Bikin kelepon yuk! 

Mumpung lagi punya ubi ungu cakep banget. Dan piaraan kelapa muda parut di friser 😎




Kelepon Ubi Ungu


Bahannya:

150 gr tepung ketan putih

200 gr ubi ungu kukus, haluskan

½ sdt garam halus

150-175 ml air (sampai adonan bisa dipulung)

Air untuk merebus

1 lbr daun pandan


Bahan isi:

75 gr gula merah serut


Bahan taburan:

½ btr kelapa, parut

¼ sdt garam halus

1 lbr daun pandan

➡️ campur rata dan kukus 15 mnt


Cara membuatnya:

- Campur ubi ungu, tepung ketan, dan garam, aduk rata. Tambahkan air, sedikit demi sedikit, sambil diuleni, sampai adonan asal bisa dipulung. Jangan terlalu lembek ya, nanti bleberan. 

- Ambil sedikit adonan, bentuk bulatan, isi dg gula merah. Lakukan sampai semua adonan habis. 

- Rebus air dan daun pandan. Setelah mendidih, kecilkan api, masukkan bulatan adonan, lalu rebus hingga adonan mengapung tanda sudah matang. Angkat, lalu gulingkan ke kelapa parut yg sudah dikukus. 

- Sajikan. 


Selamat rikuuukk 🍉

Apa kabar pandemi? Semoga setelah 2 tahun ini grafiknya makin menurun ya Bun.. 

Hampir 1.5 taun ini kita benar² harus bisa menahan diri untuk ngga berkumpul dengan teman² se-genk, ngga piknik ke tempat umum, ngga nongkrong di kafe, dan segala macam kegiatan yg melibatkan orang banyak. Semua dilakukan secara online. Bahkan ngopi bareng pun sembari Zoom meeting. Bener kan?


Maak, kangen ngabotram maakk.. 


Pengen gak? Pengen gak? 


Buat yang mager males keluar rumah, banyak banget layanan pesan antar yang memungkinkan semua orang bisa mengakses makanan kesukaan, bahkan kuliner baru yang unik, tanpa harus keluar rumah. Aku salah satunya 😁Berhubung beberapa pekan terakhir ini PPKM sudah mulai longgar, kegiatan berkumpul sudah mulai bisa dilakukan meski terbatas. Beberapa restoran sudah mulai menerima pelanggan dine-in. Kesempatan jajan dong kita!


Meski jajan makanan dari luar, tetep harus diperhatikan kebersihannya ya Bun.. 


Urusan jajan ini menurut aku sedep² gimanaa gitu . Karena kita kan ngga bisa ngontrol bagaimana standar higienitas mereka, bagaimana cara pengolahan bahan mentahnya, cara memasaknya, endebra, endebre. Semua itu di luar kuasa kita, Bun. Meski kita perempuan adalah ratu rumah tangga penguasa dapur dan segala isinya, tapi itu kan kuasa di rumah sendiri 🤭


Masakan dari dapur sendiri in syaa Allaah lebih terjamin karena kita sendiri yg awasi prosesnya mulai dr pemilihan bahan. 


Kalau di dapur sendiri, kitalah penanggung jawab utama untuk kebersihan dan higienitas makanan yg kita masak dan hidangkan untuk keluarga tersayang. Ngga mungkin lah kita sembarangan kan? Kalau kita sembrono, efek sampingnya itu lho, mana tahan Bun. Salah makan bisa berabe, kita yang susah.. Eh, malah curhat gimana.. 

 


Beberapa tips sanitasi yg bisa kita terapkan di rumah sebagai antisipasi penyakit food borne disease. 


Yang bisa kita lakukan adalah membentengi diri dan keluarga kita sendiri. Mulai dari hal² sederhana seperti cuci tangan dengan sabun sebelum makan, pakai peralatan makan milik sendiri, sterilisasi kemasan makanan sebelum dibuka, reheating makanan kalau perlu, dan lain sebagainya. Semua upaya ini dilakukan supaya diri kita (dan keluarga) terhindar dari penyakit yang berasal dari makanan, terutama yg berasal dari luar rumah.



Nah, pada tanggal 11 November 2021 kemarin, berkenaan dengan Hari Kesehatan Nasional, tim CSR Sanofi Pasteur Indonesia mengadakan peluncuran kampanye #SantapAman yg bertujuan mengedukasi masyarakat untuk aware terhadap penyakit tifoid ini. Pada acara yg berlangsung serentak di tiga platform sosial media online (Zoom, Instagram, dan YouTube) dihadirkan 3 nara sumber yg kompeten di bidangnya;

- dr. Dhani Arifandi T. (Head of Medical Sanofi Pasteur Indonesia) 

- dr. Suzy MariaMaria,  Sp. PD, K-AI (Dokter Spesialis Penyakit Dalam) 

- William Gozali a.k.a Chef Willgoz




Kenapa kampanye #SantapAman? 


Jadi gini, di Indonesia ini masih ada endemi penyakit demam tifoid yang disebabkan oleh makanan yg terkontaminasi bakteri Salmonella Typhi. Kampanye ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia mengenai pentingnya kebersihan makanan atau minuman serta melakukan vaksinasi tifoid untuk mencegah demam tifoid.

Vaksinasi tifoid ini adalah upaya pamungkas kita untuk mencegah penyakit demam tifoid dari dalam, selain upaya yg kita lakukan dari diri sendiri.

Selain itu, tujuan kampanye #SantapAman ini adalah untuk mensosialisasikan pentingnya mendapatkan vaksinasi untuk mencegah penyakit menular melalui makanan atau food borne disease terutama penyakit tifoid. Melalui vaksinasi, tubuh mendapatkan perlindungan ekstra dan kita bisa menyantap berbagai makanan dan minuman tanpa rasa khawatir.

 


Sebentar, bagaimana bakteri ini bisa mencemari makanan sih?

Hmm, ternyata salah satu penyebabnya adalah penanganan dan pengolahan bahan makanan yang kurang tepat. Menurut Chef Willgoz, seorang chef harus paham betul bagaimana cara perlakuan terhadap bahan makanan sampai cara memasaknya. Contoh gampangnya, penggunaan talenan. Ini harus dibedakan antara talenan untuk daging merah, daging putih, ikan, dan sayur/buah. Jangan sampai bakteri yang ada di dalam daging mentah, misalnya, mencemari sayuran yang akan kita olah. Maka itu, di pasaran dijual satu set talenan yang beraneka warna sesuai peruntukannya.

Ribet? Iya sih.. Tapi ini kan untuk kesehatan pencernaan kita juga. Untuk menghindari penyakit yang berasal dari makanan itu tadi.

 

Lha kalau kita jajan makanan dari luar, gimana?

Ya seperti yang tadi aku tuliskan di awal, karena ngga bisa kontrol mereka, jadi kitalah yang harus berupaya membentengi diri sendiri.


Seperti yang disampaikan oleh dr. Dhani Arifandi T., “Di kampanye #SantapAman, kami mengajak semua pihak agar senantiasa menjaga higienitas saat menyiapkan makanan, rutin mencuci tangan, dan selangkah lebih maju dengan memberikan perlindungan untuk diri serta keluarga dari risiko penularan penyakit melalui makanan dengan melakukan vaksinasi tifoid agar kita lebih tenang saat menyantap makanan favorit.”

 



Selanjutnya ditambahkan oleh dr. Suzy Maria, Sp.PD, K-AI., Food borne disease seperti demam tifoid dapat dicegah dengan cara menjaga sanitasi dan higienitas pribadi dan menghindari kontak dengan penderita. Mengingat Indonesia masih merupkan negara endemik tifoid, maka vaksinasi merupakan langkah optimal serta efektif untuk mencegah demam tifoid. Cara kerja vaksinasi untuk penyakit tifoid yaitu meningkatkan sistem imun tubuh untuk melawan infeksi bakteri Salmonella Typhi. Vaksinasi dapat dilakukan mulai usia dua tahun ke atas dan untuk mendapatkan perlindungan maksimal, seseorang direkomendasikan mendapat vaksinasi tifoid setiap tiga tahun sekali.”

 


Fyi, di Indonesia, demam tifoid termasuk penyakit endemik, sebab prevalensi demam tifoid yang cukup tinggi yaitu mencapai 500 kasus per 100.000 penduduk per tahun. Berdasarkan studi yang dilakukan di daerah kumuh di Jakarta, diperkirakan insidensi demam tifoid adalah 148.7 per 100.000 penduduk per tahun pada rentang usia 2 – 4 tahun, 180.3 pada rentang usia 5–15 tahun dan 51.2 pada usia diatas 16 tahun.

 

Kenali gejalanya.


Salah satu jenis vaksin tifoid yang umum digunakan adalah vaksin tifoid injeksi Polisakarida Vi. Data setelah pemantauan selama 20 bulan menunjukkan vaksin tifoid jenis ini memberikan perlindungan terhadap penyakit tifoid sebesar 74%. Vaksin ini bisa diperoleh di Rumah Sakit atau Klinik Vaksin terdekat. Tetapi pastikan terlebih dahulu ketersediannya. Ngga repot kok, hanya satu dosis per tiga tahun, dan bisa diberikan  juga untuk balita di atas usia 2 tahun.


 

Lebih jauh menurut dr. Dhani Arifandi T., "Di Sanofi Pasteur, kami berkomitmen menjadi mitra kesehatan terpercaya yang menyediakan perlindungan kesehatan berkualitas melalui vaksin dan mengedukasi berbagai pihak mengenai pentingnya vaksinasi."


Jadi, tunggu apa lagi? Segera lakukan vaksin tifoid sebagai upaya perlindungan maksimal agar terhindar dari penyakit demam tifoid ini. Kalau mau tau lebih detil lagi, bisa follow akun @kenapaharusvaksin di Instagram. Lengkap! 





Oya, satu lagi tips jajan yang in syaa Allaah lebih aman: beli ke teman sendiri yang memang punya usaha kuliner! 

Selain kita bisa membantu memutar roda perekonomian kalangan terdekat, kalau teman sendiri ngga mungkin macem² deh.. Mereka pasti akan menjaga nama baik dan kepercayaan dengan teman sendiri kan? 


Jadi, tunggu apa lagi? Segera vaksin dan ayo jajan! 

Akibat punya sisa shortening sisaan motret, kepikiran mau dibikin apaaa coba.
Lalu inget di milis NCC jadul, om Budiman Halim pernah share resep pie apel yg crust nya pake shortening. Aku lupa full atau mix dg butter, tapi seingetku mix. 

Karena pengen segera ngabisin piaraan, guglinglah resep yg full pake shortening, dan ketemu yg gampang pol banget punya allrecipes dot com. Deskripsinya "simple recipe and very tasty, it will be very flaky". Cus lanjut! 



Best Ever Pie Crust
(pas utk 1 loyang pie 18 cm) 

Bahannya:
2 cups tepung terigu
205 gr shortening
1sdt garam
100-120 ml air

Caranya:
- Campur tepung, garam, dan shortening dalam mangkuk besar, aduk rata hingga bergerindil. 
- Tambahkan air, uleni hingga bisa dipulung.
- Bungkus adonan dalam plastik wrap, simpan di dalam kulkas selama 4 jam (minimal) sebelum digunakan. 

Btw, beneran enak renyah ini kulit pie nya loh. Padahal aku ngulenin ngga pake pastry blender karena ngga punya 😬 Dan karena mau langsung pake, jadi aku simpan di friser kurleb sejam-an gitu. 

Isian pie nya bebas ya bun. Ini tadi aku jadiin Quiche Lorraine, karena kemarin habis belanja bayam horenso di pasar Oro² Dowo. Nanti kapan² aku share resepnya. Dicicil lah, biar ada modal ngisi feed 😆

Selamat rikuk 🍉
Halo pemirsah!
Jadi siapa yang di sini punya piaraan putih telur di friser dan bingung ngga tau mau diapain? *peluk*

Yuk bikin kue aja yuk. Enak kok, ngga nyeretin tenggorokan meski cuma pakai putel.


Marmer Cake Putih Telur
-adaptasi resep dari Natural Cooking Club- 

Bahannya:
350 gr putih telur 
180 gr gula pasir (next bisa dikurangin ini, kemanisan di lidahku) 
 1 sdt cake emulsifier 
1 sdt air perasan jeruk lemon (bisa diganti dg cuka masak) 
175 gr terigu segitiga 
2 sdm susu bubuk fullcream 
200 gr margarine lelehkan 
1 sdt vanila 
1 sdm coklat bubuk 
1 sdt coklat pasta (aku skip)

Caranya: 
- Siapkan loyang tulban 24 cm, olesi dg margarin dan taburi tepung terigu. 
 - Panaskan oven 180°C. 
- Mixer putih telur, emulsifier, dan air perasan jeruk lemon. Tambahkan gula sedikit demi sedikit. Mixer sampe soft peak. 
- Tambahkan terigu dan susu yg sudah diayak ke adonan putih telur. Aduk rata 
- Masukan mentega cair secara bertahap, aduk rata dg menggunakan spatula. Jangan sampai mentega mengendap di bawah 
- Ambil 6 sendok adonan, taruh di mangkuk, tambahkan cokelat bubuk, aduk rata. Adonan sisanya beri vanila, aduk rata. 
- Tuang adonan putih bergantian dg adonan cokelat ke dalam loyang. 
- Panggang selama 40 menit hingga matang. 
- Setelah matang, keluarkan dari oven, dan biarkan sebentar di suhu ruang sebelum cake dikeluarkan dari dalam loyang. 
- Siap disajikan. 

Selamat rikuuukk!
Tahun ini sungguh penuh hal-hal yang mengejutkan. Kita 'dipaksa' banyak berdiam di rumah karena pandemi melanda hampir di seluruh belahan bumi. Anak-anak bersekolah daring dari rumah masing-masing. Para bapak bekerja dari rumah, meski sesekali masih datang ke kantor dengan protokol ketat. Dan para ibu pun terpaksa ngga bisa berlama-lama refreshing di pasar 😄

Ya sudah dinikmati saja.

Buat aku sih kewajiban stay at home ngga terlalu menggelisahkan ya, karena memang sudah lama aku berhenti bekerja di luar rumah. Bahkan sebelum Bimo lahir. Pergi keluar rumah memang hanya kalau diperlukan saja. Beruntungnya, profesi yang aku jalani sekarang ini nyaris 100% bisa dikerjakan di rumah.

Beberapa tahun terakhir ini aku cukup aktif memotret makanan. Kadang makanan hasil karya sendiri, tetapi lebih sering terima job dari klien. Profesi sebagai fotografer makanan ini aku kerjakan disela waktu bermain dengan Bimo. Tepatnya waktu dia tidur siang. Lumayanlah ada jeda waktu 2 jam utk 'bekerja'.
 
Sebagian hasil foto produk teman-teman UKM di Malang

Selain motret, sesekali aku buka kelas belajar Food Photography juga supaya otak ngga tumpul termakan umur 😅 Alhamdulillaah di tengah pandemi begini, ilmu tentang foto makanan menjadi sangat digemari. Mungkin karena situasi yang mengharuskan kita berdiam di rumah, lalu mencari kesibukan dengan menerima pesanan makanan. Kemudian berpikir, bahwa mereka harus juga bisa motret supaya foto makanan yang dibuat juga harus cakep untuk menarik pembeli. Jadilah mereka ikut kursus belajar memotret kan? Apalagi hari gini hampir semua kegiatan belajar-mengajar dilakukan secara daring. 

Dengan bertambahnya kegiatanku mengajar, mau ngga mau mesti berpikir kan? Mengasah skill, mempelajari ilmu baru yg selama ini aku belum ngerti, diskusi dengan para senior, menambah jam terbang, maasyaa Allaah. Ternyata mengajar lebih melelahkan lho daripada maraton motret.. Ngga jarang juga jam istirahat berkurang karena harus menyiapkan materi kelas. Baik berupa tulisan, audio, sampai video tutorial. Cukup melelahkan. 

Behind the scene yang selalu dinanti bocorannya oleh peserra kelas food photography.

Untuk mengatasi lelah, biasanya aku cukupkan istirahat jika sedang senggang, dan sebisa mungkin mengkonsumsi minuman tradisional yang alami supaya aman dari efek samping yang berlebih. Apalagi pekerjaan sebagai food photographer ini rentan kena kolesterol kan ya? Bagaimana tidak, segala macam makanan selalu 'tersedia' untuk diicip. Iya dong, kalau kita ngga tahu rasanya, bagaimana bisa kelezatannya ditampilkan di dalam sebuah foto dua dimensi? Minimal iciplah sesuap, dua suap, tiga suap, eh, kok sudah habis aja?  Ahahaha.. Sungguh profesi yang penuh tantangan: bagaimana tetap menjaga kesehatan bebas kolesterol dan tetap (ingin) langsing sementara hampir setiap hari dihadapkan dengan berbagai macam jenis makanan. Berat.

Nah, balik lagi ke minuman herbal tadi. Selain minuman Beras Kencur dan Kunir Aaem, salah satu favoritku adalah minuman Temulawak. Rasanya unik, asam getir tapi enak 😀 Kalau bikin sendiri jelas ribetlah. Dasar aku maunya yang praktis, bahagia banget ada Herbadrink yang punya banyak varian minuman herbal instan. Favoritku ini, Sari Temulawak Sugar Free. Enak banget, mau diminum anget atau dingin, bebaskan aja!
 
Herbadrink Sari Temulawak favorit.

Selain enak dan bisa mengurangi pegal-pegal, ternyata Sari Temulawak ini khasiatnya bagus banget, terutama untuk yg bermasalah dengan kolesterol. Apalagi masa pandemi begini, banyak dari kita yang makin rajin mengunyah 😀 Camilan pun jadi menu wajib harian selain makanan pokok. Dari kerupuk, bakwan goreng, puding cokelat, sampai kue-kue yang banyak pakai kuning telur, semuanya menyelerakan. Nah, inilah alasannya kenapa kita perlu mengimbanginya dengan mengkonsumsi minuman tradisional berbahan alami seperti Herbadrink Sari Temulawak Sugar Free ini ya pemirsa.
 
Jangan lupa juga, istirahat yang cukup dan olahraga teratur supaya badan tetap sehat dan ngga mudah capek.
Apa cuma aku aja Ibuk yang bahagia di waktu bocah tidur siang? 😄

Adalah suatu kebahagian yang hakiki, bisa menikmati waktu sendirian tanpa terganggu rengekan bocah, meskipun cuma 1-2 jam saja. Meskipun selama waktu itu yang dikerjakan cuma goleran tak menentu, tetapi begitu saja aku sudah cukup bahagia.. 


Bagaimana engga, sepanjang hari sejak pagi kita sudah disibukkan dengan sekian macam kerjaan domestik; beres-beres rumah, cuci piring, masak untuk sarapan dan lauk untuk seharian, balik lagi ketemu cucian dan pakaian bersih yang sudah menunggu untuk dirapikan, dan masih banyak lagi. Dibilang sibuk sebenarnya engga juga, buktinya masih sempat main sosmed, yakan, yakaaann? Tapi dibilang nganggur, kok ternyata banyak juga yang harus dikerjakan 😅 Dan ini berlangsung terus sepanjang hari.

Maka itulah, sebagai Ibuk yang bijak (uhuk!), aku harus cerdas mencuri waktu untuk diri sendiri. Pada jam Bimo tidur siang, aku pergunakan untuk bersenang-senang mengerjakan hal yang aku sukai. Yang paling sering sih, memotret. Makanan, terutama. Buatku, fotografi makanan itu semacam kebutuhan untuk penyaluran minatku akan makanan enak 😅 Eh, betul! Rasanya puas sekali kalau klien suka akan hasil fotoku dan orang yang melihatnya merasa terintimidasi pingin ikut makan juga.



Sedangkan untuk kesehatan fisik, sesekali aku melakukan yoga ringan di pagi hari. Lumayanlah 30 menit berkeringat, badan jadi lebih segar dan ngga gampang capek. 
Selain itu aku juga suka sekali minum minuman tradisional seperti beras kencur, wedang jahe, temulawak, lidah buaya, dan kunyit asam. Banyak khasiatnya dan bikin seger di badan! 

Beruntunglah sekarang ada minuman tradisional instan dari Herbadrink. Mau anget atau dingin, tinggal seduh, beres. Meskipun instan, tetapi dibuat dari bahan alami lho. Khasiatnya tetap sama seperti aslinya. Apalagi ada juga varian bebas gulanya, hmmm, makin sedep ini! Salah satu favoritku adalah Sari Temulawak Sugar Free yang enak banget, masih ada rasa getirnya yang khas. Segar di badan! Kaya khasiat juga lho, diantaranya mengurangi nyeri sendi dan mengurangi lemak darah. Ini!




Yang varian Lidah Buaya juga enak lho. Tenaang, sugar free juga kok.. Menurutku paling enak diminum dingin setelah beraktivitas. Seger banget! Apalagi belakangan suhu udara di Malang terasa panas sekali.. Selain menyegarkan, kandungan sari lidah buayanya berkhasiat membantu memelihara kesehatan fungsi pencernaan dan melancarkan buang air besar. Sekali tenggak, 2-3 khasiat tercapai.


Sehat luar dalam deh berkat kebaikan alami dari Herbadrink 😉 Yuk kamu juga.. Tapi tetep, jangan lupa minum air putih lho *kedip*
Bomboloni!

Sudah lama sih sebenernya pengen bikin donat tanpa lubang ini, karena lucu aja bentuknya gendud 😁 Kebetulan di fb lagi ada event challenge resep mbak R a.k.a mbak Rachmah Setyawati. Yaudah, kita bikin yuk.

Base resep ini miriplah sama resep donat kentang, sama² pakai kentang. Karena aku malas proses rebus-lumat kentang, jadilah pakai yg instan saja. Tinggal dicairkan dg air panas, aduk, lalu pakai. Rasanya? 11:12 sih dengan rasa kentang. Ya iyalah 🙄

Hasil akhirnya adalah bombolini yg lembut & empuk banget. Alhamdulillaah serumah sukak.
Cuma kayaknya aku kemarin agak over proofing, jadi sedikit "berpenampilan dewasa" permukaanya alias berkeriput mesra.


Resepnya ini ya..

Bahan A :
200 gr tepung terigu protein tinggi 
50 gr tepung terigu protein sedang 
10 gr susu bubuk
55 gr gula pasir 
5 gr ragi instant 

Bahan B :
85 gr kentang kukus, haluskan
(aku pakai 15 gr bubuk kentang instan + 70 ml air panas)

Bahan C : 
56 gr telur ayam utuh (1butir utuh)
25 ml susu uht putih dingin 
35 ml  whippcream dingin

Bahan D : 
40 gr mentega agak dingin 
1/4 sdt garam halus 

Siapkan untuk bahan isian , selai/krim vla lembut, nutella/krim keju , tuang bahan isian ke dalam plastik pipping bag/plastik segitiga, lalu gunting ujung plastik agak kecil saja.
(aku pakai selai bluberi, daripada nganggur tak berdaya di pojokan kulkas)

Cara Membuat: 
- Campur rata bahan A dalam bowl mixer: tepung terigu, gula pasir dan ragi. Aduk hingga rata. 
- Tambahkan bahan B, kocok rata, lalu tambahkan bahan C, masukkan telur dan sambil tambahkan susu dan whipped cream dingin sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga rata dan setengah kalis. 
- Setelah itu masukkan mentega dan garam halus, terus uleni hingga kalis dan elastis.
- Lalu diamkan selama kurang lebih 20 menit, tutupi dengan serbet /plastik wrap agar adonan tidak kering. 
- Setelah itu kempiskan adonan, bagi dan timbang sekitar @35gr, langsung rounding/bulatkan. Dan istirahatkan adonan selama 40-50 menit, tergantung kondisi suhu ruang dapur masing². Hingga adonan mengembang lagi.
- Panaskan minyak goreng dgn panas sedang cenderung kecil saja, lalu goreng donat yg sdh proofing naik hingga matang (cukup 2 kali balik saja). Setelah matang tiriskan minyaknya dan biarkan dingin di suhu ruang, donat siap diberi isian dan di taburi gula halus . 

-
Kalau mau detil lengkap resepnya ada di fb page Tantangan Resep Mbak R, ada lengkap!
Beberapa hari lalu kami beli pisang yg sudah mulai berbintik di supermarket dekat rumah. Cita²nya sih mau bikin Banana Cake. Tapi apa daya, belum juga sampai rumah sudah berkurang 2 buah. Yasudah, batal bikin. Daripada ditanyain anak lanang "pisangnya mana, Buk?", yekan?

Ternyata di luar perkiraan, pisang² itu tidak tersentuh sama sekali loh. Memang mood batita ini sungguh unpredictable 😅

Daripada busuk dianggurin, ayolah dibikin apa gitu yg gampang. Muffin cukup gampang, tapi cup case-ku entah di mana. Dicetak di loyang loaf aja deh.


Resepnya aku ambil dari sini, tapi aku tambah crumble supaya lebih asik ada krenyes²nya.

Bahannya:
3 buah pisang overripe, lumatkan
1 butir telur
½ cup gula kastor
80 ml minyak
½ sdt garam
1½ cup tepung terigu
½ sdt baking soda
½ sdt baking powder

Bahan crumble:
Aduk rata seluruhnya hingga berbulir
60 gr tepung terigu
40 gr butter
20 gr gula kastor

Cara membuatnya:
Siapkan cup case muffin, atur di loyang. Atau bisa pakai 1 loyang loaf ukuran 10x20 cm yg dialasi kertas roti.
Panaskan oven 180°C.
Campur & ayak bersama, tepung terigu, baking soda, baking powder, dan garam. Sisihkan.
Campur pisang, telur, gula, dan minyak, kocok  hingga rata dengan ballon whisk.
Masukkan bahan kering, aduk secukupnya asal rata saja.
Tuang adonan ke dalam cup case/loyang, taburi crumble di atasnya, lalu panggang selama 20-30 menit hingga matang.
Setelah matang, keluarkan, tunggu hingga suhu ruang, lalu sajikan.


Saranku, bikinlah di malam hari supaya besok pagi ada bekal untuk sarapan 😉

Lagi rajiiiinnn 😅

Udah lama sih ngangen² pengen Pampis Cakalang. Cuma kalau bikin sedikit malu sama bumbu yg sehohah. Apalagi serumah sini cuma aku yg maniak makan ikan. Paksu & Bimo masih lumayan meskipun agak milih jenis ikannya.

Sejak menulis beberapa resep masakan Manado beberapa tahun lalu, lidahku jadi nagih sama masakan daerah sana. Kapan hari sempat bikin Ayam Woku, Alhamdulillaah cuma aku yg suka 😅 Penduduk di mari seleranya masakan Jawa tulen, jadi begitulah. 

Qadarullaah, untuk latbar NCC Malang besok kita harus bawa potluck. Jadilah hari ini aku masak pampis, tapi pakai pindang ikan Tongkol yg gedey itu. Masih sosodaraan lah ya, mereka berdua. Kalo bisa dapet Cakalang fufu sih lebih nendang lagi rasanya.

Secara garis besar aku pakai resep dari Xanderskitchen, idola sejuta emak Indonesia 😉  Resep yg kutulis di bawah ini sudah dengan penyesuaian kanan kiri yes.


Bahannya:
- Separuh bagian pindang tongkol yg gede, suwir²
- Air jeruk nipis
- Daun kemangi, petik
- Minyak  goreng utk menumis
- Garam
- Gula

Bumbu yg dirajang halus:
- 2 btg sereh
- 5 lbr daun jeruk
- 2 lbr daun kunyit,
- 1 lbr daun pandan
- 2 btg daun bawang

Bumbu yg dihaluskan:
- 12 btr bawang merah
- 6 siung bawang putih
- 10 bh cabe keriting merah
- 15 bh cabe rawit
- Seruas kunyit
- Seruas jahe


Caranya:
- Panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai harum. Lalu masukkan bumbu rajang, masak hingga bumbu matang & harum.
- Masukkan suwiran Tongkol, dan air jeruk nipis, aduk rata. Tambahkan sedikit air kalau perlu. Masak hingga bumbu meresap.
- Terakhir, masukkan kemangi, garam, dan gula. Tes rasa jangan lupa ya. Aduk rata. Masak hingga semua bumbu meresap dan air mengering.
- Sudah selesai. Tinggal ambil nasinya.


Mari makang!
Sudah lamaaaaa banget pengen bikin Carrot Cake. Terakhir bikin entah kapan, lupa 😅

Kok ya beberapa pekan belakangan di WAG IDFB ramai dibahas gara² mbak Anne 'ngidam' carrot cake dari salah satu hotel di Jogja. Lalu mbak Vania share resep andalannya. Lalu aku mupeng juga 😅 Pengen ikut bikin.

Ngintip kulkas masih ada wortel, bahan lain komplit, hayuklah.


Bahannya:
5 butir telur
2 cups gula kastor
2 cups tepung terigu
1 sdt cinnamon
1 sdt baking soda
1 sdt baking powder
½ sdt salt
1 cup minyak
3½ cups wortel parut kasar (ini kutimbang tadi sekira 375 gr)
½ cup almond, cincang
Kismis

Methods:
1. Panaskan oven 180°C. Siapkan 2 buah loyang diameter 20 cm, alasi dengan kertas roti.
2. Campur terigu, baking soda, soda kue, cinnamon, dan garam. Ayak. Sisihkan.
3. Dalam bowl besar, kocok telur dan gula hingga kental berjejak.
4. Masukkan campuran terigu, aduk hungga rata.
5. Masukkan wortel, minyak, almond, dan kismis, aduk hingga rata.
6. Tuang adonan ke dalam loyang, lalu panggang selama 45-50 menit hingga matang.
7. Setelah matang, keluarkan dari dalam loyang dan dinginkan hingga suhu ruang.

CREAM CHEESE FROSTING
Kocok hingga rata seluruhnya:
20gr butter
115 gr cream cheese
1 tbsp vanilla
⅛ tsp salt
1 cup icing sugar

Penyelesaiannya:
Letakkan cake pertama pada piring saji, lalu oles rata dengan cream cheese frosting.
Letakkan cake kedua di atasnya, lalu oles seluruhnya dengan sisa frosting.
Garnish sesuka hati.
Sajikan.

Spesial rikwes dari Paksu: pakai krim cokelat.
Hasil kompromi: krim cokelat di tengah, luarnya baru cover pakai cream cheese frosting.

Everybody happy 😋