Momennya sedang pas. Pas habis dapat goodie bag terigu segambreng dari baking class Bungasari, selang beberapa harinya dapat ilmu baru rerotian dari latbar NCC Cibubur bareng Chef Puji. Cucok.


Langsung eksekusi sambil test drive Golden Eagle, varian terigu protein tinggi dari Bungasari. 
Hasilnya? Me-mu-as-kan. Tekstur rotinya lembut berserat. Cakep. Bisa nih dilanjut. Semoga makin gampang ditemukan si elang emas ini di TBK yah..


Resep yang aku pakai ya dari hasil latbar. 1 resep ini bisa jadi sekitar 38 bijik roti dengan berat dough 50gr. Bisa dan boleh banget divariasi jadi macem-macem. 



Karena banyak banget, sebagian aku jadikan roti sobek polos dan isi selai kacang, sebagian lagi roti personal isi macam-macam.
Kalau dari latbar kemarin sih dijadikan 6 varian: ala pizza smoked beef, sate smoked chicken, kurma n cheese, kepang cokelat, cokelat keju, dan fruity vanilla. Sebenernya juga bisa jadi donat sih kalau digoreng.. Eh :D
Macam model hasil latbar NCC Cibubur

Bahan A
1000 gr tepung terigu protein tinggi
60 gr susu bubuk
255 gr gula pasir
17 gr ragi instan
5 gr bread improver

Bahan B
80 gr Susu Kedelai
1 butir telur antero
2 butir kuning telur
±425 ml air es

Bahan C
13 gr garam
125 gr mentega                                                                                        
Cara membuat:
Campur rata seluruh Bahan A dalam mangkuk besar.
Masukkan Bahan B selain air es, aduk rata hingga bergumpal. Masukkan air es sedikit demi sedikit sambil terus diuleni sampai kelembaban adonan pas. Ngga masalah kalau air esnya ada sisa. Uleni hingga setengah kalis.
Masukkan seluruh bahan C, uleni hingga kalis elastis.
Setelah adonan siap, diamkan (proofing) sekitar 10 menit sebelum ditimbang.
Timbang adonan masing-masing 50 gr, kemudian dibulatkan (rounding).
Bentuk sesuai selera. Letakkan di atas loyang yang sudah disiapkan.
Kemudian proofing hingga mengembang sempurna.
Setelah mengembang, bakar dalam oven pada suhu 180°C selama 13 menit atau hingga matang.


Oya, kalau pakai mikser roti atau bread maker sih cincay lah langsung hajar pakai sekilo terigu. Yang masalah adalah kalau masih pakai LG alias Lengen Gede. Boleh aja bikin setengah resep kok. Nanti telurnya boleh pakai 2 kuning telur atau kalau males misahin ya boleh pakai 1 telur antero. Beda tipis aja rasanya lah..

So, happy baking everyone!
Satu lagi kegiatan seru IDFB di bulan ini, tepatnya tanggal 20/04/16 lalu. Kali ini bekerjasama dengan Bungasari Flour Mills Indonesiamengadakan Cake Shop Recipe Class membuat cake istimewa: Sacher Torte. 




Kelas dimulai jam 09.30 pagi. Diawali dengan perkenalan dan penjelasan  oleh mas Danny tentang apa saja produk tepung dari Bungasari dan keunggulannya. Ternyata variannya cukup lengkap lho! 

Secara garis besar ada dua; Premium dan Super Premium. Bedanya apa? Jelas beda, kelas Super Premium menjanjikan hasil yang jauh lebih sempurna daripada yang Premium. Harga juga sudah pasti beda dong... *grin


Dan kalau berdasar jenisnya ada tiga kategori; Protein Tinggi, Protein Sedang, dan Protein Rendah. Jangan salah pakai tepung terigu ya, karena dengan pemakaian yang tepat hasilnya akan bisa maksimal.



Daaan, satu lagi keunggulan produk dari Bungasari; mereka mengklaim bahwa produk tepung terigunya memiliki butiran paling halus dan paling bersih se-Indonesia karena menggunakan teknologi terkini dalam proses produksinya. Bahkan bahan baku gandum yang digunakan pun hanya yang berasal dari Australia, Kanada, dan Amerika, negara-negara penghasil gandum terbaik di dunia saja.

Setelah sesi penjelasan produk, selanjutnya kami diberi pencerahan tentang tips-tips penting seputar pembuatan cake berdasar jenisnya oleh Chef Kelik.

Pada umumnya ada tiga macam cake; Sponge Cake, Chiffon Cake, dan Pound Cake. 

Ketiganya memiliki karakteristik berbeda dan handling berbeda pula. Mulai cara pengocokan adonan, penggunaan alas loyang yang tepat, sampai proses pembakaran, seluruhnya juga dijelaskan secara gamblang dan detail. Jadi meskipun bahan utama yang dipakai kurang lebih sama, tetapi dengan metode berbeda hasilnya juga akan berbeda. Wah. 

Setelah penjelasan selesai, waktunya acara inti: praktek bikin Sacher Torte. Yeay..!
Buat yang belum tahu, Sacher Torte ini adalah salah satu dessert istimewa berupa cake cokelat (torte) yang ditemukan oleh Frans Sacher, seorang berkebangsaan Austria pada pertengahan abad ke 19. Silahkan googling sendiri ya kalau mau sejarah lengkapnya.

Lanjut...

Dapur di gedung Bungasari Innovation Center ini asyik banget lho. Cukup luas, besih, lengkap, dan pencahayaan juga bagus. Iya dong, buat motret doong.. *kibas kerudung
Oya, intermezzo sikit, setiap weekend mereka buka baking class untuk umum dengan biaya yang sangat reasonable. Jadwalnya bisa dilihat di facebook fan page Dapur Inovasi Bungasari.

Kami ber-15 dibagi menjadi 3 grup. Aku ada di grup 2 bareng mbak Tika, mbak Dita, mbak Anita, dan mbak Memez. Tiap grup bikin 2x resep yang nantinya akan dijadikan 6 loyang berdiameter 15 cm. Lebih 1 loyang buat2 icip-icip. 5 loyang lainnya kita bawa pulang masing-masing. Asyiiikk..!


Para tim rusuh :D

Proses kerja berlangsung seru dan heboh. Chef Kelik dan Chef Latief bergantian mendampingi ketiga grup selama proses kerja. Mulai dari scratch sampai sudah jadi cake yang cantik. Seru, iya. Heboh, banget.


Resep Sacher Torte ala Bola Salju dari Bungasari


Proses pembuatan base cake untuk Sacher Torte


Proses dekor Sacher Torte

Dan inilah hasil kreasi Sacher Torte grup kami. Ngga kalah cantik dengan yang dijual di cafe kan? Tinggal siapkan secangkir kopi, voila! Berasa ngopi di cafe.. *uhuk



Biar kekinian, foto sama Chef ^^

Ada sedikit surprise dari Chef & tim Bungasari, ternyata mereka memilih 2 pemenang berdasar review hasil kerja. Alhamdulillah, punyaku terpilih jadi terbaik kedua setelah punya mbak Arni. Hihihi.. Lumayaaan, dapat souvenir cantik dari Bungasari. Thank you!


Kecentilan pakai macaron kuneng ^^



Ngga terasa sudah jam 3 sore. Kegiatan seru kali ini harus sudah diakhiri. Seperti biasa, sesi terakhir adalah sesi foto bareng plus icip-icip hasil kerja. Enak banget sodara-sodara! Tekstur cake yang lembut plus selai blueberry, masih pula pakai ganache cokelat, heaven. Sorga. Kayaknya harus diulang bikin sendiri nanti di rumah. Mumpung dapat goodie bag 6 kilo tepung terigu *nyengir* Iya, enam kilo! 


Hati riang pulang bawa kue enak plus tentengan segambreng. 
Ahahah.. Kapan-kapan lagi yaaaa..


Thank you Bungasari untuk one fine day-nya..! Thank you juga IDFB *smooch*




BUNGASARI INNOVATION CENTER
PT Bungasari Flour Mills Indonesia
Jl.Taman Pakubuwono 6 No.11 Jakarta Selatan
Phone : +62 21 724 3394







Jadi, inilah hasil semi-mengarang-indahku untuk masakan ini. Pak Suami paling suka makanan model begini. Beberapa kali icip-icip ke salah satu resto franchise di sini menghasilkan ajakan untuk bisa bikin sendiri. Baiklaaahh..


Untuk bun burger, boleh pakai resep apa aja yang disuka. Mau eggless, atau resep potato bun tempo waktu, atau mau full starch, monggo kerso. Yang ini aku tambah dengan biji-bijian dan Italian seasoning di dalam dough-nya. Hasilnya? Enak, ada sensasi gurihnya. 
Per satu bagian roti, aku timbang seberat sekitar 160gr. Jumbo! Hahaha.. Next, kayaknya 125gr maksimal deh. Tapi enak juga ukuran gede kayak gini, cepat selesai :D

Cukup until ulasan bun burger. Sekarang geser ke beef patty-nya. Pakai resep siapa? Resep kira-kira, inspired by isian Picnic Roll aku yang disesuaikan sedikit laah. Tapi kalau mau persis itu juga ngga papa. Tinggal dibulatkan sebesar bola tennis, lalu panggang di pan panas dg minyak secukupnya sambil dipipihkan hingga matang semua bagian.

Nah, sudah semua, tinggal penyajiannya.
Seperti biasa, roti dibelah 2 melintang. Olesi bagian dalamnya dengan mentega atau EVOO, lalu panggang di atas pan panas hingga cukup crispy tepinya. Angkat.
Lalu isi deh dalamnya dengan selada, tomat, beef patty, mayonais, keju, saus tomat, dan apalah sesuai selera.
Dan yak, siap disantap.

Yang pasti lebih puas, karena isi bisa lebih banyak, dan ngga semahal kalau beli. Bun burger dan beef patty bisa disiapkan sekaligus banyak. Simpan di chiller dalam kondisi matang, supaya tinggal dipanaskan dan bisa dipakai sewaktu-waktu. Simpan di freezer juga kalau perlu.

Sekian dan happy baking!
Bosan dengan carrot cake yang "normal"?
Ya mungkin ngga juga, tapi apa salahnya kalau kita sedikit bereksperimen dengan cake yang tiada dua ini. Penambahan bahan lain bisa memperkaya rasa lho..


Coba dipadukan dengan kelapa, ternyata enak juga kok. Ada gurih-gurihnya. Jadi ngga melulu seperti itu aja. Dan yang lebih enak lagi, cuma dikocok rata pakai ballon whisk aja. Makin gampang..

Bahannya:
200 gr wortel impor, parut kasar
250 gr mentega
175 gr gula pasir
1 sdt vanilla
3 butir telur
230 gr tepung terigu
½ sdt garam
1 sdt baking powder
½ sdt bubuk kayu manis
50 gr kismis

Cara membuatnya:
Siapkan loyang tulban 20 cm, olesi dengan margarine tipis, sisihkan. Siapkan juga dandang kukusan yang sudah berisi air ½ tinggi batas garis air.
Campur terigu, BP, dan bubuk kayu manis, ayak, sisihkan.
Kocok margarin, gula pasir, palm sugar, dan vanilla dengan balloon whisk sampai pucat dan rata.
Masukkan telur satu per satu sambil terus dikocok hingga rata.
Masukkan campuran terigu ke dalam adonan telur, aduk dengan spatula hingga rata.
Lalu masukkan parutan wortel, kelapa parut, dan kismis, aduk rata. Tuang ke dalam loyang.
Kukus selama 45 menit hingga matang. Jangan lupa melapis tutup dandang kukusan dengan kain serbet bersih supaya air tidak menetes ke permukaan cake.
Setelah matang, angkat, diamkan sebentar dalam loyang sebelum dikeluarkan.
Sajikan.


Resep ini dikukus ya, tapi kalau mau dipanggang ya monggo silahkan. T&C sesuai kondisi oven masing-masing :p 

Happy baking!

Masih urusan sama buah nenas. Buah yang satu ini memang ngga ada matinya. Selain dimakan langsung, dijadikan selai buat isian nastar, atau dibikin sambal, buah ini juga bisa dipadukan dengan bahan lain untuk dijadikan kudapan. 
Nah di resep ini sang nanas dipadukan dengan kelapa parut kering yang menghasilkan citarasa seru: asam manis gurih. Hmm..


Inspirasinya dari webblog Baking Obsession. Naksirnya karena ini kok lucu, nenas sama kelapa. Bentuknya juga ngga kalah lucu, mirip jajanan Geplak ala Jogja.

Yuk ah langsung bikin.

Bahannya:
1 buah nenas segar ukuran sedang, parut
175 gr gula pasir
180 gr kelapa parut kering
3 butir putih telur, kocok lepas
1 sdt vanilla

Cara membuatnya:
Masak nenas parut dan gula pasir di dalam wajan anti lengket hingga airnya mengering dan nenas lengket seperti membuat selai (sekitar 15-20 menit). Setelah matang, matikan api,  biarkan hingga hangat.
Panaskan oven 160°C.
Campur nenas yang sudah dimasak dengan kelapa parut, putih telur, dan vanilla. Aduk rata dengan tangan hingga dapat dipulung.
Ambil ½ sendok makan adonan, bulatkan. Letakkan di atas loyang kue kering yang sudah dialasi kertas roti. Lakukan hinga seluruh adonan habis terpulung.
Panggang selama 25-30 menit hingga permukaannya menjadi kecokelatan.
Setelah matang, keluarkan dari dalam oven, lalu dinginkan di atas rak pendingin sebelum disajikan.
Simpan dalam toples kedap udara setelah dingin sempurna.


Cocok untuk teman ngeteh sore.
Happy baking!


Jadi, selain buat dimakan langsung sebagai kudapan, buah nanas juga enak dibikin sambal lho. Manfaatnya? Sudaah, langsung aja simak dimari yaa.. Bisa sih tinggal copas, tapi apa serunya? Hehehe..

Sambal ini berasal dari daerah Pontianak, Kalimantan Barat. Rupanya nanas di daerah sana memang terkenal enak dan manis. Ngga salah kalau akhirnya si kuning manis ini diolah menjadi berbagai macam makanan. 


Bahannya:
1 buah nanas agak mengkal ukuran kecil
5 buah cabai merah besar
3 buah cabai merah rawit
3 siung bawang merah
1 siung bawang putih
½ sdt garam
½ sdt gula pasir
½ sdt terasi
2 sdm minyak goreng

Cara membuatnya:
Kupas dan bersihkan buah nanas, buang tengahnya, potong dadu, sisihkan.
Potong-potong cabai merah besar, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih.
Panaskan minyak goreng, tumis bumbu yang sudah dipotong hingga matang dan harum. Angkat.
Tuang tumisan cabai beserta minyaknya, tambahkan gula pasir, garam, dan terasi, haluskan.
Masukkan potongan nanas, aduk hingga rata.
Sajikan.


Kalau ngga mau dibikin pedas sekali, sambal ini juga enak dinikmati di siang hari dalam keadaan dingin lho..
Happy cooking!

Sudah lama sih masak sambal ini. Baru inget untuk upload di blog.. *nyengir

Sambal ini berasal dari daerah Aceh. Rasanya asem seger, karena ada belimbing sayur / belimbing wuluh di dalamnya. Selain memperkaya rasa, penggunaan belimbing wuluh di dalam masakan ternyata juga bisa mengurangi aroma amis pada ikan laut lho. Coba aja. 
Nah kalau ngga ada belimbing wuluh gimana, bisa diganti jeruk nipiskah? Ya, bisa aja siih.. Tapi rasanya ngga akan se-cetar kalau kita pakai belimbing wuluh ini. 

Yuk laah..



Bahannya:
50 gr ikan teri medan kering
3 buah cabai rawit merah
3 siung bawang merah1 siung bawang putih
3 lembar daun jeruk, buang tulangnya, iris halus
3 buah belimbing sayur ukuran sedang, buang bijinya
Minyak untuk menggoreng
Garam, bila perlu

Cara membuatnya:
Rendam ikan teri medan kering dalam air sebentar, lalu tiriskan. Goreng hingga kering. Angkat, tiriskan. Sisihkan.
Haluskan cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih. Jangan terlalu halus.
Masukkan belimbing sayur, haluskan asal saja sampai keluar airnya.
Tambahkan irisan daun jeruk dan ikan teri yang sudah digoreng, ratakan sambil agak ditekan supaya sambal meresap. Tambahkan garam bila perlu.
Sajikan. 



Siapin nasi agak banyak yaaa.. Ahaha..
Happy cooking!


Akhirnya akupun terjerat racun group Tukang Jajan. Gegara mbak Maya Lestari bawa cake ini untuk potluck latbar, akhirnya se-gank teracuni untuk bikin. Gosipnya sih gampang bikinnya, karena pakai metode all in one atau cemplung semua bahan. Yang agak susah itu ngovennya, mesti au bain marie kalau mau lembut sampai ke luar.


Resepnya disadur dari Tabloid Sedap. Aku sedikit modifikasi dengan penambahan lemon zest supaya lebih seger aromanya. Sedikit tips marut kulit lemon untuk bahan tambahan, jangan sampai kena putihnya biar ngga getir. Rasa akhirnya? Monggo dibayangken paduan vanilla, lemon, keju, dan strawberry.. Enak!


Bahannya:
8 butir telur
150 gr gula pasir
1 sdm emulsifier
40 ml susu cair
1 sdt vanila susu
200 gr terigu
1 sdt lemon zest
150 gr margarin (lelehkan)

Bahan hiasan:
Buttercream
Keju parut
Selai strawberry yang dicairkan

Cara membuatnya:
Siapkan loyang 30x30x6 cm, alasi dengan kertas roti dan oles tipis dengan margarin. Bisa juga pakai loyang tulban diameter 28 cm seperti yang aku pakai ini.
Siapkan juga loyang yang berukuran lebih besar, isi air sekira 1-2 cm tingginya, masukkan ke dalam oven.
Panaskan oven 170°C.
Campur semua bahan jadi satu dalam baskom besar, kecuali margarin. Kocok dengan mikser kecepatan tinggi hingga mental berpita. Matikan mikser.
Masukkan margarin, aduk rata dengan spatula.
Tuang adonan ke dalam loyang, ratakan, beri sedikit hentakan ringan supaya udara yang terperangkap keluar dan hasil akhir mulus.
Masukkan loyang ke dalam oven, letakkan di dalam loyang yang sudah berisi air. Panggang selama 35-40 menit hingga matang. Lakukan tes tusuk untuk memastikan.
Setelah matang, keluarkan loyang dari dalam oven, dinginkan kue di atas cooling rack hingga benar-benar dingin.
Untuk penyelesaian, olesi permukaannya dengan buttercream, taburi keju parut, dan hias dengan selai strawberry di atasnya.
Potong-potong, lalu siap disajikan.


Cukup gampang, dan sebanding dengan hasil yang didapat. Cocok buat kudapan kalau pas ada acara-acara apaaa gitu.

Happy baking!
Masih musim juga tema ini rupanya.. *grin*
Dapet pesenan BDCK dari mbak Noveriya, temen motret 52 Weeks of Food Photography Project di IG, kue ultah untuk neng tantiknya. Maunya tema Frozen, tapi yang ada kolamnya.. ^.^ Berhubung sang emak penikmat cokelat, setelah lihat kanan kiri, akhirnya dil mau pakai base double chocolate cake. Boleh..


Cake sengaja dikirim gundulan a.k.a. tanpa ornamen terpasang, karena khawatir aja di jalan. Taulah gimana nervousnya kalau kurir motor yg bawa. Beda sama kalau kita kirim sendiri dengan mobil sendiri. Sekalian juga biar si anak happy bisa menghias sendiri kue tart ulang tahunnya. Meskipun cuma pasang boneka, tapi itu seru lho!

Sesuai rikues, ada kolamnya :D

Marshmallows!

Happy birthday Wafa tantikk, be a good girl yaaa.. Makasih mbak Nover untuk pesenannya :*

Selalu sukak lihat "hasil jadi"nya 😍


Monkey Bread. 
Kalau dari yang aku baca-baca sih ini roti biasa aja, cuma dipotong kecil-kecil, lalu dibalur campuran gula & kayumanis bubuk, dan dipanggang jadi satu di loyang tulban. Sederhananya begitu. Untuk penyuka makanan manis sih this is too good to be true. Halah. Tapi buat yang bukan penikmat makanan manis yang berasa kayumanis, pasti pilih opsi lain. Kalau ada.

Ada kok. Versi yang pake kiju. Mau lebih hot juga bisa, dalemnya diisi potongan keju mozzarella.. Aaah, yumyum..!


Terinspirasi dari resep di Five Heart Home, inilah dia hasil adaptasi resep yang aku bikin. Ternyata bener, roti yang berbalur butter lebih awet moist-nya, dan lebih gurih pula rasanya.


Bahan dough-nya:
400 gr tepung terigu protein tinggi
100 gr tepung terigu protein sedang
7 gr ragi
50 gr gula pasir
7 gr garam
1 butir telur
200 ml air dingin
50 gr mentega
Keju mozzarella potong dadu untuk filling
Keju cheddar parut untuk taburan

Bahan topping-nya:
2 sdm mentega
1 sdt oregano
1/2 sdt bawang putih bubuk

Caranya:
Buat dough rotinya dulu. 
Campur tepung terigu, ragi, gula pasir, garam, telur, dan air. Aduk rata. Masukkan mentega, kemudian uleni hingga kalis elastis. Diamkan selama 20 menit dalam baskom bertutup serbet lembab hingga mengembang hampir 2x lipat.
Sementara menunggu, buat bahan toppingnya. Lelehkan mentega, masukkan oregano dan bawang putih bubuk, aduk rata, sisihkan.
Siapkan loyang tulban / bundt diameter 23 cm. Disini aku pakai loyang yang agak kecil, jadi hasilnya terlihat moleg.
Setelah dough mengembang, kempiskan. Ambil 1 bulatan kecil dough, isi dengan keju mozzarella, lalu bulatkan. Lakukan hingga seluruh dough habis. 
Ambil 1 bulatan dough, celupkan ke dalam campuran mentega, angkat, letakkan di dalam loyang yang sudah disiapkan. Lakukan hingga seluruhnya habis. Kemudian taburi dengan keju cheddar parut. Boleh juga ditabur keju setiap lapisannya.
Setelah selesai, proofing kembali selama kurang lebih 30 menit supaya mengembang lagi.
Panggang di dalam oven bersuhu 180°C - 200°C yang sudah dipanaskan terlebih dahulu selama 15 menit hingga matang dan keemasan.
Setelah matang, keluarkan, dan siap disajikan.


Resep yang panjang dan melelahkan pemirsa.. *elap keringat* 
Siapkan LG alias Lengan Gede untuk ngulen ya kalau ngga punya mikser khusus untuk bikin roti.

Happy baking!