Di pasar dekat rumah ada bapak-bapak yg jual tape singkong enak banget. Tapenya maniiis, enak legit. Dulu pernah beli untuk isian bolen. Pekan lalu beli lagi, tapi masih belum tahu untuk apa. Akhirnya duduk manislah dia di freezer.

Kepikir pengen bikin cake tape. Kepikir juga chiffon cake pakai tape, apalagi sekian purnama aku ngga pernah bikin chiffon lagi. Ditambah di WAG TJ berisik banget postingan chiffon cake hasil rebake latbar. Makin gemes deh.


Setelah gugling resep, ketemulah resep ini di Cookpad. Sounds good, mari kita rebake.

Bahannya:
6 butir kuning telur
180 gr tape singkong, buang sumbunya, haluskan
80 ml susu cair
90 ml minyak
130 gr tepung protein rendah
1/2 sdt baking powder
6 butir putih telur
Sejumput garam
120 gr gula pasir butiran halus

Caranya:
- Siapkan loyang chiffon diameter 20cm. Jangan dioles apa² ya.
- Panaskan oven 140°C.
- Campurkan tepung terigu dan baking powder, ayak, sisihkan.
- Kocok lepas kuning telur dengan balloon whisk, lalu campur dengan tape singkong yg sudah dihaluskan. Aduk rata.
- Tambahkan susu cair dan minyak, aduk rata.
- Masukkan campuran tepung terigu, aduk rata. Sisihkan.
- Kocok putih telur dengan mikser kecepatan sedang. Setelah mulai berbuih, masukkan gula & garam sedikit demi sedikit. Kocok hingga soft peak.
- Campurkan adonan kuning telur dan putih telur secara bertahap. Jangan sampai overmix ya.. Nanti jadinya bisa seperti sponge cake biasa.
- Tuang adonan ke dalam loyang chiffon, lalu panggang selama 60-70 menit hingga matang.
- Setelah matang, keluarkan dari dalam oven, lalu dinginkan dalam posisi loyang yang dibalik supaya cake tidak kempes.
- Cake bisa dikeluarkan dari loyang setelah agak dingin, sekitar 1 jam kemudian.


Maasyaa Allaah, enak!


Ps,
Loyang chiffon cake ini umumnya loyang bongkar pasang dan punya kaki untuk menopang loyang saat dibalik. Jadi ngga perlu khawatir permukaan cake akan menyentuh alas/coling rack.



Pasca diajarin chef anak senja mbak Anis Wardani cara ngocok butter yg baik & benar utk metode butter cake, mendadak aku kena demam marmer cake 😂

Marmer cake ini adalah rebake resep Bumer hasilku bongkar² buku resep jadoel beliau beberapa tahun lalu.

Waktu itu pernah bikin sekali untuk kepentingan naskah, lalu yasudah. Terlupa tertimpa bermacam resep & alasan.

Akhirnya kemarin teringat, lalu mencari resepnya di folder email sent, copas ke apps My Cookbook, dan inilah hasilnya.


Selama ngocok adonannya bener, hasilnya lembut ngga nyangkut minim remahan. Resep asli sudah aku modifikasi sedikit sebagaimana nyamanku.

Bahannya:
150 gr gula kastor
175 gr butter (boleh mix dg margarin)
½ sdt vanilla
5 btr kuning telur
4 btr putih telur
125 gr tepung terigu
1 sdt BPDA
1 sdt pasta cokelat

Caranya:
- Siapkan loyang tulban diameter 18 cm, olesi margarin & taburi tepung, sisihkan.
- Panaskan oven 170°C
- Campur terigu & BPDA, aduk rata, ayak halus, sisihkan.
- Kocok butter, gula, dan vanilla hingga pucat fluffy dan gula larut.
- Masukkan telur satu per satu dengan tetap dikocok sampai adonan jadi homogen.
- Masukkan terigu, kocok dengan kecepatan paling rendah hingga adonan tercampur rata seluruhnya.
- Ambil ⅓ bagian adonan, tambahkan pasta cokelat, aduk rata.
- Mulailah mengatur pola marmer di dalam loyang. Setelah selesai, lanjut panggang selama 35-40 menit hingga matang.

Note:

Step by step bikin motif marmer supaya kece sudah pernah di share mbak Anis di sini. Atau kalau ngga banyak kok tutorialnya di youtube.

Very late blog post 🙈

-
Hari ini bikin Jangan Kesrut khas Banyuwangi 😋 mumpung kemarin dibawain klenthang sama Umi.


Klenthang adalah buah pohon kelor. Bentuknya panjang & berkulit keras. Yg dimakan adalah bagian dalamnya yg lunak.

Kenapa dinamain Jangan Kesrut?
Jadi, konon, masakan ini aslinya puedesss asem seger, sampe yg makan keringetan dan (maaf) ingusan 😂

Hayuk kalau mau bikin juga. Kalau ngga ada klenthang di skip aja gakpapa. Ayamnya diganti daging tetelan juga gakpapa.

Haluskan:
7 butir bawang merah
3 buah cabe merah besar
5 buah cabe rawit
Garam
Terasi

Potong²:
7 buah belimbing wuluh
2 bonggol bawang daun
1 ekor ayam
3 batang klenthang, buang sedikit kulitnya
5 batang kacang panjang
1 ruas jari lengkuas

Caranya:
Rebus 3 liter air hingga mendidih, lalu masukkan bumbh yg sudah dihaluskan dan lengkuas hingga wangi.
Masukkan ayam, masak hingga ½ matang.
Masukkan isian lainnya, masak hingga seluruhnya matang. Jangan lupa diicip dulu biar pas rasanya.


Hmm, nyamnyamnyam.. 😋😋

Akibat punya piaraan labu kuning segelundung, sudah tua banget sampai kulitnya keras. Bingung mau dibikin apa, masa di kolak lagi.. Akhirnya aku recook kleponnya mbak Lely 😋 Yumm! Suwun mbakyu 😘

Tumben banget ini aku bikin jajan tradisyenel. Embuh kesambit apa. Biasanya mending beli laaah.. Resepnya ikut mbak Lely, tapi agak sedikit aku sesuaikan takarannya mengikuti feeling.


Kelepon Koneng

Bahan A:
200 gr labu kuning, kukus, haluskan
180 gr tepung ketan
¼ sdt garam
Gula aren utk isian (aku pakai yg halus)
Air untuk merebus
1 lembar daun pandan, simpulkan

Bahan B:
¼ butir kelapa agak tua, parut
Sedikit garam

Caranya:
Campur labu, tepung ketan, garam, uleni hingga kalis. Air ditambahkan jika adonan terasa kering.
Ambil sedikit adonan, pipihkan, isi dengan gula aren, lalu tutup adonan hingga membentuk seperti bola. Lakukan hingga seluruh adonan habis. Sisihkan dulu.
Campur bahan B, kemudian kukus hingga matang. Angkat, sisihkan.
Didihkan air, beri daun pandan. Kemudian masukkan bola² adonan tadi. Masak hingga mengapung dan matang.
Angkat. Tiriskan, lalu gulingkan ke dalam kelapa kukus tadi hingga rata.
Sajikan.

Jadinya ngga terlalu banyak. Cukuplah untuk ngotorin gigi dan ngisi pojokan lambung.
Masih punya piaraan labu kuning di freezer yg sejak bikin klepon kemarin belum juga tersentuh. Waks!

Padahal niat mulia pengen bikin yg tradisyenel gitu macem bubur sumsum, jenang grendul, apalah 😅 Terlalu muluk kayaknya..

Mari kita bikin yg simpel aja: Pumpkin Buttercake, resep nyontek plek dari blog mbak Hesti ❤ Cuma aja aku pakai 2 macam gula: gula aren & gula putih.


Sini kubantu copas resep aslinya yes.

Bahan :
- 300 gr terigu protein sedang
- 5 butir telur
- 200 gr labu kuning tanpa kulit, kukus lalu haluskan menggunakan garpu
- 200 gr gula pasir
- 200 gr mentega
- 1/2 sdt garam
- 1/2 sdt vanili bubuk
- 1 sdt baking powder double acting
- almond slice untuk taburan

Cara membuat :
- Kocok margarine, butter, gula, dan vanili sampai lembut dengan mixer kecepatan tinggi.
- Masukkan telur satu persatu sambil terus dikocok sampai rata.
- Turunkan kecepatan mixer menjadi rendah. Masukkan setengah bagian tepung yang sudah diayak bersama baking powder. Masukkan labu halus. Kocok rata. Masukkan lagi sebagian sisa tepung, kocok sampai rata.
- Tuang di talam lingkaran diameter 23 cm yang sudah dioles margarine dan ditabur tepung terigu. Taburi almond slice. 
- Panggang dengan panas 180 C selama 40-50 menit atau sampai tusuk gigi dimasukkan tidak lengket lagi.

Mari mengunyah & menggendud bersama!
Sebagai seorang ibu penuh waktu dari seorang bocah aktif berumur 2 tahun, waktu untuk diri sendiri sangatlah berharga. Anakku Bimo sangat aktif sepanjang hari, dari pagi hingga petang. Sebagai ibunya, otomatis aku tidak bisa lengah sekejap pun. Apalagi kalau dia tiba-tiba diam hening tanpa suara, pasti ada suatu proyek besar yang dikerjakan. Sangat berbahaya jika kita lengah.

Secara umum, anakku bukan anak yang rewel. Malah dia cenderung lebih “dewasa” jika dibandingkan dengan sepupu yang seumurnya. Mungkin karena dia anak pertama, dan kami ibu bapaknya memanggil dia dengan sebutan “mas”. Tetapi tetap saja mengasuh anak batita sangat menguras energiku. Apalagi tanpa adanya bantuan dari seorang asisten rumah tangga.

Beruntung pak Suami tidak pernah membebaniku dengan peraturan bahwa rumah harus selalu bersih, pakaian harus selalu licin diseterika, bahkan jika aku sudah nampak kelelahan dia pun tidak memintaku memasak untuknya. Sesekali aku juga masih diperbolehkan pergi sendiri bersama teman-temanku. Me time, katanya. Tentu saja dengan senang hati kunikmati.

Ada satu hobi yang sering aku lakukan pada waktu me time, yaitu memotret. Terutama memotret makanan, atau food photography. Benar-benar merupakan stress release yang jitu. Kegiatan ini biasanya aku kerjakan pada saat Bimo tidur siang. Lumayan, ada waktu 1-2 jam untuk menikmatinya selagi dia tidur.


Hobi fotografi makanan ini sebenarnya baru mulai kutekuni sekitar 6 tahun lalu. Karena harus berkontribusi membuat buku resep, mau tidak mau aku harus bisa memotret hasil masakan tersebut dnegan baik dan benar. Mentor pertamaku adalah mbak Ifah, editor dari suatu percetakan di daerah Bandung. Dialah orang luar yang pertama mengoreksi hasil fotoku. Dari dia aku belajar cukup banyak tentang hal yang paling dasar dari ilmu fotografi makanan.

Alhamdulillaah, sampai sekarang proses belajar masih terus berlanjut. Terakhir, aku berkesempatan untuk kerja bareng beberapa fotografer senior salah satu klub fotografi, untuk program amal peduli korban gempa di daerah Palu dan Lombok. Grogi? Pasti. Tetapi ini adalah satu kesempatan baik yang langka. Kapan lagi bisa naik kelas?

Sepertinya kegemaranku memotret ini menurun ke Bimo. Beberapa kali dia ikut sibuk mengatur mainannya di atas alas fotoku untuk dipotret. Pokoknya ikut sibuk seperti ibunya.

Begitu malam tiba, dan Bimo sudah tidur nyenyak, inilah waktuku dan pak Suami untuk bersantai setelah sehari penuh berkutat dengan urusan masing-masing. Tidak perlu sesuatu yang fancy, cukup dengan menikmati minuman hangat seperti kopi, teh, wedang jahe, atau yang sejenisnya.

Hangatnya Herbadrink Sari Jahe, nikmat. 

Supaya mudah, aku hampir selalu sedia Wedang Jahe dari Herbadrink. Tinggal seduh saja dengan air panas, aduk rata, lalu siap dinikmati. Praktis. Hangat di badan, pikiran menjadi rileks kembali. Tidur nyenyak adalah efek samping yang dinanti, meskipun tengah malam sesekali terbangun karena Bimo minta minum atau mengganti pospaknya yang sudah basah.


Herbadrink Temulawak hangat, enak juga.

Tidak hanya varian Wedang Jahe, ada dua varian lain Herbadrink yang juga aku suka: Lidah Buaya dan Temulawak. Keduanya bisa dinikmati hangat ataupun dingin. Aku lebih suka menikmatinya dingin. Apalagi jika diminum siang hari setelah beraktivitas. Badan terasa segar, dan siap untuk menemani Bimo berkegiatan.

Herbadrink Lidah Buaya, kesegaran yang hakiki.

Oh ya, varian Lidah Buaya ini bebas gula. Jadi kita yang sudah berumur segini bisa bebas menikmati kapan saja. Mengurangi asupan gula itu penting lho. Metabolisme tubuh kita makin “dewasa” makin melambat. Hingga melangkahpun akan terasa berat. Jangan lupa tetap bergerak, supaya kondisi tetap fit. Apalagi aku yang masih punya anak usia batita, harus selalu siap tempur. Hahaha..

Kalau bukan kita yang menjaga diri sendiri, siapa lagi?
Seperti kejatuhan durian, mbak Ita Utomo tetiba kirim pesan WhatsApp bilang kalau aku dia rekomendasikan untuk menggantikan dia hadir di acara launching produk baru Colatta. Wah! Asyikk! Selang beberapa hari, mbak Merta dari PT Gandum Mas Kencana menelepon untuk memastikan kehadiranku di acara launching produk baru Colatta di Sweetoday#3 tanggal 21 Mei 2017.



Hari yang ditunggu akhirnya tiba. Bertempat di ruang komunitas keren D.LAB by SMDV di daerah Menteng, fully seat! Ternyata banyak juga yang hadir. dan memang hampir semuanya ngga aku kenal. Sebelumnya aku sempat bertanya ke beberapa grup chat tentang undangan acara ini, kok mereka ngga ada yang tau. Mungkin publikasinya kurang atau emang dibatasin, entahlah. Blogger yang datang diundang juga ngga banyak. Alhamdulillah ada wajah yang aku kenal; teh Nicke Kaniakakak Sefa Firdaus, dan jangan panggil sis Ika Rahma. Lega deh ^^


Bp. Iman Setia Nugraha (Creative & Corporate Communications Mgr) dan Ibu Sri Utami (Marketing Mgr) memberi kata sambutan di awal acara.
Dan oh, oh, door prize-nya banyaakkk!


Lanjut.
Buat para penggiat kuliner; bakul kue dan tukang jajan, nama Colatta sudah ngga asing lagi kan? Pokoknya aneka jajanan cokelat asal pakai Colatta aja sudah jadi jaminan pasti enak. Apalagi harga terjangkau dan mudah didapatkan di toko bahan kue/swalayan terdekat. 
Nah, di acara Sweetoday#3 ini Colatta meluncurkan produk barunya yaitu Colatta Finéza, cokelat compound baru yang rasanya lebih creamy, gampang diaplikasikan untuk makanan apapun, bahkan enak juga kalau mau langsung dimakan.


Produk unggulan PT GMK termasuk Colatta Finéza

Sebagai bukti, duo chef andalan PT GMK yaitu Chef Nunung Patimah dan Chef Fauzal Akbar langsung mendemokan kue spesial Choco Crunchy Crispy Cake yang colekable banget frostingnya berkat campuran Colatta Finéza untuk ganache-nya. Buat yang belum tau, ganache adalah krim cokelat lembut yang terbuat dari whipping cream dan cokelat compound. 
Selain untuk ganache, Colatta Finéza juga digunakan untuk melindungi crispy crumb supaya ngga melempem dan tetap crunchy meskipun sudah "tenggelam" di dalam frosting. 


Choco Crunchy Crispy Cake

Psst, intermezzo sebentar, di akhir acara cake ini utuh aku bawa pulang loh ^^ Setelah mbak Merta menyilahkan pastinya. Makasih mbak Merta *ketjupbasah* Sekalian nebeng yaa, buat peringatan hari lahir aku sekian tahun lalu. Semoga dikau lancar lahirannya yah..

Balik lagi.
Oya, PT GMK juga punya produk whipping cream bubuk merk Haan, yang aku idola banget. Selain rasanya enak, whipping cream dalam bentuk bubuk penyimpanannya relatif lebih gampang daripada yang berbentuk cairan. 

Duet maut chef ini juga membuat kudapan Red Velvet Ice Cream Pie yang ngga kalah enaknya. Pie dengan isian cream cheese dengan topping eskrim Haan rasa Strawberry dan red velvet crumb. Kebayang kan gimana enaknya ini jajanan?
Red Velvet Ice Cream Pie

Sabar ya chef, kelakuan blogger emang begini ^^
Gaya a

It's wrapped! Choco-lover's heaven on earth

Selain baking demo, di acara Sweetoday#3 ini juga ada talkshow yang mengundang 2 narasumber keren; mbak Endang JTT dan mas Tegar King Sandwich yang bercerita tentang likaliku perjalanan mereka dari enol sampai sukses seperti sekarang ini. Keren!


Mbak Endang dan mas Tegar, keduanya ngga pelit ilmu

Thank you Colatta! Semoga masih mau ngundang aku lagi di event selanjutnya. Dan kencengin publikasinya yaa, aku mau ajak genk tukang jajan kesayangan buat me-lebih-ramai-kan suasana..


Sebagian blogger foto bareng para Chef Dan kru PT GMK

Foto bareng dengan hampir seluruh peserta 

Pulang bawa goodie bag yang isinya aneka produk PT GMK termasuk Colatta Finéza, besoknya langsung aku eksekusi bareng genk tukang jajan untuk bikin snack kekinian. Emang lebih creamy dan enak rasanya. Cokelatnya meluncur lembut di tenggorokan.
No doubts!
Topping ganache dengan Colatta Finéza, hmm..




Inquiry lebih lanjut, sila hubungi:
PT. Gandum Mas Kencana
Jln. Moch. Toha KM 3 Karawaci Tangerang

Telp. 021 5520023
Banten Indonesia


Eh, ternyata udah 3 bulan aja lewat dari terakhir post resep di blog. Iyalah. Bimo aja udah mau 5 bulan ini. Udah tengkurep dan sedang berusaha untuk maju 😂 Semangat nak! Dan Ibukpun butuh cemilan cokelat yang nampol..

Kebayang-bayang terus akan kecokelatan Pennylane cookies-nya mbak Riana yang aduh enaknya kebangetan, tapi kemudian down sebentar karena ngga punya kacang-kacangan dan chocochip. Tapi kemudian mak tring! Ganti aja pakai muesli, mumpung ada. Bisa? Bisa!

Bahannya:
450 gr dark coverture chocolate
60 gr mentega tawar
60 gr terigu protein rendah
1 sdt baking powder
1/4 sdt garam
4 gr  (lk 2 sdt) kopi instan, larutkan dengan beberapa tetes air panas
250 gr gula pasir
4 btr telur
1 sdm vanilla pasta

200 gr muesli

Cara membuatnya:
- Lelehkan coklat bersama mentega, sisihkan. Campur terigu, baking powder dan garam, sisihkan.
- Kocok telur, gula dan vanilla hingga kental sekali. Masukkan cokelat leleh dan kopi, aduk rata. Ayakkan campuran terigu di atas adonan, aduk rata. Masukkan muesli, aduk rata. Tutup mangkuk dengan plastic wrap, dinginkan di kulkas minimal 2-4 jam atau semalaman lebih baik.
- Panaskan oven 180° C. Alasi loyang kue kering dengan kertas kue atau silpat.
- Dengan menggunakan sekop es krim atau 2 buah sendok, bentuk adonan bulat-bulat di atas loyang, beri jarak di antaranya. Panggang hanya sampai bagian atasnya kering dan retak-retak saja, kurang lebih 10-11 menit. Jangan terlalu lama memanggang agar kukis tetap chewy dan meleleh bagian dalamnya.
- Keluarkan loyang dari dalam oven, letakkan loyang di rak hingga agak dingin dan kue mengeras. Angkat kue dan dinginkan sepenuhnya di atas rak.
- Enjoy your moment.


Happy baking!

Hola!
Hidup setelah ada baby emang berputar 180° ya.. Banyak penyesuaian yang harus dilakukan termasuk urusan dapur. Memasak dan baking jadi nomer kesekian. Apalagi blogging. Huehehehe..

Nah ini mumpung ada kesempatan temu kangen dengan oven, dan mumpung juga ada piaraan tape ketan hitam tak terjamah di kulkas, mari kita bikin sesuatu. Yang gampang, yang cepat, yang ngga ribet, apalagi kalau bukan bikin muffin. Yekan? 

Berdasar hasil gugling, yang kayaknya enak adalah resep dari Sajian Sedap ini ya. Dan ternyata emang not bad lah. Aku bikin 2 resep sekaligus, dengan modifikasi, supaya pas habis ngga punya piaraan tape lagi. Itu.


Bahannya:
400 gr tepung terigu
2 sdt baking powder
2 sdt baking soda
150 gr gula kastor
2 butir telur
1/2 sdt garam
240 ml susu cair
100 gr margarin, lelehkan
200 gr tape ketan hitam, tiriskan (aku lebihkan untuk taburan)

Caranya:
- Siapkan 20 cup muffin. Panaskan oven hingga 180°C.
- Campur rata tepung terigu, baking soda, dan baking powder, ayak. Tambahkan gula kastor, aduk rata. Sisihkan.
- Kocok lepas telur, tambahkan garam, susu cair, dan margarin cair, aduk rata. 
- Masukkan tape ketan ke dalam campuran telur, aduk hingga rata.
- Tuang campuran tersebut ke dalam campuran terigu, aduk hingga asal tercampur saja.
- Masukkan adonan ke dalam cup case hingga 3/4 penuh. Taburi atasnya dengan tape ketan hitam.
- Panggang selama 25-30 menit hingga matang.
- Setelah matang, keluarkan dari dalam oven, lalu sajikan.


Lumayanlah buat welcome bake..
Happy baking!
Biar aja dibilang telat. Hari gini baru berhasil bikin donat sendiri. Soalnya memang ngeri-ngeri sedap terutama pas di bagaian nggorengnya. Bukannya kenapa-kenapa, beberapa kali bikin seringnya ngga berbentuk lagi. Meleyotan ke kanan dan ke kiri.


Ternyata, buat aku kuncinya di proofing kedua sebelum goreng. Pangkas waktunya! Kalau roti yang dibakar kita bisa nunggu sampai sejam supaya mekar cantik sempurna, kalau donat mending separuh jalan deh. Dough ngembang tapi masih cukup padat untuk diangkat masuk ke wajan penggorengan.


Eh ini berlaku buat aku lho yaaa.. Semoga cocok juga dengan teman-teman lainnya.
Resep? Euuhh, sila pakai resep roti yang mana aja buleeeh. Mau resep donat kentang, soft bread, killer bread, monggo kerso.  Sesuai selera.


Enjoy!

PS, motrek pakai kamera hand phone sekalian untuk entry 52wfpp di Instagram ;)