Tampilkan postingan dengan label Snack. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Snack. Tampilkan semua postingan

Kenapa juga judul tulisannya begini 😅 Ya karena menurut cerita sejarahnya memang begitu. Roti Gambang memang kuliner warisan Belanda yang asli dari Indonesia karena Belanda sana ngga ada roti ini. 


Roti Gambang


Sebetulnya aku sudah cukup lama mendengar nama makanan itu, kurang lebih sekitar tahun 2014 awal tinggal di Cibubur. Tapi seingetku, kali pertama makan adalah setelah tinggal di Malang awal 2021 gitu deh. Belinya pun impor dari Mbak Susi, sesama Tukang Jajan di salah satu komunitas baking yang aku ikuti. 

Ada alasan kenapa aku ngga pernah jajan roti itu; yang doyan panganan berbahan kayu manis cuma aku! Paksu ngga suka. Bimo, entahlah, dalam hal yang satu ini sepertinya dia nurun Bapaknya. Demikianlah, pada akhirnya aku amat sangat jarang pakai bahan kayu manis ini kecuali kalau ada pesanan khusus. Kadang juga kalau pas lagi bikin roti, aku sengaja sisihkan adonannya untuk dijadikan cinnamon roll atau babka.


Balik lagi ke cerita tentang si Roti Gambang, dari awal baca deskripsi tentang cita rasanya, aku udah mikir duh-kayaknya-ini-enak-banget. Gimana engga, ada rasa cokelat yg legit dipadu aroma rempah, sungguh menggiurkan buat penggemar makanan eksotis macam aku begini.

Dan ternyata bener. Rasanya manis legit, ditemenin kopi hitam, oh sungguh pasangan serasi. Meski menurut sejarahnya, Roti Gambang ini temannya adalah teh! 


Roti Gambang hasil jajan ke mbak Susi


Cerita sejarahnya Roti Gambang ini lahir di Indonesia, tepatnya di Batavia, dari warga Belanda yang tinggal di sana pada jaman awal masa penjajahan sekitar abad 18-19. Mereka sarapannya cake atau roti, bukan nasi, porang, singkong, atau bahan makanan pokok asli Indonesia lainnya. Dan favorit banget sama yang namanya rempah-rempah seperti adas, pala, kayumanis, kapulaga, cengkeh, dan semacamnya.


Oke, pernah dengar nama kue Ontbijtkoek?

Ini adalah sponge cake khas Belanda yang menurut om Wiki, Ontbijkoek ini artinya adalah kue sarapan pagi. Dibuat menggunakan tepung dari gandum hitam dan dibumbui bermacam rempah. Biasanya dimakan dengan olesan mentega di atasnya dan disajikan bersama teh untuk hidangan sarapan di sana.

 

Untuk mengakomodir kebiasaan mereka tersebut, maka dibikinlah Ontbijtkoek dengan kearifan lokal yang dinamakan Roti Gambang oleh sebuah bakery milik warga Belanda di Batavia. Penamaannya juga berdasar bentuk aslinya yang menyerupai alat musik tradisional Betawi, gambang kromong.

Bahan utamanya (yang di Indonesia ngga ada pada waktu itu) tentu saja diganti dengan bahan lokal, seperti tepung gandum hitam diganti dengan tepung singkong, pemanisnya pakai gula jawa/gula merah, rempahnya juga dipilih yang banyak terdapat di Indonesia. Karena itulah tekstur Roti Gambang ngga selembut Ontbijtkoek meski awal mula ide pembuatannya berasal dari sana.


Makin ke sini, model Roti Gambang pun makin bervariasi. Bukan hanya variasi bentuk, sekarang ada juga yg diberi macam-macam topping dan isian di dalamnya. Aku sih belum tertarik untuk coba icip yang dimodifikasi begitu, karena memang lebih milih yang original, meski kata teman-teman di IDFB yg pakai isian selai nanas itu enak.


Iyaa, obrolan tentang Roti Gambang di WhatsApp Group Indonesian Food Blogger kapan hari itu meriah banget! Dan lengkap termasuk lokasi jajan di mana dan resep juga ada. Kompor banget dah ah.. Maka itulah komunitas kesayangan ini bikin event IDFB Blog Challenge tentang Roti Gambang. Ikutan yuk!

 

Karena merasa terkompori obrolan di WAG waktu itu, akhirnya kan aku jadi ikutan bikin juga 😅 Not bad for the first timer, nanti kapan-kapan pengen coba bikin lagi.

Susah ngga sih bikin Roti Gambang?

Buat aku sih cukup mudah. Karena hanya tinggal aduk-aduk, bentuk, panggang, udah. Kuncinya adalah memakai gula aren organik yang manisnya pas. Karena kalau pakai yang biasa-biasa aja, rasa manis legitnya berasa kurang nendang. Dan warnanya juga kurang cantik. Selain gula arennya mesti yang cakep, bahan rempah lain juga usahakan pakai yang masih fresh supaya aroma rempahnya kuat memikat. Ngaduk adonannya juga jangan sampai overmix supaya teksturnya ngga keras.


Hasil pertama kali bikin Roti Gambang


Ohiya, ternyata pada World Bread Day tahun 2019 lalu, Roti Gambang ini masuk ke dalam daftar 50 roti terenak di dunia versi CNN lho! Roti Gambang disandingkan dalam “50 of The World's Best Breads" bersama  sejumlah roti dari negara lain seperti Baguette dari Prancis, Ciabatta dari Italia, atau Roti Canai dari Malaysia. Cakeppp.. 


Gimana, kamu berminat mencoba ngga? 

Akibat punya sisa shortening sisaan motret, kepikiran mau dibikin apaaa coba.
Lalu inget di milis NCC jadul, om Budiman Halim pernah share resep pie apel yg crust nya pake shortening. Aku lupa full atau mix dg butter, tapi seingetku mix. 

Karena pengen segera ngabisin piaraan, guglinglah resep yg full pake shortening, dan ketemu yg gampang pol banget punya allrecipes dot com. Deskripsinya "simple recipe and very tasty, it will be very flaky". Cus lanjut! 



Best Ever Pie Crust
(pas utk 1 loyang pie 18 cm) 

Bahannya:
2 cups tepung terigu
205 gr shortening
1sdt garam
100-120 ml air

Caranya:
- Campur tepung, garam, dan shortening dalam mangkuk besar, aduk rata hingga bergerindil. 
- Tambahkan air, uleni hingga bisa dipulung.
- Bungkus adonan dalam plastik wrap, simpan di dalam kulkas selama 4 jam (minimal) sebelum digunakan. 

Btw, beneran enak renyah ini kulit pie nya loh. Padahal aku ngulenin ngga pake pastry blender karena ngga punya 😬 Dan karena mau langsung pake, jadi aku simpan di friser kurleb sejam-an gitu. 

Isian pie nya bebas ya bun. Ini tadi aku jadiin Quiche Lorraine, karena kemarin habis belanja bayam horenso di pasar Oro² Dowo. Nanti kapan² aku share resepnya. Dicicil lah, biar ada modal ngisi feed 😆

Selamat rikuk 🍉
Akibat punya piaraan labu kuning segelundung, sudah tua banget sampai kulitnya keras. Bingung mau dibikin apa, masa di kolak lagi.. Akhirnya aku recook kleponnya mbak Lely 😋 Yumm! Suwun mbakyu 😘

Tumben banget ini aku bikin jajan tradisyenel. Embuh kesambit apa. Biasanya mending beli laaah.. Resepnya ikut mbak Lely, tapi agak sedikit aku sesuaikan takarannya mengikuti feeling.


Kelepon Koneng

Bahan A:
200 gr labu kuning, kukus, haluskan
180 gr tepung ketan
¼ sdt garam
Gula aren utk isian (aku pakai yg halus)
Air untuk merebus
1 lembar daun pandan, simpulkan

Bahan B:
¼ butir kelapa agak tua, parut
Sedikit garam

Caranya:
Campur labu, tepung ketan, garam, uleni hingga kalis. Air ditambahkan jika adonan terasa kering.
Ambil sedikit adonan, pipihkan, isi dengan gula aren, lalu tutup adonan hingga membentuk seperti bola. Lakukan hingga seluruh adonan habis. Sisihkan dulu.
Campur bahan B, kemudian kukus hingga matang. Angkat, sisihkan.
Didihkan air, beri daun pandan. Kemudian masukkan bola² adonan tadi. Masak hingga mengapung dan matang.
Angkat. Tiriskan, lalu gulingkan ke dalam kelapa kukus tadi hingga rata.
Sajikan.

Jadinya ngga terlalu banyak. Cukuplah untuk ngotorin gigi dan ngisi pojokan lambung.
Hola!
Hidup setelah ada baby emang berputar 180° ya.. Banyak penyesuaian yang harus dilakukan termasuk urusan dapur. Memasak dan baking jadi nomer kesekian. Apalagi blogging. Huehehehe..

Nah ini mumpung ada kesempatan temu kangen dengan oven, dan mumpung juga ada piaraan tape ketan hitam tak terjamah di kulkas, mari kita bikin sesuatu. Yang gampang, yang cepat, yang ngga ribet, apalagi kalau bukan bikin muffin. Yekan? 

Berdasar hasil gugling, yang kayaknya enak adalah resep dari Sajian Sedap ini ya. Dan ternyata emang not bad lah. Aku bikin 2 resep sekaligus, dengan modifikasi, supaya pas habis ngga punya piaraan tape lagi. Itu.


Bahannya:
400 gr tepung terigu
2 sdt baking powder
2 sdt baking soda
150 gr gula kastor
2 butir telur
1/2 sdt garam
240 ml susu cair
100 gr margarin, lelehkan
200 gr tape ketan hitam, tiriskan (aku lebihkan untuk taburan)

Caranya:
- Siapkan 20 cup muffin. Panaskan oven hingga 180°C.
- Campur rata tepung terigu, baking soda, dan baking powder, ayak. Tambahkan gula kastor, aduk rata. Sisihkan.
- Kocok lepas telur, tambahkan garam, susu cair, dan margarin cair, aduk rata. 
- Masukkan tape ketan ke dalam campuran telur, aduk hingga rata.
- Tuang campuran tersebut ke dalam campuran terigu, aduk hingga asal tercampur saja.
- Masukkan adonan ke dalam cup case hingga 3/4 penuh. Taburi atasnya dengan tape ketan hitam.
- Panggang selama 25-30 menit hingga matang.
- Setelah matang, keluarkan dari dalam oven, lalu sajikan.


Lumayanlah buat welcome bake..
Happy baking!
Akhirnya setelah percobaan ke-3. 


Trial pertama, komposisi kurang pas. Trial kedua, coba eksperimen dengan browned butter, enak banget, tapi lama bikinnya karena harus didinginkan minimal 4 jam. Ntar aku catetin resepnya yah..

Trial pertama. Lihat teksturnya yang kemeprul, rapuh.
Masih harus diperbaiki.

Kemudian trial ke-3 ini adalah perbaikan dari yang pertama. Way much better. Plus ekstra kismis di dalamnya. Pakai butter Lurpak makin enakkk. Umi pernah bilang, kunci kue kering yang enak itu dari menteganya. Kalau enak, hasilnya pasti enak. That's the point. Dan pak suami pun mengaminkan.

Bahannya:
1/2 cup mentega
1/2 cup margarin
1/2 cup gula palm
1/4 cup gula pasir
1 butir telur
1 sdt vanilla essence
2 cup tepung terigu
3/4 cup oatmeal
1/2 sdt garam
1/2 sdt baking soda
Kismis secukupnya

Caranya:
Siapkan loyang kue kering. Panaskan oven 170° C.
Campur rata terigu, garam, dan baking soda, ayak, sisihkan.
Kocok mentega, margarin, gula palm, dan gula pasir asal rata. Tambahkan telur dan vanilla, kocok hingga rata.
Masukkan campuran terigu, oatmeal, dan kismis. Aduk dengan spatula kayu hingga rata.
Ambil sesendok teh adonan, bentuk bulatan, atur di atas loyang. Kalau punya scoop eskrim ukuran kecil akan lebih baik lagi. Lakukan hingga adonan habis. 
Panggang selama kurang lebih 15 menit, tidak perlu sampai matang sempurna supaya teksturnya tetap soft. Bahasa kerennya, slightly underbaked.
Setelah matang, keluarkan loyang dari dalam oven, angkat cookies dan dinginkan di atas rak pendingin.
Sajikan.


Inget, pakai mentega yang enak yaa supaya hasilnya enak juga.
Happy baking!


My 2nd attempt. Pertama bikin salah step jadinya mirip odading *ndempis ngikik*
Kemudian tanya-tanya di WhatsApp group NCC Cibubur, plus gugling juga, and this is it. Churros ala dapurtetangga.. Kenapa aku bilang begitu ya karena aku ambil benang merah dari beberapa referensi resep yang aku baca. Kurang lebihnya gimana, ya itu yang aku pakai untuk acuan. 


Bahannya:
1 cup air 
2 sdm gula pasir
1/4 sdt garam
2 sdm mentega
1 cup terigu
1 butir telur
Minyak goreng 
Campuran gula kastor dan kayumanis bubuk untuk taburan

Caranya:
Panaskan air di atas kompor. Masukkan gula pasir, garam, dan mentega, aduk rata hingga mendidih.
Kecilkan api, masukkan terigu sambil diayak, aduk cepat hingga rata sampai membentuk adonan lembut yang tidak lengket. Lalu matikan api.
Kocok lepas telur, kemudian segera masukkan ke dalam adonan, aduk hingga rata.
Siapkan piping bag dan spuit bintang yang cukup besar lubangnya. Setelah adonan hangat, masukkan adonan ke dalamnya.
Panaskan minyak yang agak banyak untuk menggoreng adonan. Pakai wajan datar akan lebih enak.
Semprotkan adonan ke dalam wajan, lalu goreng dengan api sedang hingga golden brown dan matang. Angkat, tiriskan.
Adonan ini bisa langsung digoreng atau dibekukan dulu kalau mau disimpan.
Sajikan dengan taburan gula kastor dan kayumanis bubuk.


Hayuk bikin, gampang ternyata 😁
Happy cooking!

Pertama baca kata "schuimpjes", yang terbersit adalah gimana cara membacanya? Syumches atau gimana? Ahahaha.. Coba dengerin dari sini ternyata bacanya "sykhamches" or something like that *nyengir*

Pertama bikin, masih jaman dudul baru kenal oven, ngga ngerti trick-nya, asal hajar bleh, walhasil gatot lah. Mimpes dan gosong dengan bahagia. Bisa sih dimakan, tapi udah pahit dan lengket banget. Ahahaha.. Sudahlah, masa lalu.

Masa kini.
Sebelumnya udah pernah sih bikin Pavlova, jadi kali ini udah lebih ngertilah handling-nya harus gimana. Secara samasama meringue cookies, kan? Meskipun resepnya agak beda sedikit.

Resep aku sadur bebas dari Laura's bakery. Kalau mau ngintip aslinya monggo silahkan.



Bahannya:
140 gr putih telur
200 gr gula kastor
1 sdt cuka masak
1/2 sdt vanilla
10 gr maizena

Caranya:
Panaskan oven 100° C. Siapkan loyang kue kering, alasi dengan kertas roti, sisihkan.
Kocok putih telur hingga berbuih, masukkan cuka masak dan vanilla. Kocok hingga berwarna putih.
Masukkan gula sedikit demi sedikit sambil terus dikocok dengan mikser berkecepatan tinggi sampai teksturnya halus berkilat.
Terakhir, masukkan maizena, kocok dengan mikser kecepatan rendah hingga rata. Matikan mikser.
Semprotkan adonan meringue ini ke atas loyang sesuai selera. Aku pakai spuit 1M punya Wilton.
Panggang selama kurang lebih 60 - 75 menit. Kemudian matikan api. Biarkan tetap berada di dalam oven dengan pintu yang sedikit dibuka, hingga dingin dan mengeras. Pada saat baru matang, teksturnya masih agak lembek meskipun permukaannya kering sentuh. Biarkan saja, nanti akan keras sendiri.
Sajikan. Simpan dalam wadah tertutup rapat, masukkan ke lemari pendingin supaya lebih awet renyahnya.

Untuk alternatif, schuimpjes ini bisa disajikan dengan strawberry compote. Bikinnya gampang.



Bahannya:
1 cup strawberry, potong-potong
3 sdm gula kastor
1 sdt air jeruk lemon

Caranya:
Masak jadi satu dengan api sedang hingga mengental. Sajikan segera. Kalau kelamaan bisa lembek schuimpjes-nya.


Yuk, bikin..
Happy baking!


Suka mati gaya sama nasi merah? Iya :D
Mau diapa-apain kok kayaknya ngga seseru kalau pakai nasi putih. Padahal sebenernya bisa aja lho, kalau mau dibikin nasi goreng, nasi uduk, nasi liwet, dan lainnya, meskipun tampilannya ngga ada bedanya. 

Mau beda? Bikin arancini yuk.. 
Makanan ini aselinya dari daerah Sicilia. Mirip kroket kentang isi ragout ayam, cuma ini pake nasi dan isi keju. Kok mirip makanan Indonesia? Laah, kroket itu kan makanan adaptasi juga kak.. Baru tau?

Ayo bikin yang versi simple yuk..


Bahannya:
2 cup nasi merah dingin
50 gr daging (ayam / sapi) cincang
1/2 siung bawang bombay, cincang
50 ml susu cair (boleh ganti air putih)
Garam secukupnya
Merica secukupnya
Oregano secukupnya
Minyak goreng
1 butir kuning telur
Keju cheddar (boleh ganti mozzarella), potong dadu
Mayonnaise / saus tomat

Bahan untuk membalur:
Tepung terigu
1 butir putih telur
Tepung panir

Cara membuatnya:
- Tumis bawang bombay dengan sedikit minyak hingga matang dan harum. Masukkan daging cincang, masak hingga matang. Masukkan susu cair, garam, merica, dan oregano. Aduk rata.
- Masukkan nasi, aduk rata. Masak hingga air meresap dan nasi menjadi lunak. Matikan api. Dinginkan.
- Setelah nasi dingin, masukkan kuning telur, aduk rata.
- Ambil sesendok makan nasi, pipihkan dengan tangan, beri isian keju, lalu bulatkan, padatkan. Lakukan hingga habis.
- Balur gulungan nasi dengan tepung terigu, kemudian celupkan ke putih telur, lalu balur dengan tepung panir. Lakukan hingga habis.
- Panaskan minyak goreng di dalam panci penggorengan, goreng gulungan nasi tersebut dengan api sedang hingga matang dan kecokelatan.
- Setelah matang, angkat, tiriskan.
- Sajikan dengan mayonnaise atau saus tomat.


Psst, ini juga cucok untuk anak-anak yang susah makannya lho.. Berasa ngemil :D
Happy cooking!





Finally, this Old-fashioned Pumpkin Pie has been executed 😁
Punya kabocha dua gelundung dipiara sejak nyaris 2 bulan lalu akhirnya aku berdayakan. Sebenarnya sebelumnya udah aku bikin chiffon, tapi hasilnya masih belum pas, jadi tayangnya ntar aja kalau udah oke. 

Pilihan jatuh ke pumpkin pie. Nanya simbah, sepertinya resep Simply Recipes terlihat enak. Lalu pie crust, maunya yang eggless menyadur punya Eugenie Kitchen karena bahan pumpkin curd nya udah lumayan berkalori. Nggaya pake ngitung kalori segala.. Ehehehe..

Yukmari, langsung saja.



Bahan pie crust:
200 gr tepung terigu
110 gr mentega dingin
2 sdm gula pasir
2-4 sdm susu cair

Bahan pie curd:
1 cup purée labu kuning (aku dapat dari 1/3 kabocha kukus yang dihaluskan)
3/4 cup whipped cream
1/4 cup gula pasir
1 telur utuh
1 kuning telur
Sejumput kayu manis bubuk
Sejumput pala bubuk
Sejumput cengkeh bubuk



Cara membuat:
Siapkan 12 buah cetakan pie diameter 7 cm (ukuran A). Panaskan oven 170°C.
Campur semua bahan pie crust kecuali susu cair, masukkan food processor, aduk hingga berbulir, kemudian tambahkan air dan lanjutkan hingga membentuk gumpalan. Kemudian bagi menjadi 12 bagian, cetak di dalam cetakan pie. Sisihkan.
Campur jadi satu semua bahan pie curd, aduk hingga rata. Tuang adonan ke dalam pie crust, hingga penuh.



Panggang selama 15 menit, kemudian turunkan suhu oven hingga 130°C dan lanjutkan memanggang selama 30-40 menit.
Setelah matang, keluarkan dari dalam oven. Diamkan selama 10 menit, kemudian keluarkan dari dalam cetakan. Sajikan.


Enak, sodara-sodara.
Happy baking!

Blog berdebu, mari kita gosok lagi 😁

Berawal dari rikues Pak Suami yang lagi pingin makin "roti pizza" which is a caterpillar bread, dan pas kebetulan juga hari Sabtu lalu ada demo bikin roti manis oleh Ibu Fatmah Bahalwan, the NCC's founder.

Jujur aja, bukan resep yang aku kejar, tapi tekniknya. Karena kalau resep sih so-so ya.. Teknik ini yang ngga bisa kita pelajari cuma dengan membaca. 
Dari sini aku tau, kurangnya apa. Yg pasti, ngulenku belum kalis elastis. Meskipun pake mas Jerman a.k.a Bosch, tapi kurang lama, supaya bisa dapet dough yang cantiks.




Resepnya begini ya..

Bahan A:
500 gr tepung terigu protein tinggi
100 gr gula pasir
11 gr ragi instan
½ sdt bread improver (aku skip)

Bahan B:
4 btr kuning telur
225 ml air es

Bahan C:
100 gr mentega
½ sdt garam

Cara membuatnya:
Aduk semua bahan A, beri bahan B, uleni sampai bergumpal-gumpal.
Tambahkan bahan C, uleni hingga kalis. Bulatkan, diamkan 30 menit.
Kempiskan adonan, potong timbang @30gr (aku: 40gr). Bulatkan licin. Diamkan 15 menit.
Bentuk dan beri isi sesuai selera. Diamkan lagi 30 s/d 60 menit. 
Polesi atasnya dengan campuran kuning telur dan susu, panggang dalam oven suhu 180’C, selama lk. 20 menit, atau hingga matang.

Note:
Sebaiknya sih pakai oven yang punya tapi atas. Tetapi kalau cuma punya otang kayak aku gini, ya gakpapa sih. Setengah perjalanan pindah ke rak atas supaya bawahnya ngga gosong dan atasnya cantek kecokelatan.
Oya, untuk takaran @40gr, per 1 resep ini bisa jadi 24 bijik. Mayanlah..
Lalu untuk caterpillar bread, banyak tutorial how-to nya kok. Gugling aja. Toppingnya aku pakai saus tomat, herbs, red cheddar, dan mayonnaise. Udah.




Happy baking!
Mau ngemil, tapi takut gendut. Dilema banget kan?
Kepinginnya cookies yang enak, rich taste, kaya serat, rendah lemak, gluten free, sehat.. Halah, banyak banget maunya ^_^

Tapi memang lho. Biasanya kalau udah ada mindset "healthy cookies" itu biasanya kurang nampol rasanya. Nyeretin. Ngga ada rasanya. Karena memang biasanya mereka ngurangin gula, ganti terigu dengan sesuatu yang berserat lainnya, dan lain-lain, dan lain-lain.


Ternyata, ada lho cookies sehat yang enak dan ngga nyeretin dan manis pula. Apa coba? Lha itu, Alergon Cookies, keluarannya Tropicana Slim pula. Jelas enak lah. 

Kok bisa manis? Iya, pakai daun stevia yang terbukti rendah kalori dan aman untuk semua anggota keluarga. 
Katanya gluten free, kok bisa ngga nyeretin? Iya, ada kismisnya ^_^ Kandungan air dari bahan ini membantu mengurangi rasa seret di tenggorokan waktu kita telan cookiesnya. Serius.


Enaknya lagi, cookies ini non alergenic karena ngga pakai telur, susu, kacang-kacangan, dan bahan-bahan yang memicu alergi lainnya. 
Mau dinikmati sama teh, sama kopi, tetep enak. Bebas rasa bersalah. Ngga takut ngemil lagi deh.. ^_^


Tropicana Slim Alergon Cookies, it's all good. Jempol!

Ini mau di bahasa Inggriskan jadinya akan panjaaaang banget judulnya. Fermented Cassava Fritters with Cheese and Chocolate. Heheheh.. Tapi kalau pakai bahasa Inggris gitu harga jual bisa naik 2-3 kali lipat lho :p


Kenapa tape jadi bahan dasar? Jawabannya: karena masih banyak stok di kulkas. Bikin cake, udah. Dicampur ke minuman, udah juga. Tanya mbah, nyasarlah aku ke sini. And, this is it.


Bahannya:
400 gr tape singkong, buang sumbunya
50 ml susu cair
80 gr keju cheddar, parut
50 gr DCC, potong kotak sesuai selera
1 butir telur ayam, kocok lepas
Tepung panir
Minyak untuk menggoreng

Caranya:
- Haluskan tape dengan garpu, campur dengan susu dan keju.
- Ambil 1 sendok makan adonan, pipihkan dengan tangan, isi dengan potongan DCC, lalu bulatkan. Lakukan hingha seluruh adonan habis.
- Gulingkan bulatan ke dalam telur yang sudah dikocok lepas, angkat, gulingkan ke tepung panir, tekan-tekan, lalu angkat, sisihkan. Lakukan hingga seluruh bulatan habis.
- Panaskan minyak goreng. Goreng bulatan tape isi tadi dengan api kecil saja supaya tepung panir tidak gosong duluan.
- Setelah matang, angkat, tiriskan.
- Sajikan.


Happy cooking!

Akibat ditanyain adekku resep roti goreng. Eh? Aku belim pernah bikin. Cuma pernah lihat pas Umi-ku dulu bikin aja, sih.. Disendokin langsung masuk minyak panas.

Setelah gugling, dapetlah resep dari mbak Diah Didi ini. Diperhatikan kok gampang, ngga pake lama, cuma fermentasi 30 menit aja. Mari kita lesgo..!


Bahannya:
2 butir telur
50 gr butter
50 gr gula (next akan aku tambah krn kurang manis)
200 ml susu cair
6 gr ragi roti
300 gr terigu
1/2 sdt garam
Minyak untuk menggoreng

Caranya:
- Campur telur, butter, dan gula, aduk rata dengan balloon whisk.
- Masukkan susu, ragi, dan garam, aduk lagi sampai rata.
- Masukkan terigu, aduk lagi hingga seluruhnya tercampur rata. Adonannya akan terlihat lembek.
- Tutup adonan dengan plastik bersih, istirahatkan selama 30 menit.
- Cetak adonan sesuai selera lalu langsung digoreng hingga matang. Boleh dicetak dengan bantuan 2 sendok makan, boleh juga dengan bantuan piping bag.
- Setelah matang, angkat, tiriskan, sajikan dengan isian atau topping sesuai selera.


Gamfang dan cefaat..
Happy cooking!
Berhari-hari lihat postingan bolen pisang ekonomis di grup, hadeeh.., bikin emosi juga.. :)) Tanpa korsvet, tapi konon rasanya menggiurkan.. Ini kalau belum dicoba, belum terbukti.. Hehehee..

Baca resepnya disini, prosesnya mirip bikin puff pastry, ada acara lipat amplop segala. Tapi ini ngga pake didiemin di freezer.. Yukmari kita mulai..


Bahan A: 
100 gram tepung terigu protein tinggi 
1 sendok makan minyak goreng 
75 gram margarin

Bahan B: 
200 gram tepung terigu protein tinggi 
30 gram gula tepung (aku: gula kastor)
80 ml air 
75 gram margarin

Bahan Dasar Olesan (aduk rata): 
1 kuning telur 
2 sendok makan susu cair

Bahan isi: 
1 buah pisang tanduk, potong bulat, tidak perlu direbus/dikukus (aku: pisang raja, potong sesuai selera, lalu belah dua)
Keju cheddar atau DCC untuk isian, potong sesuai selera


Cara Pengolahan: 
Aduk rata bahan A, bentuk bulat. Diamkan 10 menit. Adonan ini hampir menyerupai adonan kue kering, lembek-lembek gimanaaa, gitu..
Aduk bahan B sampai setengah elastis. Diamkan 15 menit. 
Bagi adonan A dan B menjadi 15 bagian, bulatkan (aku: jadi 12 bagian supaya lebih gede).

Giling adonan B memanjang keempat ujungnya. Letakkan adonan A di atas adonan B (gambar 1). Lipat seperti amplop (gambar 2), satukan keempat ujungnya.
Giling tipis adonan memanjang, lipat tiga, kemudian tipiskan lagi (gambar 3). Ulangi sebanyak 2 kali. Lakukan hingga adonan habis. Diamkan 15 menit (gambar 4).
Penyelesaian: ambil satu gulungan, lalu giling adonan molen melebar. Letakkan setangkup pisang yang diisi keju atau DCC di dalamnya di tengah, kemudian bungkus dengan kulit. Rapikan. Lakukan sampai habis.
Letakkan di loyang yang sudah dioles margarin. Oles dengan bahan olesan. Taburi dengan keju parut atau mises di atasnya.
Oven 25-30 menit dengan suhu 180 derajat Celsius hingga matang.


Crunchy kalau masih anget, nih.. Boleh juga!
Happy baking! 

Keju melulu. Ngga papaa.. Mumpung masih cheese weeks :p Sekalian buat setor ke milis..

Bikinnya udah beberapa bulan lalu, biasa, uji coba.. Tapi baru tayang sekarang di blog. Maklum deh, ketimpa ini itu jadi el-u-pe-a. Lupa. Hehehehe..

Resepnya aku bener bener have no clue dapet dari mana.. Entah itu dari Blueberry Cheesecake nya NCC atau dari blog mana.. Sungguh. Kemarin pas browsing sana sini tanya mbah, akhirnya dapet yang simpel begini..
Sengaja aku bikin ukuran personal, biar ngga kebanyakan makan bahan. Maklum laah, kalo resep yang model begini belum tentu termakan..


Bahan:
-          12 pasang biskuit oreo, buang isi krimnya
-          250 gr cream cheese
-          1 butir telur
-          50 gr gula kastor
-          60 ml krim asam
-          1 sdt maizena
Cara membuat:
1.      Siapkan 12 buah cupcase ukuran 4 cm, letakkan 1 keping biskuit dengan posisi terbalik (bagian atas menghadap ke bawah). Sisihkan.
2.      Panaskan oven 160°C.
3.      Kocok cream cheese hingga lembut.
4.      Masukkan telur, gula, dan krim asam, kocok hingga seluruh bahan lembut dan menyatu.
5.      Masukkan maizena, kocok sebentar hingga rata.
6.      Remukkan sisa kepingan oreo dengan tangan, kasar saja. Masukkan ke dalam adonan cream cheese, aduk rata dengan spatula.
7.      Tuang adonan ke dalam cupcase yang sudah berisi kepingan oreo, lalu panggang selama 20 menit hingga cream cheese mengeras.
8.      Setelah matang, keluarkan dari dalam oven, lalu tunggu hingga uap panasnya hilang. Masukkan ke dalam lemari pendingin 2-3 jam sebelum disajikan.
9.      Sajikan dingin.


Happy baking!