Efek kepo, kudu beli, foto, lalu lihat jerohannya, lalu foto lagi, lalu dimakan. Hahahah..
Kayak roti ini. Penasaran beli karena bentuknya yang asik. Seperty pastry roll. Sambil membayangkan: ih keren ini..

Sampai di rumah, biasa.. Ambil kamera, foto dulu. Sambil coba belajar settingan white balance. Biar tau bedanya lah.. Biasanya foto pakai settingan manual tanpa atur WB. Maklumlah, tuntutan profesi.. Hahahah.. 
Foto untuk naskah kan maunya yang teraaang, jelaaas, dan ngga pake aneh-aneh. Lha food photography kan macem-macem. Ini yang aku harus banyak belajar.


Itu lihat, spiralnya cantiiik banget..
Tapii, setelah dibedah.. Voila!


Roti isi tuna mayonais biasa, dicetak di loyang bulet kecil, lalu atasnya dikasih irisan tipiiis puff pastry yang di roll, lalu ditabur herbs dikit. Udah.
Halah. Aku di PHP.

Anyway, masih bersyukur. Masih bisa beli, masih bisa icip, masih bisa tau cara bikinnya gimana :p Daripada yang cuma bisa beli doang..


Happy kepo :p
Ini bukan jawaban dari pertanyaan "kenapa lapsur pake telur banyak banget" lho ya.. Karena emang ya yang pesen minta lapsur, yang enak, yang ngga mahal.. Khas Indonesia ;)


Kesimpulannya: masih jauh lebih enak lapsur yang ori. Titik.
(Revisi per 13/10/15, ada komposisi yang aku sesuaikan supaya teksturnya ngga seret pas ditelan)
Tapi kalau perlu base cake yang bisa gede, ini bolehlah dipakai. Lumayan kok rasanya..


Bahan untuk 1 layer yang putih:
5 btr telur
1 sdt cake emulsifier
100 gr gula pasir
110 gr terigu
15 gr maizena
70 50 gr margarin, dikocok hingga lembut (revisi 13/10/15)
2 sdm 25 gr minyak goreng (revisi 13/10/15)
1 sdm susu kental manis putih

Bahan layer cokelat:
5 btr telur
1 sdt cake emulsifier
120 gr gula pasir
90 gr terigu
25 gr cokelat bubuk
70 50 gr margarin, dikocok hingga lembut
2 sdm 25 gr minyak goreng
1 sdt pasta cokelat (untuk lapisan cokelat)

Cara membuatnya:
- Siapkan loyang 20 x 20 x 4 cm, olesi dengan margarin lalu alasi dengan kertas roti, oles margarin tipis-tipis.
- Panaskan oven 170C.
- Campur terigu dan maizena (atau cokelat bubuk), ayak. Sisihkan.
- Kocok hingga jambul petruk, telur, cake emulsifier, gula pasir.
- Masukkan bahan kering yang sudah diayak sedikit demi sedikit sambil di mikser dengan kecepatan paling rendah. Matikan mikser.
- Tambahkan margarin, minyak goreng, dan susu kental manis (atau pasta cokelat), lalu aduk balik hingga rata dengan menggunakan spatula.
- Tuang adonan ke dalam loyang, panggang hingga matang.
- Setelah matang, keluarkan cake dari dalam loyang, dinginkan.
- Susun ketiga lapis cake tersebut dengan menggunakan selapis selai strawberry atau buttercream untuk melengketkannya.
- Potong-potong, lalu sajikan.


Happy cooking!



Lemparan order niih..
Request tampilan cake-nya seperti yang punya bakery terkenal itu. Oke, noted. Lalu base cake-nya vanilla, dilapis unbaked cheeesecake, dan dicover creamcheese, lalu diberi topping buah-buahan segar dan taburan almond slices. Glek. Tapi tetep di oke-in. *wink

Setelah blogwalking, untuk vanilla cake-nya aku pakai resep NCC, untuk unbaked cheesecake-nya aku pakai punya mbak Ria yang udah banyak direkomen sana-sini.
Good. Lets go get jumpin'.. Hup!


Untuk bahan vanilla cheese cake;
Bahan A:
5 btr telur utuh
5 btr kuning telur
150 gr gula pasir
15 gr cake emulsifier
1 sdt vanilli
Bahan B:
120 gr tepung terigu (aku: 125 gr)
10 gr maizena (aku: 15 gr)
10 gr susu bubuk (aku: skip)
Bahan C, kocok bersama hingga lembut:
75 gr margarine
75 gr cheese filling (aku: cream cheese)


Cara membuatnya:
- Siapkan 3 loyang bulat ukuran 24 x 24 x 4 cm, olesi margarin, alasi dengan kertas roti, oles lagi dengan margarin tipis saja. Sisihkan.
- Panaskan oven 170C.
- Kocok Bahan A hingga kental, masukkan bahan B sambil diayak. Beri C aduk balik hingga rata.
- Tuang adonan kedalam 3 loyang tersebut, panggang hingga matang.
- Setelah matang, keluarkan dari loyang, dinginkan.


Untuk bahan unbaked cheese cake;
375 gram cream cheese
125 gram gula halus (ayak)
250 gram whipcream
3 sdm air jeruk nipis
1 sdm gelatin bubuk
50 cc air

Cara membuatnya :
- Tim gelatin & air hingga larut, sisihkan.
- Kocok cream cheese dan gula hingga lembut, tambahkan air jeruk nipis, kocok hingga rata.
- Kocok whipcream hingga kaku.
- Tuang sebagian whipcream kocok ke dalam adonan creamcheese, aduk rata, kemudian tuang lagi sisanya, aduk rata.
- Masukkan larutan gelatin, aduk hingga rata.


Untuk bahan frosting cream cheese;
300 gr buttercream siap pakai
100 gr cream cheese, suhu ruang
2 sdm gula bubuk

Cara membuatnya:
- Kocok hingga halus cream cheese
- Tambahkan buttercream dan gula halus, kocok lagi hingga rata.


Assembly-nya begini..
1. Siapkan ring cutter diameter 22 cm, letakkan di atas alas saji.
2. Letakkan 1 lapis cake di dalamnya, beri lapisan setengah bagian cheesecake yang sudah disiapkan. Lalu letakkan selapis cake lagi di atasnya, tuang seluruh adonan cheesecake. Kemudian tutup dengan lapisan cake diatasnya.
3. Simpan dalam lemari pendingin selama 1 - 2 jam hingga tiap lapisan menjadi set.
4. Setelah itu, lepaskan ring cutter-nya. Cover seluruh bagian cake dengan cream cheese frosting. Lalu susun buah-buahan segar di atasnya, olesi dengan agar-agar bening supaya buah terlihat lebih glossy. Terakhir, tempeli dengan almond slices yang sudah dipanggang sebentar.
5. Simpan dalam lemari pendingin sebelum disajikan.


Panjaaaang prosesnya. But it is worth to wait.
Happy baking!
Hellooww.. Yuuhuu.. 
Kelamaan semedi di goa, sampai lupa caranya login ke blogger :') Terakhir beberes blog ini bulan Juni lalu kalau ngga salah. Sekarang bulan Oktober. Iyep. Nyaris 4 bulan. Fuih. *lap keringet*

Kali ini mau sharing resep Sambal Roa. 



Sambal ini aku bilang istimewa, karena ikan roa-nya susaaaah sekali didapat. Roa adalah sejenis ikan laut berukuran 20-25 cm yang cuma ada di daerah Ternate saja. 
Ini aja kalau bukan Yanti, my partner in crime, yang dapet, ya belum tentu bisa dibikin. Mau diganti sama ikan lain ya ngga akan dapetlah sensasinya.



Pertama kali aku makan Sambal Roa ini waktu masih tinggal di Bali, waktu entertain orang di rumah makannya Pak Bondan, as a side dish of singkong goreng yang lembut. Sejak itulah, aku jatuh cinta. Heuheuheu..

Straight to the point, ini resepnya..


Bahannya:
-          10 ekor ikan roa asap kering
-          10 siung bawang merah
-          3 siung bawang putih
-          8 buah cabai merah besar
-          4 buah cabai rawit merah
-          1 sdt garam
-          1 sdt gula
-          4 sdm minyak goreng
-          2 sdm air

Cara membuatnya:
1. Bersihkan ikan roa, ambil dagingnya, suwir-suwir, lalu haluskan dengan food processor atau blender. Lalu sangrai hingga matang dan harum. Angkat, sisihkan.
2. Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai merah besar dan cabai rawit.
3. Panaskan minyak goreng di atas kompor dengan menggunakan wajan bekas menyangrai ikan roa, tumis bumbu sambal yang dihaluskan hingga matang dan harum.
4. Masukkan ikan roa halus yang sudah disangrai, tambahkan garam dan gula, aduk hingga rata. Tambahkan air, aduk rata. Masak hingga matang dan bumbu meresap sempurna.

5. Angkat, lalu sajikan.


Happy cooking!
Awas jarum timbangan geser ke kanan :p



Ceritanya ikut ngeramein challenge di grup YKMK di fb. Temanya kelapa.. Lha kok ya paaaas banget sama proyek yang lagi aku kerjain.. Yasudah tinggal comot aja salah satu yang belum pernah aku published fotonya :D

Resepnya hasil gugling. Aslinya sih ini cookies. Tapi kenyataannya waktu proses kok lembek banget beginih adonan cokelatnya? Ngga bisa dipulung. Daripada ngga jadi, aku masukin aja ke loyang pie mini, lalu panggang. Loh, ternyata (lagi) jadinya kok berasa brownies? Hahahah.. Mbuh wis. Yang penting enak. Udah.


Bahan:
- 250 gr cream cheese, suhu ruang
- 150 gr gula kastor
- 1 butir kuning telur
- 1 sdt vanilla
- 120 gr kelapa parut kering
- 250 gr tepung terigu
- 30 gr cokelat bubuk, ayak
- ½ sdt baking soda
- 300 gr mentega
- 175 gr gula kastor
- 1 butir telur
Cara membuatnya:
1. Panaskan oven 160°C.
2. Siapkan cetakan pie, atur dalam loyang kue kering, sisihkan.
3. Kocok hingga rata dengan balloon whisk: cream cheese, gula, kuning telur, vanilla, dan kelapa parut kering. Sisihkan.
4. Dalam baskom lainnya, kocok hingga rata dengan balloon whisk: mentega, gula, dan telur. Lalu masukkan terigu, cokelat bubuk, dan baking soda. Kocok hingga seluruh adonan tercampur rata.
5. Masukkan sesendok makan adonan colkelat ke dalam loyang pie, ratakan dengan ujung jari hingga berbentuk seperti mangkuk dengan ketinggian ½ loyang saja. Kemudian masukkan sesendok the adonan keju di tengahnya, ratakan. Lakukan hingga seluruh adonan habis dicetak.
6. Panggang selama 15-20 menit hingga matang dan krim kejunya berwarna kuning kecokelatan.
7. Setelah matang, keluarkan dari dalam oven, diamkan sebentar sebelum pie bisa dikeluarkan dari dalam loyang. Sajikan.


Happy baking!
Bukan karena masih demam Red Velvet; tapi karena sang Mama berubah pikiran. Semula maunya pakai base cake cokelat, aku pun udah siapkan resep yang emang enak. Tetapiii.., kira-kira dua minggu sebelum hariha, omong punya omong, ternyata beliau lebih tertarik ke base cake si merah beludru ini. Diill.. :)

Resepnya masih sayang sama resep yang ini, karena selain enak, cake ini moist banget akibat modifikasi penambahan minyak goreng di dalam resepnya. 

Honest speaking, ini the-first-time-and-forever ku bikin barbie cake.. Sekali lagi, modal nekat doang. Mereka bisa kok, masa aku ngga bisa.. :p
Setelah nemu tutorial yang menurutku simple, bolak-baliklah aku 'penthelengi' gimana cara si mbaknya bikin gaunnya.


Rikuesnya yang ultah, minta model yang swirl. Sip. 
Rikues sang Mama, sewarna aja, kalo bisa disamakan sama warna bajunya. Hoke.

Total cake yang aku bikin ada 5 loyang untuk 2,5 adonan resep. Karena jumlah telur dalam satu resep ada 3, jadi ya bikin 3 resep, sisanya untuk cupcake jatah para preman.. :D

Yang paling bawah, untuk pedestal, pakai cake ukuran dia 25 cm. Agak kurang gede sebenernya, tapi yasudahlah. Lalu untuk gaunnya, 3 lapis cake ukuran dia 20 cm dan selapis cake yang dia 15 cm. Stacked and carved. Sebelum didandanin, iket dulu rambutnya ke atas. Tangan juga ke atas semua.



Buttercreamnya ngga beli jadi, tapi bikin pakai resep ini supaya lebih kokoh mengingat harus dibawa ke kota. Jauh, makbro.. 
Dekor pakai spuit 1M dari Wilton untuk gaunnya, lalu spuit bintang kecil untuk bustier dan edge, sama spuit pagar untuk sisi pedestalnya. Oiya, pakai spuit mawar gedeee untuk bread crumb-nya.

Nih, anaknya yang super cuentil yang lagi ultah.. ^_^
Happy birthday, 'nduk.. Keep shining ya.. *kecupkecup




Happy decorating!




Salah satu pengembangan dari resep red velvet itu adalah, dijelmakan menjadi basecake untuk taart ulang tahun. Thank you, Dian :*

Dibilang pesanan dadakan juga masih 3 hari sebelum hariha. Tapi cukup nervous juga, mengingat sang birthday girl maunya tema film Frozen, dan topper atau boneka mainan untuk tema ini musti nyari ke TBK di Jakarta. Cibubur ngga ada :p
Awalnya aku menawarkan barbie cake Elsa kepada sang bunda. Dengan alasan "ntar ngga kepotong-potong kuenya karena eman-eman", batal deh. Ganti cake jumbo ukuran 35 cm. Temanya tetep sama. Basenya pakai red velvet sesuai rikues sang bunda.



Untuk menuju panjang 35 cm, harus modifikasi dikit. Oven ngepas banget lebarnya, ngga bakal bagus jadinya kalau dipaksa pakai loyang selebar itu. Akhirnya aku pakai loyang 26 x 26 cm per resep. Bikin 3 resep. 2 lembar cake ditumpuk apa adanya setelah di trim ke-4 sisinya, sisa selembar lagi untuk 'menyelamatkan' ukuran.. :D
Masih ada sisa potongan tebaal, nah, carving dikit, jadilah dia batu dan pohon cemara mini. Good. Semua bisa dimakan, kecuali topper-nya.

AlhamduliLlaah, setelah dipoles kiri kanan depan belakang dengan buttercream, plus sentuhan marshmallow disana-sini, voila.. She's the birthday girl!


Pssst, aku memberikan 'kehormatan' untuk dia: pasang sendiri mainannya! Hehehee.. Padahal aslinya aku udah mati gaya.. Hahahaha..


Happy decorating!

Kenapa judulnya pake tanda kurung segala, karena bisa dijadikan keduanya; cupcake dan cake.
Banyak orang bingung menanyakan: "resep cupcake apa ya..?" Padahal, semua resep cake bisa dijadikan cupcake pun sebaliknya. Bahkan muffin pun bisa dijadikan cake. Ngga percaya? Coba aja.

Resep ini aku sadur bebas dengan modifikasi sendiri dari blognya Just Try & Taste yang beken dikalangan penggila baking seperti akyuh..
Hasil akhirnya, aku percaya bahwa yang ini lebih moist.. Enak mana? Selera. Itu juga tergantung bahan yang dipake.. Beda dong, pakai full butter dengan pake margarin biasa.. :p


Bahannya:
- 345 gr tepung terigu 
- 1/2 sdt baking soda
- 1 sdt baking powder
- 1 1/2  sdm bubuk coklat
- 1 sdt garam
- 2 btr telur ukuran besar (aku: 3 btr telur ukuran sedang)
- 375 ml mentega/margarine, dicairkan (aku: 200 gr mentega dicairkan + 170 ml minyak)
- 300 gr gula pasir
- 250 ml krim kental + 1 sendok makan white vinegar, diamkan 10 menit (aku: pakai susu UHT + cuka makan)
- 2 sdm pewarna merah makanan cair (aku: 2 sdt)
- 1 sdt vanila ekstrak
- 1 sdt distilled white vinegar, bisa diganti dengan air jeruk nipis/lemon (aku: cuka makan)

Caranya:
- Panaskan oven 160-170C. Siapkan cupcase sebanyak 20-24 pcs atau loyang berukuran 26x26 cm atau 2 buah loyang bulat diameter 20 cm. Olesi loyang dengan margarin, dan lapisi dengan kertas roti, olesi margarin tipis sekali lagi. Sisihkan.
- Dalam mangkuk besar, ayak tepung terigu, coklat bubuk, baking soda, dan baking powder. Sisihkan.
Kocok mentega dan gula pasir, dengan speed sedang hingga tercampur baik. Tambahkan telur, pewarna merah, vanila ekstrak, garam dan vinegar, kocok dengan speed sedang hingga rata dan kental. 
- Kurangi kecepatan mikser menjadi paling rendah. Masukkan tepung terigu dan buttermilk secara bergantian dan bertahap sambil terus dikocok hingga tercampur baik. Matikan mikser.  Jangan terlalu lama mengocok jika tepung telah masuk ke adonan karena akan membuat cake menjadi keras. 
- Masukkan adonan ke dalam mangkuk cupcake, isi adonan hingga setinggi 3/4 tinggi mangkuk. Panggang di dalam oven selama 20 - 25 menit, putar-putar loyang selama dipanggang agar kue matang merata. Jika menggunakan loyang, panggang selama 25-30 menit hingga matang. Jangan overbake, karena akan membuat tekstur kue menjadi kering. 
- Setelah matang, keluarkan dari dalam oven, biarkan dingin, lalu sajikan dengan krim keju atau whipped cream biasa.


Happy? Yes. Indeed.
Happy baking!

Kenapa dinamakan Ayam Kodok?
Apakah pakai daging kodok?
Kedua hal itu yang paling sering ditanyakan sama orang-orang yang baru pertama kali dengar.
Jawaban untuk yg pertama, entahlah. Ada yang bilang karena bentuknya moleg dan nungging seperti kodok. Ada juga yang bilang karena bikinnya dengan cara dikodok (dikuliti tanpa mengupas seluruh bagian kulit). Halah.
Jawaban untuk pertanyaan kedua, obviously not. Pure pake daging ayam, daging sapi dan telur. 


Awal perkenalanku dengan si cantik ay-ko ini, gegara latbar pertama warga NCC Cibubur. Setelah kopdar pertama yang cuma didatengin 5 orang ini, diputuskanlah latbar pertama yaitu bikin ayam cabut tulang alias ayam kodok. Deal.


Resepnya pake resep punya NCC lah.. Secara.. ^_^ Prosesnya cukup panjang dan melelahkan. That is why, harga jualnya cukup maharani.. But its worth to have it.

Bahannya:
1 ekor ayam, ambil kulitnya utuh-utuh
½  kg ayam giling (aku: dari daging ayamnya itu sendiri yang dicincang dg food processor, tulangnya direbus untuk kaldu saus)
½ kg daging sapi giling (aku: 1/4 kg aja)
5 ptg roti tawar, rendam dalam air lalu remas (aku: rendam dengan susu UHT)
½ klg liver pasta (aku: 4 buah hati ayam direbus dengan 200 ml air dan 3 bh bawang putih, lalu haluskan)
3 btr telur ayam
2 sdt gula
3 sdt garam
1 sdt lada
½ sdt vetsin/chicken powder (aku: 1/2 bagian kaldu balok)
½ sdt pala
4 btr telur rebus (untuk isi dalam)

Bahan olesan: (campur rata)
2 sdm mentega
2 sdm kecap manis

Bahan saus:
3 sdm mentega
1 bh bawang bombay, iris halus
3 buah jamur shitake, potong tipis memanjang (ini tambahan aku)
500 ml air kaldu (dari rebusan tulang)
1 btr maggi blok/chicken powder
½ sdt pala bubuk
2 sdt garam
3 sdm kecap inggris
2 sdt gula
5 sdm kecap manis
½ sdt lada
2 sdm terigu

Bahan pelengkap:
Sayur selada
Wortel, potong memanjang seukuran jari, rebus
Brokoli, potong, rebus
Kentang, potong seukuran jari, rebus sebentar, lalu goreng
Buncis, potong sepanjang jari, rebus

Caranya:
- Pertama-tama, kuliti dulu ayamnya. Mulai dengan meletakkan jari jemari tepat di bawah kulit ayam bagian dada. Gerakkan jemari perlahan mengikuti bentuk ayam hingga kulit ayam perlahan terlepas. Lakukan dengan hati-hati agar kulit ayam tidak robek. Tinggalkan bagian sayap dan tulang dengkul di bawah paha (gunting tulang di atas sendi) agar bentuk ayam tetap cantik. Lakukan hingga seluruh kulit terlepas dari badan ayam. Rendam kulit yang sudah terkelupas di dalam air.
- Lalu siapkan isiannya. Aduk semua bahan isi menjadi satu hingga rata kecuali telur rebus. Isi bagian dalam kulit ayam dengan adonan daging dan beri tambahan telur rebus juga. Isi terus hingga ayam menjadi padat dan bentuknya seperti seekor ayam utuh kembali. Jahit rapat sambungannya dengan benang. Jahit juga bagian lain yang robek jika ada. 
- Setelah selesai, olesi dengan bahan olesan, tusuk-tusuk ayam, lalu kukus hingga matang selama 1 jam.
- Setelah itu, keluarkan ayam dari kukusan olesi lagi dengan bahan olesan, lalu panggang dalam oven hingga kering kulitnya.


- Untuk sausnya, tumis bawang bombay dengan mentega sampai harum. Kemudian masukkan irisan jamur, tumis sebentar. 
- Masukkan air kaldunya. Masak hingga mendidih.
- Masukkan bumbu-bumbunya dan terigu untuk mengentalkan. Masak hingga saus matang.
- Sajikan ayam yang sudah selesai dipanggang dengan sayur pelengkap dan saus.


Fuih. Panjang. Dan lamaaaa.. It takes whole day to get it ready.
Niat bikin, bu? Hihihi.. Yuk ah..


Happy cooking!
Gara-gara whatsapp-an sama Dinda, jadi kepikir sama Picnic Roll. Duh. Umi serrrrring banget bikin kue ini dari jaman baheula, sampe kitanya (hampir) bosan.. Hahahaha.. Bayangin aja, ngga cuma pesenan orang, tapi tiap kali pulang ke Sumenep, Ammi (oom) Rahimahullah suuukak banget sama kue ini.. Kata beliau, ini namanya kue "Tanpa Nama".. Hehehehe..


Lalu cerita ke Hubby, beliau-nya minta dibuatin.. Penasaran sama rasanya, katanya. Tapi mintanya pakai kulit yang kaya kulit pisang bolen tempo hari, cuman isiannya aja yang beda. Yowes. Ngga ada masalah, toh sebenernya kulitnya emang pakai kulit pastry, meskipun Umi dulu bikinnya pakai bread dough biasa.

Kulitnya emang aku pakai dari resep pisang bolen kemarin, cuma aku tambah ragi sedikit supaya lebih empuk. Emang bener, hasilnya lebih empuk daripada kulit pisang bolen yang cenderung crunchy.

  
Bahan:
Kulit A:
300 gr terigu protein tinggi
60 gr gula kastor
6 gr ragi roti
120 gr butter
125 ml air

Kulit B:
150 gr terigu protein sedang
120 gr butter
2 sdm minyak goreng

Isi:
5 butir telur ayam, rebus, kupas, belah 2 bagian
80 gr keju cheddar, iris tipis 2-3 mm
100 gr kornet sapi
75 ml putih telur
2 sdm remah roti (bread crumb)

tambahan 19 juni 2014 >> campuran isian kornet bisa diganti yang lebih enak dg mencampur bahan berikut:
150 gr daging cincang
1 lembar roti tawar, direndam dg susu cair atau air, lalu peras
1 butir telur
2 siung bawang putih, cincang halus
1/2 balok kaldu ayam
1/4 sdt pala bubuk
1/4 sdt lada bubuk
1/4 sdt garam
--> semuanya diaduk jadi satu lalu dikukus

Olesan:
1 butir kuning telur campur dengan 2 sdm susu cair
Keju parut untuk taburan

Cara:
- Campur semua bahan A, uleni hingga setengah kalis, sisihkan. Diamkan 20 menit.
- Campur semua bahan B, aduk rata, sisihkan. Diamkan 15 menit.
- Campur kornet, putih telur, dan bread crumb hingga rata. Masukkan ke dalam wadah plastik yang sudah dioles minyak, lalu kukus hingga matang. Setelah matang, dinginkan, kemudian potong segi empat berukuran lebar 3-4 cm dengan ketebalan kurang lebih 5 mm. Sisihkan.
- Gilas kedua adonan seperti yang sudah dijelaskan pada resep sebelumnya. Ikuti langkahnya sampai gilasan terakhir.
- Pipihkan adonan sampai setebal 5 mm, potong menjadi 2 bagian pada sisi panjangnya.
- Ambil satu bagian adonan, potong memanjang selebar 1/3 bagian. Letakkan di atas loyang yang sudah dioles margarin. Atur memanjang diatasnya: potongan kornet kukus, keju, telur rebus. Beri jarak sekitar 1-2 cm keliling adonan. Kemudian tipiskan sedikit sisa 2/3 potongan yang lain, lalu tutupkan di atas tumpukan isian tadi. Rapatkan kelilingnya. Turuk-tusuk dengan garpu pada bagian atasnya.
- Lakukan hal yang sama untuk satu bagian lainnya. Diamkan sekitar 15 m3nit sebelum dipanggang.
- Olesi dengan bahan olesan, kemudian taburi dengan keju parut.
- Panggang dengan oven bersuhu 200 C hingga matang.
- Setelah matang, keluarkan dari oven. 
- Sajikan hangat.

PS, kalau mau, kulitnya pakai puff pastry tuambah muaknyusss.. Kalau mau cepet, ya mari kita panggil mas Edo sajaa.. Ahahaha..


Setelah diicip, lalu Hubby bilang, ini namanya "Kue Penyesalan".. Loh? Iya, menyesal kalo ngga nyicip.. Hahahaha.. Bissaaa ajah..
Happy baking!