Ceritanya ikut ngeramein challenge di grup YKMK di fb. Temanya kelapa.. Lha kok ya paaaas banget sama proyek yang lagi aku kerjain.. Yasudah tinggal comot aja salah satu yang belum pernah aku published fotonya :D

Resepnya hasil gugling. Aslinya sih ini cookies. Tapi kenyataannya waktu proses kok lembek banget beginih adonan cokelatnya? Ngga bisa dipulung. Daripada ngga jadi, aku masukin aja ke loyang pie mini, lalu panggang. Loh, ternyata (lagi) jadinya kok berasa brownies? Hahahah.. Mbuh wis. Yang penting enak. Udah.


Bahan:
- 250 gr cream cheese, suhu ruang
- 150 gr gula kastor
- 1 butir kuning telur
- 1 sdt vanilla
- 120 gr kelapa parut kering
- 250 gr tepung terigu
- 30 gr cokelat bubuk, ayak
- ½ sdt baking soda
- 300 gr mentega
- 175 gr gula kastor
- 1 butir telur
Cara membuatnya:
1. Panaskan oven 160°C.
2. Siapkan cetakan pie, atur dalam loyang kue kering, sisihkan.
3. Kocok hingga rata dengan balloon whisk: cream cheese, gula, kuning telur, vanilla, dan kelapa parut kering. Sisihkan.
4. Dalam baskom lainnya, kocok hingga rata dengan balloon whisk: mentega, gula, dan telur. Lalu masukkan terigu, cokelat bubuk, dan baking soda. Kocok hingga seluruh adonan tercampur rata.
5. Masukkan sesendok makan adonan colkelat ke dalam loyang pie, ratakan dengan ujung jari hingga berbentuk seperti mangkuk dengan ketinggian ½ loyang saja. Kemudian masukkan sesendok the adonan keju di tengahnya, ratakan. Lakukan hingga seluruh adonan habis dicetak.
6. Panggang selama 15-20 menit hingga matang dan krim kejunya berwarna kuning kecokelatan.
7. Setelah matang, keluarkan dari dalam oven, diamkan sebentar sebelum pie bisa dikeluarkan dari dalam loyang. Sajikan.


Happy baking!
Bukan karena masih demam Red Velvet; tapi karena sang Mama berubah pikiran. Semula maunya pakai base cake cokelat, aku pun udah siapkan resep yang emang enak. Tetapiii.., kira-kira dua minggu sebelum hariha, omong punya omong, ternyata beliau lebih tertarik ke base cake si merah beludru ini. Diill.. :)

Resepnya masih sayang sama resep yang ini, karena selain enak, cake ini moist banget akibat modifikasi penambahan minyak goreng di dalam resepnya. 

Honest speaking, ini the-first-time-and-forever ku bikin barbie cake.. Sekali lagi, modal nekat doang. Mereka bisa kok, masa aku ngga bisa.. :p
Setelah nemu tutorial yang menurutku simple, bolak-baliklah aku 'penthelengi' gimana cara si mbaknya bikin gaunnya.


Rikuesnya yang ultah, minta model yang swirl. Sip. 
Rikues sang Mama, sewarna aja, kalo bisa disamakan sama warna bajunya. Hoke.

Total cake yang aku bikin ada 5 loyang untuk 2,5 adonan resep. Karena jumlah telur dalam satu resep ada 3, jadi ya bikin 3 resep, sisanya untuk cupcake jatah para preman.. :D

Yang paling bawah, untuk pedestal, pakai cake ukuran dia 25 cm. Agak kurang gede sebenernya, tapi yasudahlah. Lalu untuk gaunnya, 3 lapis cake ukuran dia 20 cm dan selapis cake yang dia 15 cm. Stacked and carved. Sebelum didandanin, iket dulu rambutnya ke atas. Tangan juga ke atas semua.



Buttercreamnya ngga beli jadi, tapi bikin pakai resep ini supaya lebih kokoh mengingat harus dibawa ke kota. Jauh, makbro.. 
Dekor pakai spuit 1M dari Wilton untuk gaunnya, lalu spuit bintang kecil untuk bustier dan edge, sama spuit pagar untuk sisi pedestalnya. Oiya, pakai spuit mawar gedeee untuk bread crumb-nya.

Nih, anaknya yang super cuentil yang lagi ultah.. ^_^
Happy birthday, 'nduk.. Keep shining ya.. *kecupkecup




Happy decorating!




Salah satu pengembangan dari resep red velvet itu adalah, dijelmakan menjadi basecake untuk taart ulang tahun. Thank you, Dian :*

Dibilang pesanan dadakan juga masih 3 hari sebelum hariha. Tapi cukup nervous juga, mengingat sang birthday girl maunya tema film Frozen, dan topper atau boneka mainan untuk tema ini musti nyari ke TBK di Jakarta. Cibubur ngga ada :p
Awalnya aku menawarkan barbie cake Elsa kepada sang bunda. Dengan alasan "ntar ngga kepotong-potong kuenya karena eman-eman", batal deh. Ganti cake jumbo ukuran 35 cm. Temanya tetep sama. Basenya pakai red velvet sesuai rikues sang bunda.



Untuk menuju panjang 35 cm, harus modifikasi dikit. Oven ngepas banget lebarnya, ngga bakal bagus jadinya kalau dipaksa pakai loyang selebar itu. Akhirnya aku pakai loyang 26 x 26 cm per resep. Bikin 3 resep. 2 lembar cake ditumpuk apa adanya setelah di trim ke-4 sisinya, sisa selembar lagi untuk 'menyelamatkan' ukuran.. :D
Masih ada sisa potongan tebaal, nah, carving dikit, jadilah dia batu dan pohon cemara mini. Good. Semua bisa dimakan, kecuali topper-nya.

AlhamduliLlaah, setelah dipoles kiri kanan depan belakang dengan buttercream, plus sentuhan marshmallow disana-sini, voila.. She's the birthday girl!


Pssst, aku memberikan 'kehormatan' untuk dia: pasang sendiri mainannya! Hehehee.. Padahal aslinya aku udah mati gaya.. Hahahaha..


Happy decorating!

Kenapa judulnya pake tanda kurung segala, karena bisa dijadikan keduanya; cupcake dan cake.
Banyak orang bingung menanyakan: "resep cupcake apa ya..?" Padahal, semua resep cake bisa dijadikan cupcake pun sebaliknya. Bahkan muffin pun bisa dijadikan cake. Ngga percaya? Coba aja.

Resep ini aku sadur bebas dengan modifikasi sendiri dari blognya Just Try & Taste yang beken dikalangan penggila baking seperti akyuh..
Hasil akhirnya, aku percaya bahwa yang ini lebih moist.. Enak mana? Selera. Itu juga tergantung bahan yang dipake.. Beda dong, pakai full butter dengan pake margarin biasa.. :p


Bahannya:
- 345 gr tepung terigu 
- 1/2 sdt baking soda
- 1 sdt baking powder
- 1 1/2  sdm bubuk coklat
- 1 sdt garam
- 2 btr telur ukuran besar (aku: 3 btr telur ukuran sedang)
- 375 ml mentega/margarine, dicairkan (aku: 200 gr mentega dicairkan + 170 ml minyak)
- 300 gr gula pasir
- 250 ml krim kental + 1 sendok makan white vinegar, diamkan 10 menit (aku: pakai susu UHT + cuka makan)
- 2 sdm pewarna merah makanan cair (aku: 2 sdt)
- 1 sdt vanila ekstrak
- 1 sdt distilled white vinegar, bisa diganti dengan air jeruk nipis/lemon (aku: cuka makan)

Caranya:
- Panaskan oven 160-170C. Siapkan cupcase sebanyak 20-24 pcs atau loyang berukuran 26x26 cm atau 2 buah loyang bulat diameter 20 cm. Olesi loyang dengan margarin, dan lapisi dengan kertas roti, olesi margarin tipis sekali lagi. Sisihkan.
- Dalam mangkuk besar, ayak tepung terigu, coklat bubuk, baking soda, dan baking powder. Sisihkan.
Kocok mentega dan gula pasir, dengan speed sedang hingga tercampur baik. Tambahkan telur, pewarna merah, vanila ekstrak, garam dan vinegar, kocok dengan speed sedang hingga rata dan kental. 
- Kurangi kecepatan mikser menjadi paling rendah. Masukkan tepung terigu dan buttermilk secara bergantian dan bertahap sambil terus dikocok hingga tercampur baik. Matikan mikser.  Jangan terlalu lama mengocok jika tepung telah masuk ke adonan karena akan membuat cake menjadi keras. 
- Masukkan adonan ke dalam mangkuk cupcake, isi adonan hingga setinggi 3/4 tinggi mangkuk. Panggang di dalam oven selama 20 - 25 menit, putar-putar loyang selama dipanggang agar kue matang merata. Jika menggunakan loyang, panggang selama 25-30 menit hingga matang. Jangan overbake, karena akan membuat tekstur kue menjadi kering. 
- Setelah matang, keluarkan dari dalam oven, biarkan dingin, lalu sajikan dengan krim keju atau whipped cream biasa.


Happy? Yes. Indeed.
Happy baking!

Kenapa dinamakan Ayam Kodok?
Apakah pakai daging kodok?
Kedua hal itu yang paling sering ditanyakan sama orang-orang yang baru pertama kali dengar.
Jawaban untuk yg pertama, entahlah. Ada yang bilang karena bentuknya moleg dan nungging seperti kodok. Ada juga yang bilang karena bikinnya dengan cara dikodok (dikuliti tanpa mengupas seluruh bagian kulit). Halah.
Jawaban untuk pertanyaan kedua, obviously not. Pure pake daging ayam, daging sapi dan telur. 


Awal perkenalanku dengan si cantik ay-ko ini, gegara latbar pertama warga NCC Cibubur. Setelah kopdar pertama yang cuma didatengin 5 orang ini, diputuskanlah latbar pertama yaitu bikin ayam cabut tulang alias ayam kodok. Deal.


Resepnya pake resep punya NCC lah.. Secara.. ^_^ Prosesnya cukup panjang dan melelahkan. That is why, harga jualnya cukup maharani.. But its worth to have it.

Bahannya:
1 ekor ayam, ambil kulitnya utuh-utuh
½  kg ayam giling (aku: dari daging ayamnya itu sendiri yang dicincang dg food processor, tulangnya direbus untuk kaldu saus)
½ kg daging sapi giling (aku: 1/4 kg aja)
5 ptg roti tawar, rendam dalam air lalu remas (aku: rendam dengan susu UHT)
½ klg liver pasta (aku: 4 buah hati ayam direbus dengan 200 ml air dan 3 bh bawang putih, lalu haluskan)
3 btr telur ayam
2 sdt gula
3 sdt garam
1 sdt lada
½ sdt vetsin/chicken powder (aku: 1/2 bagian kaldu balok)
½ sdt pala
4 btr telur rebus (untuk isi dalam)

Bahan olesan: (campur rata)
2 sdm mentega
2 sdm kecap manis

Bahan saus:
3 sdm mentega
1 bh bawang bombay, iris halus
3 buah jamur shitake, potong tipis memanjang (ini tambahan aku)
500 ml air kaldu (dari rebusan tulang)
1 btr maggi blok/chicken powder
½ sdt pala bubuk
2 sdt garam
3 sdm kecap inggris
2 sdt gula
5 sdm kecap manis
½ sdt lada
2 sdm terigu

Bahan pelengkap:
Sayur selada
Wortel, potong memanjang seukuran jari, rebus
Brokoli, potong, rebus
Kentang, potong seukuran jari, rebus sebentar, lalu goreng
Buncis, potong sepanjang jari, rebus

Caranya:
- Pertama-tama, kuliti dulu ayamnya. Mulai dengan meletakkan jari jemari tepat di bawah kulit ayam bagian dada. Gerakkan jemari perlahan mengikuti bentuk ayam hingga kulit ayam perlahan terlepas. Lakukan dengan hati-hati agar kulit ayam tidak robek. Tinggalkan bagian sayap dan tulang dengkul di bawah paha (gunting tulang di atas sendi) agar bentuk ayam tetap cantik. Lakukan hingga seluruh kulit terlepas dari badan ayam. Rendam kulit yang sudah terkelupas di dalam air.
- Lalu siapkan isiannya. Aduk semua bahan isi menjadi satu hingga rata kecuali telur rebus. Isi bagian dalam kulit ayam dengan adonan daging dan beri tambahan telur rebus juga. Isi terus hingga ayam menjadi padat dan bentuknya seperti seekor ayam utuh kembali. Jahit rapat sambungannya dengan benang. Jahit juga bagian lain yang robek jika ada. 
- Setelah selesai, olesi dengan bahan olesan, tusuk-tusuk ayam, lalu kukus hingga matang selama 1 jam.
- Setelah itu, keluarkan ayam dari kukusan olesi lagi dengan bahan olesan, lalu panggang dalam oven hingga kering kulitnya.


- Untuk sausnya, tumis bawang bombay dengan mentega sampai harum. Kemudian masukkan irisan jamur, tumis sebentar. 
- Masukkan air kaldunya. Masak hingga mendidih.
- Masukkan bumbu-bumbunya dan terigu untuk mengentalkan. Masak hingga saus matang.
- Sajikan ayam yang sudah selesai dipanggang dengan sayur pelengkap dan saus.


Fuih. Panjang. Dan lamaaaa.. It takes whole day to get it ready.
Niat bikin, bu? Hihihi.. Yuk ah..


Happy cooking!
Gara-gara whatsapp-an sama Dinda, jadi kepikir sama Picnic Roll. Duh. Umi serrrrring banget bikin kue ini dari jaman baheula, sampe kitanya (hampir) bosan.. Hahahaha.. Bayangin aja, ngga cuma pesenan orang, tapi tiap kali pulang ke Sumenep, Ammi (oom) Rahimahullah suuukak banget sama kue ini.. Kata beliau, ini namanya kue "Tanpa Nama".. Hehehehe..


Lalu cerita ke Hubby, beliau-nya minta dibuatin.. Penasaran sama rasanya, katanya. Tapi mintanya pakai kulit yang kaya kulit pisang bolen tempo hari, cuman isiannya aja yang beda. Yowes. Ngga ada masalah, toh sebenernya kulitnya emang pakai kulit pastry, meskipun Umi dulu bikinnya pakai bread dough biasa.

Kulitnya emang aku pakai dari resep pisang bolen kemarin, cuma aku tambah ragi sedikit supaya lebih empuk. Emang bener, hasilnya lebih empuk daripada kulit pisang bolen yang cenderung crunchy.

  
Bahan:
Kulit A:
300 gr terigu protein tinggi
60 gr gula kastor
6 gr ragi roti
120 gr butter
125 ml air

Kulit B:
150 gr terigu protein sedang
120 gr butter
2 sdm minyak goreng

Isi:
5 butir telur ayam, rebus, kupas, belah 2 bagian
80 gr keju cheddar, iris tipis 2-3 mm
100 gr kornet sapi
75 ml putih telur
2 sdm remah roti (bread crumb)

tambahan 19 juni 2014 >> campuran isian kornet bisa diganti yang lebih enak dg mencampur bahan berikut:
150 gr daging cincang
1 lembar roti tawar, direndam dg susu cair atau air, lalu peras
1 butir telur
2 siung bawang putih, cincang halus
1/2 balok kaldu ayam
1/4 sdt pala bubuk
1/4 sdt lada bubuk
1/4 sdt garam
--> semuanya diaduk jadi satu lalu dikukus

Olesan:
1 butir kuning telur campur dengan 2 sdm susu cair
Keju parut untuk taburan

Cara:
- Campur semua bahan A, uleni hingga setengah kalis, sisihkan. Diamkan 20 menit.
- Campur semua bahan B, aduk rata, sisihkan. Diamkan 15 menit.
- Campur kornet, putih telur, dan bread crumb hingga rata. Masukkan ke dalam wadah plastik yang sudah dioles minyak, lalu kukus hingga matang. Setelah matang, dinginkan, kemudian potong segi empat berukuran lebar 3-4 cm dengan ketebalan kurang lebih 5 mm. Sisihkan.
- Gilas kedua adonan seperti yang sudah dijelaskan pada resep sebelumnya. Ikuti langkahnya sampai gilasan terakhir.
- Pipihkan adonan sampai setebal 5 mm, potong menjadi 2 bagian pada sisi panjangnya.
- Ambil satu bagian adonan, potong memanjang selebar 1/3 bagian. Letakkan di atas loyang yang sudah dioles margarin. Atur memanjang diatasnya: potongan kornet kukus, keju, telur rebus. Beri jarak sekitar 1-2 cm keliling adonan. Kemudian tipiskan sedikit sisa 2/3 potongan yang lain, lalu tutupkan di atas tumpukan isian tadi. Rapatkan kelilingnya. Turuk-tusuk dengan garpu pada bagian atasnya.
- Lakukan hal yang sama untuk satu bagian lainnya. Diamkan sekitar 15 m3nit sebelum dipanggang.
- Olesi dengan bahan olesan, kemudian taburi dengan keju parut.
- Panggang dengan oven bersuhu 200 C hingga matang.
- Setelah matang, keluarkan dari oven. 
- Sajikan hangat.

PS, kalau mau, kulitnya pakai puff pastry tuambah muaknyusss.. Kalau mau cepet, ya mari kita panggil mas Edo sajaa.. Ahahaha..


Setelah diicip, lalu Hubby bilang, ini namanya "Kue Penyesalan".. Loh? Iya, menyesal kalo ngga nyicip.. Hahahaha.. Bissaaa ajah..
Happy baking!



This is my 1st scones.
Udah lama penasaran sama yg namanya scones. Apakah dia crunchy, kemlothak, atau seperti kuker yang melempem.. Hehehehe..
Pas lagi pengen bikin, pas ngga punya telur. Cocok. Gugling, dapetlah resep ini yang katanya the easiest and best. Uaaah.. Makin mupeng deh..


Konon, scones ini adalah sejenis quick bread tanpa tambahan yeast yang biasa disajikan untuk sarapan ataau brunch. Resep originalnya tanpa gula, nah nanti dimakannya pakai olesan selai atau madu. Taapiii, di resep yang ini udah pakai gula dikit, jadi dimakan begitu aja udah enaks..


Bahan:
1 1/2 cups terigu
3 sdt baking powder
1/4 cup gula kastor
sejumput garam (boleh skip kalau pakai salted butter atau margarin)
50 gr unsalted butter, suhu ruang
1/2 cup susu cair
4-5 buah kurma, buang bijinya, potong-potong dagingnya (ini tambahanku, jadi boleh di skip)

Cara:
- Campur semua bahan kering dan potongan buah kurma.
- Masukkan butter, aduk rata dengan tangan hingga berbulir.
- Masukkan susu cair sambil terus diaduk rata dengan tangan hingga membentuk adonan yang lembut. Jangan diuleni.
- Panaskan oven suhu 200 C. Siapkan loyang yang sudah diolesi margarin.
- Cetak adonan sesuai selera dengan cookie cutter, lalu atur di loyang. Boleh juga jika seluruh adonan dipipihkan langsung di atas loyang selebar sekitar 20 cm, lalu potong melintang dengan pizza cutter.
- Panggang selama 15 menit hingga matang.
- Setelah matang, keluarkan dari oven. Tutup dengan serbet bersih sampai dingin sempurna jika ingin scones-nya terasa soft. Jika ingin terasa crunchy, biarkan terbuka hingga dingin, lalu simpan dalam wadah tertutup.


Beneran enak. Ngga pake keringetan pulak bikinnya.. :D
Happy baking!
Brownies abal-abal, dibilangnya. Lha gimana, lidah Indonesia. Maunya yang besaaar, empuuuk, muraaahh.. Ya gini deh jadinya.. ^^ 
Yang paling rame di re-cook, sependek pengetahuanku ya resepnya Ny. Liem. Dulu udah pernah nyoba bikin, emang enak kok.. Tapi masalahnya satu, cari yang versi ekonomis. Taulaah, resep brokus sang nyonya ini pake DCC banyaks..  Akhirnya setelah kesana-kemari, aku pakai yang punya Sajian Sedap. tetep, bongkar ulang, karena aku lagi malas beli cokelat bubuk dan ngga pernah pelihara susu bubuk.. Hehehehe..


Untuk keperluan pesanan orang, aku dekor dengan buttercream putih bersih plus taburan strawberry di atasnya. Biar awet merona, potongan strawberry aku lapis dengan agar-agar bening. Voila!


Bahan:
30 gr margarin
50 gr cokelat masak pekat, dipotong-potong
1/4 sdt cokelat pasta
250 gr putih telur
1/2 sdt garam
1 1/2 sdt emulsifier
115 gr gula pasir
140 gr tepung terigu protein rendah
20 gr kopi putih instan (1 sachet)
1/2 sdt baking powder
50 ml susu UHT
30 gr meises untuk taburan

Cara Pengolahan : 
- Panaskan margarin. Matikan api. Masukkan potongan cokelat masak pekat. Aduk sampai larut. Tambahkan cokelat pasta. Aduk rata. Sisihkan.
- Kocok putih telur, garam, dan emulsifier sampai setengah mengembang. Masukkan gula pasir sedikit-sedikit sambil dikocok sampai mengembang.
- Tambahkan tepung terigu dan baking powder sambil diayak dan dikocok dengan mikser kecepatan rendah hingga rata bergantian dengan susu.
- Masukkan kopi putih instan, kocok lagi sebentar hingga rata.
- Masukkan campuran margarin sedikit-sedikit sambil diaduk perlahan .dengan spatula
- Tuang setengah bagian adonan di loyang diameter 20 cm tinggi 7 cm yang dioles margarin dan dialas kertas roti.
- Kukus 10 menit dengan api sedang. Tabur meises. Kukus lagi 5 menit dengan api sedang. Jangan lupa beri lapisan serbet pada tutup kukusan untuk menghindari cake dari tetesan uap air.
- Tuang lagi sisa adonan. Kukus 15 - 20 menit sampai matang. 


Happy steaming!
Pelihara resep ini udah sejak dari tahun lalu, sejak mas Icho published di milis. Tapi ya gitu, tetep aja disimpan sampai tiba waktunya.. Ehehehe.. Katanya sih, ini apple pie favoritnya Barack Obama. Penasaran, maka itu resepnya aku simpan dengan seksama..


Bahan:
Kulit:
420 g tepung terigu
60 g gula pasir
1 1/2 sdt garam
300 g mentega tawar, potong kecil-kecil
90 g mentega putih, potong-potong (aku: margarin)
125 ml air es
Isi:
1 kg apel merah, kupas, potong kasar (aku: apel Granny Smith)
225 g gula pasir
125 ml madu
50 g tepung maizena
1 sdt vanili bubuk
1/2 sdt kayu manis bubuk
1 buah jeruk lemon, ambil airnya, parut kulitnya (aku: skip, udah masam)

Cara membuat:

Kulit: Masukkan bahan kering ke dalam food processor.
Tambahkan mentega dan mentega putih. Proses hingga berbutir kecil.
Tambahkan air es, proses hingga menjadi adonan.
Bagi adonan menjadi 2 bagian. Bulatkan dan bungkus plastik.
Simpan dalam lemari es selama 1 jam atau semalaman.
Tipiskan adonan hingga berdiameter 30 cm.
Masukkan ke dalam loyang pie diameter 22 cm, biarkan sisa adonan selebar 2,5 cm.
Simpan adonan dalam lemari es selama 30 menit.
Beri pemberat berupa kacang-kacngan di bagian tengah kulit pie.
Panggang dalam oven panas 180 C selama 30 menit. Angkat.
 
Isi: Masak semua bahan dalam panci.
Aduk-aduk hingga berair dan agak kental. Angkat dan dinginkan.
 
Penyelesaian: Tuangkan bahan isi ke dalam kulit pie.
Gilas kulit pie yang satu hingga berdiameter 30 cm.
Tutupkan ke atas pie, olesi putih telur kocok sambil tekan-tekan kelilingnya dengan garpu hingga rapi.
Taburi permukaan pie dengan gula pasir.
Panggang kembali selama 30 menit hingga kuning keemasan.
Angkat dan biarkan selama 1-2 jam sebelum disajikan.


Emang enak kok ini.. Berarti pinter pak Obama milih cemilan.. ^^
Happy baking!



Late post. Mudah-mudahan ngga basi.. :D
Ceritanya lagi latbar sama warga Cibubur, bikin Croissant, bintang tamunya Pak Sahak yang terkenal ituh.. Setelah sekian resep berlalu dengan puff pastry instan, akhirnyah, ngerti juga caranya gimana bikin puff pastry supaya bisa berlapis..
 

Bahan:
Terigu protein tinggi 400 gr
Terigu protein sedang 100 gr
Ragi instan 7 gr
Bread improver 1 sdt
Gula pasir 50 gr
Garam 7 gr
Kuning telur 1 btr
Butter 50 gr
Susu cair 300 gr
Korsvet /margarin pastry 250 gr

Cara:
- Campur kedua terigu, ragi, improver, gula, garam, kuning telur, dan butter, aduk rata.
- Tuang susu sedikit demi sedikit sambil terus diuleni hingga kalis.
- Bulatkan adonan, masukkan ke dalam plastik, simpan dalam lemari es selama 30 menit.
- Setelah itu, keluarkan dari lemari es, lalu adonan digiling menjadi bentuk segi 4.
- Letakkan korsvet di tengah adonan, lalu lipat seperti melipat amplop. Untuk detil cara melipatnya bisa dilihat disini ya, kurang lebih sama kok..


- Kemudian adonan di roll memanjang, lalu dilipat 3, masukkan ke dalam plastik, simpan lagi ke dalam lemari es selama 5 menit.
- Ulangi hal yang sama sebanyak 3 x.
- Setelah itu, gilas adonan memanjang, kemudian potong segitiga, dan bentuk menjadi croissant, atur ke dalam loyang yang sudah dioled margarin.

- Diamkan 40 menit hingga mengembang.
- Setelah mengembang, oles permukaan dengan kuning telur, lalu panggang selama 25 menit hingga kecoklatan dg suhu 180 C.


- Alternatif finishing touch: celup dengan ganache cair, lalu taburi dengan almond slices panggang.
 

Yummyyy..
Happy baking!