Sudah lama sih masak sambal ini. Baru inget untuk upload di blog.. *nyengir

Sambal ini berasal dari daerah Aceh. Rasanya asem seger, karena ada belimbing sayur / belimbing wuluh di dalamnya. Selain memperkaya rasa, penggunaan belimbing wuluh di dalam masakan ternyata juga bisa mengurangi aroma amis pada ikan laut lho. Coba aja. 
Nah kalau ngga ada belimbing wuluh gimana, bisa diganti jeruk nipiskah? Ya, bisa aja siih.. Tapi rasanya ngga akan se-cetar kalau kita pakai belimbing wuluh ini. 

Yuk laah..



Bahannya:
50 gr ikan teri medan kering
3 buah cabai rawit merah
3 siung bawang merah1 siung bawang putih
3 lembar daun jeruk, buang tulangnya, iris halus
3 buah belimbing sayur ukuran sedang, buang bijinya
Minyak untuk menggoreng
Garam, bila perlu

Cara membuatnya:
Rendam ikan teri medan kering dalam air sebentar, lalu tiriskan. Goreng hingga kering. Angkat, tiriskan. Sisihkan.
Haluskan cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih. Jangan terlalu halus.
Masukkan belimbing sayur, haluskan asal saja sampai keluar airnya.
Tambahkan irisan daun jeruk dan ikan teri yang sudah digoreng, ratakan sambil agak ditekan supaya sambal meresap. Tambahkan garam bila perlu.
Sajikan. 



Siapin nasi agak banyak yaaa.. Ahaha..
Happy cooking!


Akhirnya akupun terjerat racun group Tukang Jajan. Gegara mbak Maya Lestari bawa cake ini untuk potluck latbar, akhirnya se-gank teracuni untuk bikin. Gosipnya sih gampang bikinnya, karena pakai metode all in one atau cemplung semua bahan. Yang agak susah itu ngovennya, mesti au bain marie kalau mau lembut sampai ke luar.


Resepnya disadur dari Tabloid Sedap. Aku sedikit modifikasi dengan penambahan lemon zest supaya lebih seger aromanya. Sedikit tips marut kulit lemon untuk bahan tambahan, jangan sampai kena putihnya biar ngga getir. Rasa akhirnya? Monggo dibayangken paduan vanilla, lemon, keju, dan strawberry.. Enak!


Bahannya:
8 butir telur
150 gr gula pasir
1 sdm emulsifier
40 ml susu cair
1 sdt vanila susu
200 gr terigu
1 sdt lemon zest
150 gr margarin (lelehkan)

Bahan hiasan:
Buttercream
Keju parut
Selai strawberry yang dicairkan

Cara membuatnya:
Siapkan loyang 30x30x6 cm, alasi dengan kertas roti dan oles tipis dengan margarin. Bisa juga pakai loyang tulban diameter 28 cm seperti yang aku pakai ini.
Siapkan juga loyang yang berukuran lebih besar, isi air sekira 1-2 cm tingginya, masukkan ke dalam oven.
Panaskan oven 170°C.
Campur semua bahan jadi satu dalam baskom besar, kecuali margarin. Kocok dengan mikser kecepatan tinggi hingga mental berpita. Matikan mikser.
Masukkan margarin, aduk rata dengan spatula.
Tuang adonan ke dalam loyang, ratakan, beri sedikit hentakan ringan supaya udara yang terperangkap keluar dan hasil akhir mulus.
Masukkan loyang ke dalam oven, letakkan di dalam loyang yang sudah berisi air. Panggang selama 35-40 menit hingga matang. Lakukan tes tusuk untuk memastikan.
Setelah matang, keluarkan loyang dari dalam oven, dinginkan kue di atas cooling rack hingga benar-benar dingin.
Untuk penyelesaian, olesi permukaannya dengan buttercream, taburi keju parut, dan hias dengan selai strawberry di atasnya.
Potong-potong, lalu siap disajikan.


Cukup gampang, dan sebanding dengan hasil yang didapat. Cocok buat kudapan kalau pas ada acara-acara apaaa gitu.

Happy baking!
Masih musim juga tema ini rupanya.. *grin*
Dapet pesenan BDCK dari mbak Noveriya, temen motret 52 Weeks of Food Photography Project di IG, kue ultah untuk neng tantiknya. Maunya tema Frozen, tapi yang ada kolamnya.. ^.^ Berhubung sang emak penikmat cokelat, setelah lihat kanan kiri, akhirnya dil mau pakai base double chocolate cake. Boleh..


Cake sengaja dikirim gundulan a.k.a. tanpa ornamen terpasang, karena khawatir aja di jalan. Taulah gimana nervousnya kalau kurir motor yg bawa. Beda sama kalau kita kirim sendiri dengan mobil sendiri. Sekalian juga biar si anak happy bisa menghias sendiri kue tart ulang tahunnya. Meskipun cuma pasang boneka, tapi itu seru lho!

Sesuai rikues, ada kolamnya :D

Marshmallows!

Happy birthday Wafa tantikk, be a good girl yaaa.. Makasih mbak Nover untuk pesenannya :*

Selalu sukak lihat "hasil jadi"nya 😍


Monkey Bread. 
Kalau dari yang aku baca-baca sih ini roti biasa aja, cuma dipotong kecil-kecil, lalu dibalur campuran gula & kayumanis bubuk, dan dipanggang jadi satu di loyang tulban. Sederhananya begitu. Untuk penyuka makanan manis sih this is too good to be true. Halah. Tapi buat yang bukan penikmat makanan manis yang berasa kayumanis, pasti pilih opsi lain. Kalau ada.

Ada kok. Versi yang pake kiju. Mau lebih hot juga bisa, dalemnya diisi potongan keju mozzarella.. Aaah, yumyum..!


Terinspirasi dari resep di Five Heart Home, inilah dia hasil adaptasi resep yang aku bikin. Ternyata bener, roti yang berbalur butter lebih awet moist-nya, dan lebih gurih pula rasanya.


Bahan dough-nya:
400 gr tepung terigu protein tinggi
100 gr tepung terigu protein sedang
7 gr ragi
50 gr gula pasir
7 gr garam
1 butir telur
200 ml air dingin
50 gr mentega
Keju mozzarella potong dadu untuk filling
Keju cheddar parut untuk taburan

Bahan topping-nya:
2 sdm mentega
1 sdt oregano
1/2 sdt bawang putih bubuk

Caranya:
Buat dough rotinya dulu. 
Campur tepung terigu, ragi, gula pasir, garam, telur, dan air. Aduk rata. Masukkan mentega, kemudian uleni hingga kalis elastis. Diamkan selama 20 menit dalam baskom bertutup serbet lembab hingga mengembang hampir 2x lipat.
Sementara menunggu, buat bahan toppingnya. Lelehkan mentega, masukkan oregano dan bawang putih bubuk, aduk rata, sisihkan.
Siapkan loyang tulban / bundt diameter 23 cm. Disini aku pakai loyang yang agak kecil, jadi hasilnya terlihat moleg.
Setelah dough mengembang, kempiskan. Ambil 1 bulatan kecil dough, isi dengan keju mozzarella, lalu bulatkan. Lakukan hingga seluruh dough habis. 
Ambil 1 bulatan dough, celupkan ke dalam campuran mentega, angkat, letakkan di dalam loyang yang sudah disiapkan. Lakukan hingga seluruhnya habis. Kemudian taburi dengan keju cheddar parut. Boleh juga ditabur keju setiap lapisannya.
Setelah selesai, proofing kembali selama kurang lebih 30 menit supaya mengembang lagi.
Panggang di dalam oven bersuhu 180°C - 200°C yang sudah dipanaskan terlebih dahulu selama 15 menit hingga matang dan keemasan.
Setelah matang, keluarkan, dan siap disajikan.


Resep yang panjang dan melelahkan pemirsa.. *elap keringat* 
Siapkan LG alias Lengan Gede untuk ngulen ya kalau ngga punya mikser khusus untuk bikin roti.

Happy baking!



Makin kesini makin suka dengan masakan Manado. Slightly mirip dengan masakan Bali, kaya cita rasa. Semua bahan yang dipakai keluar rasanya. Bumbunya ngga tanggung macam masakan Jawa.

Salah satu yang jadi favoritku adalah Sambal Cakalang Fufu. Iya mirip pampis cakalang, tapi ini bumbunya diulek. Yang masih terasa asing dengan jenis ikan ini, mari jo intip dimari ya..


Bahannya:
250 gr daging ikan Cakalang fufu
8 buah cabai merah keriting
8 buah cabai merah rawit
6 siung bawang merah
3 siung bawang putih
1 sdt terasi
1 sdt garam
2 lembar daun jeruk, buang tulangnya
1 batang serai, ambil putihnya
2 buah jeruk limau
2 batang kemangi, ambil daunnya
4 sdm minyak goreng
2 sdm air

Caranya;
1. Kukus daging ikan Cakalang fufu hingga cukup lunak. Angkat, lalu suwir-suwir. Sisihkan.
2. Haluskan bahan sambal: cabai merah keriting, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, terasi, dan garam. Sisihkan.
3. Iris halus daun jeruk dan serai. Sisihkan.
4. Panaskan minyak, tumis bahan sambal yang sudah dihaluskan hingga matang dan harum. Masukkan suwiran ikan cakalang, aduk rata. Tambahkan air, masak hingga benar-benar matang.
5. Tambahkan daun kemangi dan perasan air jeruk limau, aduk hingga rata dan kemangi menjadi layu. Setelah matang, angkat.
6. Sajikan dengan nasi hangat.


Pesanku cuma satu, jangan khilaf. Dangerously delicious.

Happy cooking!
Last day, untung masih keburu! Tumbenaan IDFB bikin cookblog challenge lagi setelah sekian lama. Sayang ah kalau ngga ikut. Kangennnn..

Tema leftover yang dipilih emang seringkali jadi andalan untuk menghabiskan makanan. Jadi ya, pernah bikin pizza sate, pizza ayam cabe ijo, omelet spaghetti, arancini beras merah, apalagi entahlah. 
Semalam kebetulan lagi hilang mood mau makan apa, adanya cuma nasi merah di dalam magic jar. Mau beli keluar udah terlanjur pewe. Lalu gugling, lalu dapet ide nasi panggang. Pakai bahan yang ada ajalah ya..


Bahannya:
3-4 cup nasi merah panas
1 sdm mentega
1 pak sup krim instant
Sosis sapi
Keju mozzarella
Red cheddar
Oregano 
Daun seledri
Saus cabai

Caranya:
Siapkan pinggan tahan panas. Masukkan nasi ke dalamnya, tambahkan mentega, aduk rata, sisihkan.
Panaskan oven 160° C.
Masak sup krim instan sesuai petunjuk di kemasan, tetapi dengan takaran air separuh bagian saja hingga matang. Masukkan sosis yang sudah dipotong-potong, aduk rata. Angkat.
Tuang sup krim ke atas nasi, lalu ratakan. Taburi keju, oregano, dan daun seledri cincang di atasnya, lalu panggang selama 15 menit hingga keju leleh.
Setelah itu, keluarkan pinggan dari dalam oven.
Siap disajikan.


Enak! Bikinnya cepet. 
Isian sosis boleh diganti apa aja yang ada di kulkas masing-masing ya.. Namanya juga masakan leftover, jadi pakai bahan seadanya. Ehehehe..

Happy cooking!
Akhirnya setelah percobaan ke-3. 


Trial pertama, komposisi kurang pas. Trial kedua, coba eksperimen dengan browned butter, enak banget, tapi lama bikinnya karena harus didinginkan minimal 4 jam. Ntar aku catetin resepnya yah..

Trial pertama. Lihat teksturnya yang kemeprul, rapuh.
Masih harus diperbaiki.

Kemudian trial ke-3 ini adalah perbaikan dari yang pertama. Way much better. Plus ekstra kismis di dalamnya. Pakai butter Lurpak makin enakkk. Umi pernah bilang, kunci kue kering yang enak itu dari menteganya. Kalau enak, hasilnya pasti enak. That's the point. Dan pak suami pun mengaminkan.

Bahannya:
1/2 cup mentega
1/2 cup margarin
1/2 cup gula palm
1/4 cup gula pasir
1 butir telur
1 sdt vanilla essence
2 cup tepung terigu
3/4 cup oatmeal
1/2 sdt garam
1/2 sdt baking soda
Kismis secukupnya

Caranya:
Siapkan loyang kue kering. Panaskan oven 170° C.
Campur rata terigu, garam, dan baking soda, ayak, sisihkan.
Kocok mentega, margarin, gula palm, dan gula pasir asal rata. Tambahkan telur dan vanilla, kocok hingga rata.
Masukkan campuran terigu, oatmeal, dan kismis. Aduk dengan spatula kayu hingga rata.
Ambil sesendok teh adonan, bentuk bulatan, atur di atas loyang. Kalau punya scoop eskrim ukuran kecil akan lebih baik lagi. Lakukan hingga adonan habis. 
Panggang selama kurang lebih 15 menit, tidak perlu sampai matang sempurna supaya teksturnya tetap soft. Bahasa kerennya, slightly underbaked.
Setelah matang, keluarkan loyang dari dalam oven, angkat cookies dan dinginkan di atas rak pendingin.
Sajikan.


Inget, pakai mentega yang enak yaa supaya hasilnya enak juga.
Happy baking!


Musim hujan dan fondant figurine itu adalah kombinasi yang bener-bener ngga asik blas. Kecuali figurine yang tanpa pewarna tambahan alias putih polos, seperti: Olaf *nyengir* Baru tau juga sih kalau putih polos cenderung aman. Baiklah, pesanan istimewa siap dikerjakan.

Here comes the surprise birthday cake dari sang mama untuk kakak Rara..! Setelah sehari sebelumnya dicuekin, dan mama berlagak au-ah-elap, dan kakak Rara bete surete.. Sungguh, aku pingin lihat sendiri how bete she has. *koprol



the printilans

Happy blissday kakak tantiik.. Be a good girl yaa.. 



Satu hal yang selalu bikin ilfil setiap bikin RVC atau tipe butter cake lainnya untuk base cake kue taart adalah waste dari cake yang mumbul pada waktu di panggang. Ngga asik aja sih, base cake mumbul di tengah. Trimmingannya lumanyun. 

Pernah baca, untuk antisipasinya, lilit loyang dengan serbet lembab pada waktu cake dipanggang. Aslinya sih ada tools-nya punya Wilton. Mahal lah pasti. Dan belum tentu juga available di mari.. 

Cara termurahnya ada 2 cara; lilit langsung dengan serbet yang sudah dibasahin (1), atau bungkus dulu si serbet basah ini dengan aluminum foil lalu lilitkan ke loyang (2). Cuma karena kebanyakan rikues base cake selain RVC ini, jadi ya belum keburu aja mau coba.

Lalu tibalah saatnya. Pakai cara murah yang pertama. Aaand, yes it works!  Permukaan cake naiknya bareng! Seneng deh. Zero waste kaan?

Otang narsis, biar ngga dibilang hoax. Hihihi..
Setelah matang dan cake dikeluarkan dari loyang pun aku masih juga dibikin takjub, lebih lembut dan moist dibanding biasanya. Maasyaa Allaah, asik bingiitss.. 


Bisa deh diulang. Meskipun rada ribet, demi zero waste..



Happy baking!



Terinspirasi makan siang kemarin di salah satu rumah makan Padang di rest area. Nambah nasi sampai 3 kali ngga terasa. Tiga. Iya. Ahahaha.. Lapar dan doyan beda tipis. Tapi aseli, enak banget.

Padahal cuma makan pakai lauk seperti ini. Tumis terung pakai cabe ijo, teri nasi, pete. Eh, petenya aku kasih pak suami kok. Aku bukan pemakan pete, cuma penikmat aroma masakan yang ada petenya. 


Diinget-inget rasanya, lalu direka-reka bumbunya. Mari kita belanja dulu!

Bahannya:
8 buah bawang merah
8 buah cabai hijau 
2 buah terung ungu ukuran sedang
100 gr teri Medan basah
3 buah tomat hijau
1 batang bawang daun
1 papan pete
Minyak goreng

Caranya:
Bersihkan terung, potong jadi 6 bagian atau sesuai selera. Panaskan minyak goreng, goreng terung hingga matang. Angkat, tiriskan. Sisihkan.
Cuci bersih teri Medan, sisihkan.
Bersihkan pete, sisihkan.
Ulek kasar bawang merah dan cabai hijau. Potong tomat hijau menjadi 4 bagian. Potong-potong bawang daun.
Tumis bumbu ulek dengan minyak goreng secukupnya hingga matang dan harum.
Masukkan pete dan ikan teri, aduk rata. Masak hingga matang. Tambahkan air sedikit bila perlu.
Masukkan terung yang sudah digoreng, aduk rata.
Terakhir masukkan tomat hijau, aduk rata hingga matang.
Matikan api, angkat, lalu sajikan.


Heaven!
Happy cooking!