Terinspirasi makan siang kemarin di salah satu rumah makan Padang di rest area. Nambah nasi sampai 3 kali ngga terasa. Tiga. Iya. Ahahaha.. Lapar dan doyan beda tipis. Tapi aseli, enak banget.

Padahal cuma makan pakai lauk seperti ini. Tumis terung pakai cabe ijo, teri nasi, pete. Eh, petenya aku kasih pak suami kok. Aku bukan pemakan pete, cuma penikmat aroma masakan yang ada petenya. 


Diinget-inget rasanya, lalu direka-reka bumbunya. Mari kita belanja dulu!

Bahannya:
8 buah bawang merah
8 buah cabai hijau 
2 buah terung ungu ukuran sedang
100 gr teri Medan basah
3 buah tomat hijau
1 batang bawang daun
1 papan pete
Minyak goreng

Caranya:
Bersihkan terung, potong jadi 6 bagian atau sesuai selera. Panaskan minyak goreng, goreng terung hingga matang. Angkat, tiriskan. Sisihkan.
Cuci bersih teri Medan, sisihkan.
Bersihkan pete, sisihkan.
Ulek kasar bawang merah dan cabai hijau. Potong tomat hijau menjadi 4 bagian. Potong-potong bawang daun.
Tumis bumbu ulek dengan minyak goreng secukupnya hingga matang dan harum.
Masukkan pete dan ikan teri, aduk rata. Masak hingga matang. Tambahkan air sedikit bila perlu.
Masukkan terung yang sudah digoreng, aduk rata.
Terakhir masukkan tomat hijau, aduk rata hingga matang.
Matikan api, angkat, lalu sajikan.


Heaven!
Happy cooking!
Sebenernya ini edible image cake pertamaku. Udah nervous dukuan, ternyata ngga nyeremin amat kok. Malah cenderung gampang untuk pemula yang mau dekor cake. Tinggal cetak, potong, tempel. Udah. No wonder banyak yang suka ngerjainnya.



And there's my turn. Thank you Eyi yang udah pesen buat Fabian birthday.. *smooch

Dan inilah bagian yang paling aku suka, tentang bagaimana tingkah anak-anak begitu lihat kue ulang tahunnya. Kalau sebelumnya si birthday girl pasang sendiri boneka princessnya di atas kue taartnya, nah si birthday boy kali ini berbagi tiup lilin dengan teman-temanya! Adaaa aja ya.. 


Happy birthday Fabian..! 
My 2nd attempt. Pertama bikin salah step jadinya mirip odading *ndempis ngikik*
Kemudian tanya-tanya di WhatsApp group NCC Cibubur, plus gugling juga, and this is it. Churros ala dapurtetangga.. Kenapa aku bilang begitu ya karena aku ambil benang merah dari beberapa referensi resep yang aku baca. Kurang lebihnya gimana, ya itu yang aku pakai untuk acuan. 


Bahannya:
1 cup air 
2 sdm gula pasir
1/4 sdt garam
2 sdm mentega
1 cup terigu
1 butir telur
Minyak goreng 
Campuran gula kastor dan kayumanis bubuk untuk taburan

Caranya:
Panaskan air di atas kompor. Masukkan gula pasir, garam, dan mentega, aduk rata hingga mendidih.
Kecilkan api, masukkan terigu sambil diayak, aduk cepat hingga rata sampai membentuk adonan lembut yang tidak lengket. Lalu matikan api.
Kocok lepas telur, kemudian segera masukkan ke dalam adonan, aduk hingga rata.
Siapkan piping bag dan spuit bintang yang cukup besar lubangnya. Setelah adonan hangat, masukkan adonan ke dalamnya.
Panaskan minyak yang agak banyak untuk menggoreng adonan. Pakai wajan datar akan lebih enak.
Semprotkan adonan ke dalam wajan, lalu goreng dengan api sedang hingga golden brown dan matang. Angkat, tiriskan.
Adonan ini bisa langsung digoreng atau dibekukan dulu kalau mau disimpan.
Sajikan dengan taburan gula kastor dan kayumanis bubuk.


Hayuk bikin, gampang ternyata 😁
Happy cooking!

Belajar masak yang model begini pasti dari Mama mertua. Sedikit beda style dengan Umi yang cenderung cuma pakai duo bawang aja, kalau masakan Mama bumbunya komplit. Bahkan numis sayur pun pakai salam lengkuas. 

Masakan yang satu ini memang menggugah selera. Apalagi kalau udah nginep sampai besoknya. Sampai tiris kuah di panci deh. Kalau perlu, dikoretin pakai nasi. Hihihi..


Bahannya:
5 pasang ati ampela ayam, buang lemaknya
2 buah kentang ukuran sedang, kupas
5 butir bawang merah
2 butir bawang putih
2 buah cabai merah besar
5 buah cabai rawit kecil
1 ruas jari lengkuas
3 lembar daun salam
1 batang serai
1/2 sdt terasi
2 sdt gula pasir
2 sdt garam
65 ml santan kental instan 
Minyak untuk menumis
750 ml air

Cara membuatnya:
Potong dadu ukuran 3x3 cm ati ampela dan kentang, sisihkan.
Ulek kasar bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, dan terasi. Memarkan serai dan lengkuas.
Panaskan minyak, tumis bumbu ulek, serai, dan lengkuas, hingga harum dan matang. Angkat.
Panaskan air di dalam panci, tuang tumisan bumbu ke dalamnya, aduk rata. 
Masukkan kentang, masak hingga setengah matang. Masukkan juga ati ampelanya, masak hingga matang bumbu meresap dan air sedikit berkurang 
Masukkan santan instan, gula, dan garam. Aduk rata.
Didihkan sekali lagi supaya matang sempurna. Matikan api.
Sajikan.


Agak ribet, tapi worthed it to try. Dilarang menyesal.
And happy cooking!



Iya. Judulnya lucu. Uyah Asem. Sesuai rasanya, asin dan asem. Masakan ayam rebus khas Banyuwangi yang juga jadi salah satu kenangan masa kecilku. Pokoknya kalau Umi udah masak lauk ini, hmm.. Maunya nambah nasi terus 😋 Istimewahh! Apalagi jaman itu menu ayam masih jadi idola. Ngga seperti sekarang, menu ayam sudah jadi sajian lumrah. 

Bisa dibilang telat aku nyoba memasaknya sendiri. Padahal resepnya simpel. Belimbing wuluhnya susah didapat. Sekalinya ada di pasar, pas ngga sempat masaknya. Sok sibuk. Sekalinya kepingin, ngga nemu sebijipun di pasar. Hari ini semuanya pas. Pas kepingin, pas ada. Alhamdulillaah..


Bahannya:
400 gr ayam, potong-potong sesuai selera
4 butir bawang merah
3 buah cabai merah rawit
2 buah cabai merah besar
8 buah belimbing wuluh
1 batang bawang daun
2 sdt garam
Minyak untuk menumis
1 liter air 

Caranya:
Panaskan air dalam panci hingga mendidih, masukkan potongan ayam. Masak hingga matang.
Sementara menunggu, ulek kasar bawang merah, sisihkan.
Rajang halus cabai rawit dan cabai besar. Potong-potong belimbing wuluh dan bawang daun sesuai selera.
Panaskan minyak goreng, tumis bawang merah, cabai rawit, cabal besar, dan bawang daun hingga harum dan matang. 
Setelah matang, masukkan ke dalam panci yang berisi ayam. Masukkan juga belimbing wuluh. Masak hingga bumbu meresap dan ayam matang. Terakhir masukkan garam. Aduk rata, matikan api.
Angkat, lalu sajikan.


Sungguh, it brings back my childhood memories! Makanpun nambah sampai dua kali..
Jazakillaah sharing resepnya Mi *kecups


Happy cooking!


Minyak kelapa alias lengis in Balinese, ngga cuma bisa dipakai untuk nyambel aja lho. Selain untuk numis, untuk salad dressing juga nikmeh.

Basically, dressing dari lengis ini adalah sambal matah yang dikurangin rawitnya dan ditambahin minyaknya karena musti dicombine dengan sayur Segar yang notabene begitu-begitu aja rasanya. Ehehehe..


Isiannya apa aja? Bebas sih. Mau pakai nasi juga boleh *nyengir*


Yang ini aku pakai pucuk daun kenikir, daun selada, kol ungu, dan daun kemangi. Plus stir fried dada ayam yang disuwir. Aduk rata semuanya. Langsung sikat!


Happy cooking!
Masih edisi kangenan. Masak Ayam Betutu! Pake daun singkong, ulala.. Tapi ayamnya keburu dipotong. Ahahaha.. Sutralah, buat sendiri ini. Sekalian aja dimasak pakai happy call 😁 Aturan sih dikukus sampai matang, kemudian dipanggang. Tapi kalau mau praktis begini juga okey.


Penampilan sepintas mirip opor ayam, tapi tanpa santan. Kalau mau sedikit kecokelatan, bisa digoreng sesudahnya. Tapi aku prefer begini aja. Enak.

Bahannya:
1 ekor ayam ukuran sedang
6 siung bawang putih 
7 siung bawang merah
4 cabe merah besar
Cabe merah kecil sesuai selera
4 btr kemiri
1,5 cm lengkuas
1,5 cm jahe
1,5 ruas jari kencur
2 ruas jari kunyit
1/4 butir pala
1 sdt merica
2 sdt ketumbar
Terasi
Garam
8 batang serai, rajang halus

Daun jeruk, buang tulang daunnya
Minyak goreng untuk menumis
Daun singkong, sesuai selera

Cara membuatnya:
Bersihkan ayam, sebaiknya biarkan utuh. Tetapi kalau mau dipotong-potong ya ngga apa-apa. Sisihkan.
Rebus daun singkong hingga setengah matang. Angkat, peras. Sisihkan.
Cincang halus semua bumbu kecuali serai dan daun jeruk. Boleh pakai food processor atau chopper, tapi jangan diulek. Beda sensasinya.
Panaskan minyak, tumis bumbu cincang, serai, dan daun jeruk hingga matang dan harum. Tambahkan garam dan terasi, masak hingga bumbu matang. Matikan api.
Kalau ayamnya utuh, campur sebagian bumbu yang sudah ditumis dengan daun singkong, kemudian masukkan ke dalam badan ayam. Balurkan sisa bumbu ke seluruh bagian luar ayam hingga rata. Bungkus ayam dengan daun pisang atau aluminum foil, kemudian kukus selama 2 jam hingga matang. Setelah matang, boleh langsung disajikan, boleh juga kalau mau dipanggang atau digoreng dulu ayamnya.
Kalau ayamnya sudah potongan, dan mau masak pakai happy call, atur daun singkong di dasar wajan. Campur ayam dengan bumbu, kemudian atur di atas daun singkong. Masak hingga matang. Sajikan.


You may cook your Ayam Betutu in your own comfort way 😋
Happy cooking!

Kenapa judulnya "wannabe"?
Karena resep aslinya pasti ngga begini. Aku cuma membuat berdasar bahan yang paling simple dan dengan cara yang paling sederhana. 

Aslinya cuma karena kangen masakan rumahan ala tukang carving-ku dulu. Dia bikinnya enaaakk banget. Pakai ayam bakar, lalu disisit memanjang halus, dan ada bekas gosong-gosong karena terbakar. Bumbunya? Entahlah. Jaman segitu aku masih belum seberapa berminat nanya resep.. Ehehehe..

Daripada jadi bisul, sebaiknya segera dituntaskan ini. Udah sih sempat nanya-nanya sama Ayu, teman kerjaku dulu, tapi ya gitu deh. Malas scroll up pesan di WhatsApp. Ngarang aja, yang penting bisa mirip meskipun ngga bisa deket banget rasanya.


Bahannya:
1/2 bagian dada ayam, lumuri dengan garam dan merica
6 butir bawang merah
8 bush cabai rawit merah
3 batang serai, ambil bagian putihnya
1/2 sdt garam
1/2 sdt terasi
2 lembar daun jeruk purut, buang tulang daunnya
2 buah jeruk limau
5 sdm minyak kelapa

Cara membuatnya:
Panaskan wajan datar, olesi dengan sedikit minyak goreng. Stir fry dada ayam hingga matang. Angkat. Suwir-suwir dengan tangan, sisihkan.
Cincang kasar bawang merah. Rajang halus cabai merah rawit, serai, dan daun jeruk. Campurkan di dalam wadah, aduk rata.
Tambahkan garam dan terasi, aduk rata.
Panaskan minyak kelapa hingga muncul buihnya, lalu matikan api. Siramkan minyak panas ke campuran bumbu, aduk dan tekan-tekan supaya keluar sarinya.
Peraskan jeruk limau ke dalamnya, aduk rata.
Masukkan ayam yang sudah disuwir, aduk rata.
Sajikan.



Bahaya. Iya. Aku ngga berani jamin.
Happy cooking!
Yes, my Mom used to cook this dish for our special occasion such as Idul Fitri or family gathering. Dan aku sudah merindukan masakan ini sejak beberapa bulan lalu. 

Seingatku dulu bikinnya repoot banget. Semua bahan dibikin mateng dulu, kemudian diatur di pinggan tahan panas, lalu dipanggang. Proses yang paling bikin bete adalah menghaluskan kentang. Gimana engga, itu kentang direbus dulu. Kupas. Potong 4 bagian. Lalu haluskan pakai alat press manual. 

That was then.
Seiring jaman, sekarang ada yang namanya kentang tumbuk instant. Tinggal seduh air panas, voila! Enjoy your mashed potatoes at anytime tanpa keringetan ngalusinnya. Ehehehe..

Ngga mau rindu tertahan semakin lama, disempatkan deh bikin masakan ini. Bikin yang simpel aja. Aku ngga setelaten Umi ngurusin printilan bahan 😁 Yang pasti pakai mashed potatoes instan dan sup krim instan. Tanpa soun dan telur rebus karena pak Suami ngga terlalu suka. Yuk mari kita lesgo!


Bahannya:
200 gr mashed potatoes instant
1 sachet sup krim instant 
2 buah wortel ukuran kecil
6 buah sosis sapi
1 buah paprika merah ukuran kecil
1 pak jamur Shimeji
1 buah bawang bombay ukuran kecil
Minyak goreng untuk menumis
480 ml air panas
250 ml air 
Margarine untuk olesan
Keju cheddar untuk taburan

Caranya:
Siapkan pinggan tahan panas / casserole ukuran 20 x 20 cm. Olesi dengan margarine. Sisihkan.
Panaskan oven 180°C.
Campurkan mashed potatoes instan dengan air panas, aduk rata hingga bergumpal. Ambil setengah bagian, ratakan di dasar pinggan. Sisihkan.
Cincang halus bawang bombay. Buang biji paprika, lalu potong dadu. Potong-potong wortel dan sosis sesuai selera. 
Panaskan minyak goreng, tumis bawang bombay hingga harum dan matang. Tuang dengan air, didihkan. Masukkan wortel, sosis, dan paprika. Masak hingga wortel setengah matang. 
Masukkan sup krim instant, aduk hingga larut dan rata. 
Masukkan jamur, aduk rata, lalu matikan api.
Tuang campuran sup krim ini ke atas mashed potatoes yang sudah diatur di dalam pinggan. Ratakan. 
Kemudian tutup dengan sisa mashed potatoes, ratakan. Taburi keju cheddar di atasnya.
Panggang hingga keju kecokelatan dan terlihat meletup-letup.
Setelah matang, keluarkan dari dalam oven.
Sajikan hangat.


Whoaaa..! It brings back my childhood memories! Meskipun ngga se-perfect kalau Umi yang bikin, tapi cukuplah buat aku. 
Selamat hari Ibu, Umi sayang.. Terima kasih untuk kutukannya yang menakjubkan ini 😘😘😘


Happy cooking!
Lamaaa banget ngga makan yang namanya sayur daun kelor. Waktu masih gadis sering banget sih. Bisa dibilang ini sayur yang available at anytime. Bukannya apa-apa, tinggal petik di samping rumah  😁

Nah, pas lagi ngobrol di WhatsApp, entah gimana kok tau-tau membahas daun kelor ini. Mbak Novita, salah satu teman di group NCC Cibubur, bilang kalau punya pohonnya. Waw. Langsung rikuwes lah aku dong! Alhamdulillaah pas latbar hari Sabtu lalu dibawain. Makasiiihh kakaaaakk.. 


Dimasak apa nih? Sayur bening it's too mainstream. Dibikin Maronggi aja deh. Ala Sumenep, sekalian melepas kangen masakan rumah. Biasanya sayur Maronggi ini disajikan dengan olahan ikan laut. Dan sambal petis Madura. Makannya pakai nasi jagung. Alamak! Lupa deh udah nambah berapa kali. Ehehehe.

Bahannya:
Seikat daun kelor, ambil daunnya saja
2 butir bawang merah
2 butir bawang putih
1/2 sdt terasi
1 ruas jari temu kunci, memarkan
3 sdm tepung beras (atau bisa dengan beras putih yang  direndam lalu haluskan)
Garam
1 liter air
Bawang goreng untuk taburan

Cara memasak:
Panaskan air di dalam panci kecil.
Haluskan bawang merah, bawang putih, dan terasi. Kemudian masukkan temu kunci dan bumbu halus ini ke dalam rebusan air. Masak hingga mendidih.
Masukkan daun kelor, masak hingga mendidih.
Haluskan beras di ulekan bekas bumbu tadi, beri dengan sedikit air untuk melarutkan, kemudian masukkan ke dalam panci tersebut. Jika menggunakan tepung betas, cukup dicairkan saja dengan air sedikit.
Aduk rata. Masak hingga mendidih dan kuah mengental.
Angkat, tuang ke mangkuk saji, taburi dengan bawang goreng, lalu sajikan.



Enak enak enaakkk..!
Happy cooking!