Tampilkan postingan dengan label Mocha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mocha. Tampilkan semua postingan

Pertama kali bikin bebek panggang ala HongKong ini. Asli uji nyali karena belum pernah sama sekali bikin olahan dari unggas yg satu ini. 




Di WAG TJ sih ada mb Estuty yg sering bikin beginian. Yg bikin keder adalah proses masaknya yg sampe 2-3 hari 😬 Sabar banget kan yaa diatuuu.. Makanya aku rada nganu waktu Paksu rikwes bikin bebek ini.


Iseng gugling, ada yg cuma 2 jam-an aja. Ywd yuk dikerjakan!


Bebek Peking Panggang ala HongKong

- resep asli dr sini  -


Bahannya:

1 ekor bebek peking ukuran sedang (1 kg)

1½ lt air

4 cm jahe, memarkan

4 siung bawang putih, memarkan

50 g bawang bombai, potong kotak 2 cm

2 butir pekak

4 cm kayu manis

1 sdm bumbu ngohiong bubuk

1 sdm saus tiram

1 sdm kecap manis

1 sdm kecap asin

1 sdm angkak, haluskan

1 sdt garam

1 sdm gula pasir

2 sdm madu, untuk olesan


Bahan isi, aduk rata:

2 batang daun bawang, iris 3 cm

3 siung bawang putih, haluskan

50 g bawang bombai, haluskan

3 cm jahe, haluskan

1 sdt bumbu ngohiong bubuk


Caranya:

- Potong bagian kaki dan ekor bebek. Aku pernah lihat yucub, bagian ekor ini ada yg mesti dibuang karena bikin bau. 

- Masukkan bahan isi ke dalam perut bebek hingga bahan isi habis. Jahit perut bebek dengan benang kasur hingga rapat, sisihkan.

- Rebus air bersama bahan² bumbu (selain madu), aduk hingga rata, masak hingga mendidih.

-Masukkan bebek ke dalam rebusan, siram-siram permukaan kulit bebek, lalu rebus selama 90 menit hingga bumbu meresap dan matang. Usahakan bebek kerendam semua biar ngga perlu dibolak-balik. 

Bisa empukkah bebeknya? Bisa! Akupun merasa takjub 😅

- Setelah bebek berwarna coklat kemerahan, angkat, tiriskan bebek. Diamkan sebentar.

- Oles permukaan kulit bebek dengan madu, panggang bebek dengan suhu 180⁰C selama 15 menit

- Angkat, iris bebek sesuai selera, sajikan. Untuk panduan cara ngiris²nya banyak di yucub kalau mau nyontek ya.. 


Sausnya?

Kata mb Febry: pake saus hoisin atau saus plum, biasanya. 

Lalu dapat contekan dr suhu Hana: rajang halus baput tumis sampai kuning dan harum, kasih saus tiram, kecap manis, gula dan minyak wijen.

Cara sesatku karena malas aja: pake cocolan sambal Bangkok 😬

Lalu dikomen Inang Yanti katanya aku belum tobat ngacak² pakem resep..


PR ku sekarang adalah mau diapain kaldu sisa rebusannya? Ada ide? 


Yuk ah, selamat rikuukk 🍉

Ini pertama kali aku bikin chiffon cake yang bener..
Sumpe, senengnyaaaa.. Teksturnya bener, ngembangnya bener, rasanya lebih bener lagi! Hehehehe..

Ternyata kuncinya nomer satu adalah: loyangnya.. Simpel kan? Asal pake loyang yang bener, ngga akan mengecewakan deh..
Lalu kunci nomer dua adalah: waktu nyampur adonan kuning dan putih telur ngaduknya jangan kelamaan.. Bisa-bisa jadi sponge cake biasa ntar hasilnya.. Caranya pake bantuan balloon whisk.. Dengan jerujinya dia bisa memecah adonan dan menyatukannya dengan cepat! *oposeh
Lalu yang ke tiga adalah: segera balik loyang setelah keluar dari oven dan biarkan begitu sampe sekitar sejam. Hal ini mencegah cake turun dan mempertahankan teksturnya yang aduhai itu..


Bahannya:
-          1 sdm kopi bubuk instan
-          1 sdm cokelat bubuk
-          165 ml 240 ml air panas (koreksi 05/04/14)
-          8 butir kuning telur, kocok lepas
-          350 gr tepung terigu
-          1 sdt garam
-          3 sdt baking powder
-          250 gr gula pasir
-          120 ml minyak sayur
-          1 sdt vanila
-          8 butir putih telur
-          150 gr gula pasir
-          Gula bubuk untuk taburan

Cara membuatnya:
1.      Siapkan loyang tulban bongkar pasang (loyang chiffon) diameter 28 cm, pastikan loyang bersih bebas lemak. Sisihkan. Panaskan oven 180°C.
2.      Campur kopi instan dan cokelat bubuk dengan air panas, aduk rata, sisihkan.
3.      Campur terigu, garam, dan baking powder, lalu diayak. Tambahkan gula pasir, aduk rata dengan balloon whisk.
4.      Buatlah sumur di tengah campuran terigu tersebut, masukkan minyak sayur dan campuran kopi di tengah bagian, lalu aduk hingga rata dengan balloon whisk.
5.      Masukkan kuning telur dan vanila, aduk lagi dengan balloon whisk hingga rata. Sisihkan.
6.      Kocok putih telur hingga berbuih. Masukkan gula pasir sedikit demi sedikit sambil terus dikocok dengan mixer kecepatan tinggi hingga gula larut, dan mengembang kaku.
7.      Campur kedua adonan dengan teknik pancing, aduk lipat dengan spatula. Jangan sampai terlalu berlebihan supaya tekstur cake yang dihasilkan mengembang sempurna.
8.      Tuang adonan ke dalam loyang yang tidak diolesi apa-apa. Ketuk ringan supaya udara yang terperangkap di dalam adonan bisa keluar.
9.      Panggang selama 55 menit hingga matang. Lakukan tes tusuk untuk memastikan.
10.  Setelah matang, keluarkan cake dari dalam oven. Segera balikkan loyang menghadap ke bawah selama kurang lebih 1 jam untuk mendinginkan. Jika loyang chiffonnya tidak berkaki, gunakan leher botol untuk menopang loyang dengan cara memasukkan ujung botol ke dalam lubang loyang. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari cake turun dan permukaannya tidak menempel alas.
11.  Setelah 1 jam, balikkan posisi loyang seperti semula. Gunakan spatula pipih panjang untuk membantu melepaskan cake yang menempel di dinding loyang dan juga di bagian leher loyang. Keluarkan cake dengan cara mendorong alasnya ke atas.
12.  Setelah cake lepas dari dinding loyang, balikkan cake di atas piring saji, gunakan spatula untuk membantu melepaskan cake dari alasnya. Taburi dengan gula bubuk di atasnya.
13.  Potong-potong, lalu sajikan.


Happy baking!
Jangan lupa ikuti tipsnya yaaa..