wuluh. Masak hingga bumbu meresap dan ayam matang. Terakhir masukkan garam. Aduk rata, matikan api.
Angkat, lalu sajikan.


Sungguh, it brings back my childhood memories! Makanpun nambah sampai dua kali..
Jazakillaah sharing resepnya Mi *kecups


Happy cooking!


Masih edisi kangenan. Masak Ayam Betutu! Pake daun singkong, ulala.. Tapi ayamnya keburu dipotong. Ahahaha.. Sutralah, buat sendiri ini. Sekalian aja dimasak pakai happy call 😁 Aturan sih dikukus sampai matang, kemudian dipanggang. Tapi kalau mau praktis begini juga okey.


Penampilan sepintas mirip opor ayam, tapi tanpa santan. Kalau mau sedikit kecokelatan, bisa digoreng sesudahnya. Tapi aku prefer begini aja. Enak.

Bahannya:
1 ekor ayam ukuran sedang
6 siung bawang putih 
7 siung bawang merah
4 cabe merah besar
Cabe merah kecil sesuai selera
4 btr kemiri
1,5 cm lengkuas
1,5 cm jahe
1,5 ruas jari kencur
2 ruas jari kunyit
1/4 butir pala
1 sdt merica
2 sdt ketumbar
Terasi
Garam
8 batang serai, rajang halus

Daun jeruk, buang tulang daunnya
Minyak goreng untuk menumis
Daun singkong, sesuai selera

Cara membuatnya:
Bersihkan ayam, sebaiknya biarkan utuh. Tetapi kalau mau dipotong-potong ya ngga apa-apa. Sisihkan.
Rebus daun singkong hingga setengah matang. Angkat, peras. Sisihkan.
Cincang halus semua bumbu kecuali serai dan daun jeruk. Boleh pakai food processor atau chopper, tapi jangan diulek. Beda sensasinya.
Panaskan minyak, tumis bumbu cincang, serai, dan daun jeruk hingga matang dan harum. Tambahkan garam dan terasi, masak hingga bumbu matang. Matikan api.
Kalau ayamnya utuh, campur sebagian bumbu yang sudah ditumis dengan daun singkong, kemudian masukkan ke dalam badan ayam. Balurkan sisa bumbu ke seluruh bagian luar ayam hingga rata. Bungkus ayam dengan daun pisang atau aluminum foil, kemudian kukus selama 2 jam hingga matang. Setelah matang, boleh langsung disajikan, boleh juga kalau mau dipanggang atau digoreng dulu ayamnya.
Kalau ayamnya sudah potongan, dan mau masak pakai happy call, atur daun singkong di dasar wajan. Campur ayam dengan bumbu, kemudian atur di atas daun singkong. Masak hingga matang. Sajikan.


You may cook your Ayam Betutu in your own comfort way 😋
Happy cooking!

Kenapa judulnya "wannabe"?
Karena resep aslinya pasti ngga begini. Aku cuma membuat berdasar bahan yang paling simple dan dengan cara yang paling sederhana. 

Aslinya cuma karena kangen masakan rumahan ala tukang carving-ku dulu. Dia bikinnya enaaakk banget. Pakai ayam bakar, lalu disisit memanjang halus, dan ada bekas gosong-gosong karena terbakar. Bumbunya? Entahlah. Jaman segitu aku masih belum seberapa berminat nanya resep.. Ehehehe..

Daripada jadi bisul, sebaiknya segera dituntaskan ini. Udah sih sempat nanya-nanya sama Ayu, teman kerjaku dulu, tapi ya gitu deh. Malas scroll up pesan di WhatsApp. Ngarang aja, yang penting bisa mirip meskipun ngga bisa deket banget rasanya.


Bahannya:
1/2 bagian dada ayam, lumuri dengan garam dan merica
6 butir bawang merah
8 bush cabai rawit merah
3 batang serai, ambil bagian putihnya
1/2 sdt garam
1/2 sdt terasi
2 lembar daun jeruk purut, buang tulang daunnya
2 buah jeruk limau
5 sdm minyak kelapa

Cara membuatnya:
Panaskan wajan datar, olesi dengan sedikit minyak goreng. Stir fry dada ayam hingga matang. Angkat. Suwir-suwir dengan tangan, sisihkan.
Cincang kasar bawang merah. Rajang halus cabai merah rawit, serai, dan daun jeruk. Campurkan di dalam wadah, aduk rata.
Tambahkan garam dan terasi, aduk rata.
Panaskan minyak kelapa hingga muncul buihnya, lalu matikan api. Siramkan minyak panas ke campuran bumbu, aduk dan tekan-tekan supaya keluar sarinya.
Peraskan jeruk limau ke dalamnya, aduk rata.
Masukkan ayam yang sudah disuwir, aduk rata.
Sajikan.



Bahaya. Iya. Aku ngga berani jamin.
Happy cooking!
Yes, my Mom used to cook this dish for our special occasion such as Idul Fitri or family gathering. Dan aku sudah merindukan masakan ini sejak beberapa bulan lalu. 

Seingatku dulu bikinnya repoot banget. Semua bahan dibikin mateng dulu, kemudian diatur di pinggan tahan panas, lalu dipanggang. Proses yang paling bikin bete adalah menghaluskan kentang. Gimana engga, itu kentang direbus dulu. Kupas. Potong 4 bagian. Lalu haluskan pakai alat press manual. 

That was then.
Seiring jaman, sekarang ada yang namanya kentang tumbuk instant. Tinggal seduh air panas, voila! Enjoy your mashed potatoes at anytime tanpa keringetan ngalusinnya. Ehehehe..

Ngga mau rindu tertahan semakin lama, disempatkan deh bikin masakan ini. Bikin yang simpel aja. Aku ngga setelaten Umi ngurusin printilan bahan 😁 Yang pasti pakai mashed potatoes instan dan sup krim instan. Tanpa soun dan telur rebus karena pak Suami ngga terlalu suka. Yuk mari kita lesgo!


Bahannya:
200 gr mashed potatoes instant
1 sachet sup krim instant 
2 buah wortel ukuran kecil
6 buah sosis sapi
1 buah paprika merah ukuran kecil
1 pak jamur Shimeji
1 buah bawang bombay ukuran kecil
Minyak goreng untuk menumis
480 ml air panas
250 ml air 
Margarine untuk olesan
Keju cheddar untuk taburan

Caranya:
Siapkan pinggan tahan panas / casserole ukuran 20 x 20 cm. Olesi dengan margarine. Sisihkan.
Panaskan oven 180°C.
Campurkan mashed potatoes instan dengan air panas, aduk rata hingga bergumpal. Ambil setengah bagian, ratakan di dasar pinggan. Sisihkan.
Cincang halus bawang bombay. Buang biji paprika, lalu potong dadu. Potong-potong wortel dan sosis sesuai selera. 
Panaskan minyak goreng, tumis bawang bombay hingga harum dan matang. Tuang dengan air, didihkan. Masukkan wortel, sosis, dan paprika. Masak hingga wortel setengah matang. 
Masukkan sup krim instant, aduk hingga larut dan rata. 
Masukkan jamur, aduk rata, lalu matikan api.
Tuang campuran sup krim ini ke atas mashed potatoes yang sudah diatur di dalam pinggan. Ratakan. 
Kemudian tutup dengan sisa mashed potatoes, ratakan. Taburi keju cheddar di atasnya.
Panggang hingga keju kecokelatan dan terlihat meletup-letup.
Setelah matang, keluarkan dari dalam oven.
Sajikan hangat.


Whoaaa..! It brings back my childhood memories! Meskipun ngga se-perfect kalau Umi yang bikin, tapi cukuplah buat aku. 
Selamat hari Ibu, Umi sayang.. Terima kasih untuk kutukannya yang menakjubkan ini 😘😘😘


Happy cooking!
Sesekali masakan yang rada ajib lah. Buat teman-teman yang ngga familiar dengan masakan Jawa pasti heran. Karena main ingredient dari masakan ini adalah tempe bosok alias semangit.

Tempe bosok didapat dari tempe segar yang didiamkan beberapa hari di suhu ruang. Nanti setelah berbau menyengat dan teksturnya melunak, baru deh bisa dipakai.

Awal kenal masakan ini dari keluarga pak Suami, aku juga merasa aneh. Setauku Umi ngga pernah tuh masak pakai bahan yang satu ini. Tapi lama-lama, waah, nagih juga rupanya. Yuk bikin!


Bahan:
1 cup tempe bosok
1 cup tempe segar
6 butir bawang merah
3 butir bawang putih
4 buah cabai merah besar
5 buah cabai merah rawit (boleh lebih kalau suka pedas)
1/2 sdt terasi
2 cm lengkuas, memarkan
4 lembar daun salam
60 gr santan instant
1 1/2 liter air
Garam
Gula pasir
Minyak goreng untuk menumis
Tahu goreng
Petai

Cara membuatnya:
Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, cabai merah rawit, dan terasi.
Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus, lengkuas, dan daun salam hingga bumbu matang dan harum
Panaskan air, masukkan bumbu yang sudah ditumis. Masak hingga mendidih.
Haluskan tempe bosok dan tempe segar. Bisa dengan menggunakan food processor. Kemudian masukkan ke dalam kuah berbumbu tadi. Masak hingga mendidih, dan biarkan agak lama supaya tempe benar-benar matang.
Masukkan santan instan, tahu goreng, petai, garam, dan gula. Masak dengan api kecil hingga mendidih sekali lagi.
Setelah matang, matikan api.
Sajikan dengan nasi hangat, sayur rebus, dan ayam goreng sebagai pelengkap.


PS, sayur ini bakal lebih mantap kalau udah nginep semalam lho.. 😉


Happy cooking!
Suka mati gaya sama nasi merah? Iya :D
Mau diapa-apain kok kayaknya ngga seseru kalau pakai nasi putih. Padahal sebenernya bisa aja lho, kalau mau dibikin nasi goreng, nasi uduk, nasi liwet, dan lainnya, meskipun tampilannya ngga ada bedanya. 

Mau beda? Bikin arancini yuk.. 
Makanan ini aselinya dari daerah Sicilia. Mirip kroket kentang isi ragout ayam, cuma ini pake nasi dan isi keju. Kok mirip makanan Indonesia? Laah, kroket itu kan makanan adaptasi juga kak.. Baru tau?

Ayo bikin yang versi simple yuk..


Bahannya:
2 cup nasi merah dingin
50 gr daging (ayam / sapi) cincang
1/2 siung bawang bombay, cincang
50 ml susu cair (boleh ganti air putih)
Garam secukupnya
Merica secukupnya
Oregano secukupnya
Minyak goreng
1 butir kuning telur
Keju cheddar (boleh ganti mozzarella), potong dadu
Mayonnaise / saus tomat

Bahan untuk membalur:
Tepung terigu
1 butir putih telur
Tepung panir

Cara membuatnya:
- Tumis bawang bombay dengan sedikit minyak hingga matang dan harum. Masukkan daging cincang, masak hingga matang. Masukkan susu cair, garam, merica, dan oregano. Aduk rata.
- Masukkan nasi, aduk rata. Masak hingga air meresap dan nasi menjadi lunak. Matikan api. Dinginkan.
- Setelah nasi dingin, masukkan kuning telur, aduk rata.
- Ambil sesendok makan nasi, pipihkan dengan tangan, beri isian keju, lalu bulatkan, padatkan. Lakukan hingga habis.
- Balur gulungan nasi dengan tepung terigu, kemudian celupkan ke putih telur, lalu balur dengan tepung panir. Lakukan hingga habis.
- Panaskan minyak goreng di dalam panci penggorengan, goreng gulungan nasi tersebut dengan api sedang hingga matang dan kecokelatan.
- Setelah matang, angkat, tiriskan.
- Sajikan dengan mayonnaise atau saus tomat.


Psst, ini juga cucok untuk anak-anak yang susah makannya lho.. Berasa ngemil :D
Happy cooking!





Ini Indonesia! 
Negeri yang sangat kaya dengan ragam budaya dan kulinari. Mumpung libur, waktunya explore kuliner yang lainnya. Ngga bosan makan nasi Padang melulu di kantor? 

Kali ini aku mau coba yang namanya Gabus Pucung. Lokasinya di daerah Kebayunan - Leuwinanggung - Depok, di bawah jalur toll. Gosipnya warungnya biasa aja, tapi selalu ramai karena di situlah ada Gabus Pucung terenak. Hmmm.. Di sebelah mana pula ini? 



Ternyata jalannya memang masuk kampung! Ohemji.. Lewat sini paling enak pakai mobil yang kecil dan kompak macam Toyota Agya itu. Ukurannya yang ngga terlalu besar, pasti enak kalau lewat jalan sempit begini. Irit pula. Lumayan kan, kalau masih pakai acara nyasar? 

Dan bener deh, warungnya biasa aja. Jauh dari kesan fancy. Di bawah jalur toll pula. Hadeuuh.. Tapi jangan understimate duluuu.. Ayo masuk! Suasana di dalamnya juga biasa banget, tipikal warung di kampung. Menunya macam-macam, tapi yang paling banyak dicari adalah Gabus Pucung itu. Oke, pesan satu. Satu lagi aku pesan Pecak Gurame. Let's see..


Pesanan datang! Komplit dengan lalapan dan sambal ijo.



Dan, inilah dia Gabus Pucung, masakan ikan Gabus yang dimasak dengan kuah berbumbu pucung / keluwek. Mirip rawon, tapi ini pakai ikan, bukan daging. Kuahnya agak lebih kental daripada rawon daging sapi. Dan yang paling istimewa, rasa daging ikan Gabus yang lembut menyerap bumbu dengan sempurna.  Enak? Banget! 


Dan yang ini adalah Pecak Gurame. Ikan Gurame goreng, yang disiram kuah yang kaya rempah. Rasanya pedas, hangat di perut, dan ada sedikit rasa asam dari perasan jeruk limau. Enak!



Ngga salah deh, gosip itu. Masakan di warung ini bener-bener menggugah selera. Dangerously delicious! Ngga rugi lah jauh-jauh ke sini untuk makan siang yang istimewa. 


Harga? Aman. Makan sampe keringetan dan perut kenyang ngga nyampe bayar limapuluh ribu untuk berdua..